Legenda Basket Tanah Air Reuni di NBL All-Star
Editor Bolanet | 27 Juni 2012 22:30
- Sejumlah legenda bola basket pada era Kobatama dan Indonesian Basketball League (IBL) kembali ke lapangan untuk menghibur para penggemarnya dalam laga Indonesian Legends Game yang berlangsung di C-Tra Arena, Bandung, Rabu (27/6).
Mantan superstar bola basket itu, antara lain Andre Tiara (eks Garuda Bandung), Riko Hantono (eks Aspac Jakarta), Charlie Affandy (eks CLS Surabaya), dan mantan pemain bintang lainnya.
Senang sekali bisa kembali berkumpul dengan mereka. Setelah sekian lama vakum, kami bisa kembali merasakan atmosfer sebuah pertandingan yang dikelola secara profesional. Kami saling tukar kenangan masa lalu, kata Riko setelah pertandingan.
Laga ini membangkitkan kenangan saat saya masih berkompetisi di level tertinggi basket di Indonesia, kata pemain yang memutuskan untuk pensiun pada tahun 2009 itu.
Riko bermain untuk Tim Merah yang diperkuat Charlie, Kiki Susilo, Andre dan Filix Bendatu. Sementara itu, Tim Biru diperkuat oleh Romy Tanaka, Anang Sulistyawan, M. Rifki dan Saut Lambok Johnson.
Kompetisi bola basket profesional yang sekarang sudah berada di jalur yang benar. Saya optimistis jalurnya akan semakin berkembang. Banyak manfaat yang akan diperoleh pemain ketika mengikuti kompetisi dengan kemasan seperti ini. Tinggal kesejahteraan pemain diperhatikan, lanjut Riko.
Mantan pemain Aspac A. F. Rinaldo juga mengaku senang bisa reuni dengan teman-teman seangkatannya. Senang sekali bisa bernostalgia dengan teman-teman lama. Sudah lama sekali, sejak 2009 saya tidak bermain dalam game seperti ini, kata Rinaldo yang mengaku gerakan-gerakannya sedikit kaku. Dengan ini, kami bisa mengenalkan kembali bintang-bintang lama basket nasional kepada para generasi muda.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Saut Lambok Jonson. Waktu di ruang ganti, sudah lama saya tidak merasakan hal seperti ini. Pertandingan tadi bisa menjadi pemicu pebasket nasional sekarang untuk meningkatkan prestasinya, kata mantan bintang Aspac tersebut.
Dua puluh pemain legenda tersebut mengiringi laga utama yang akan menampilkan kolaborasi para mantan bintang NBA, seperti Jason Williams, Vin Baker, Ricky Pierce dan Duane Causwell dengan tim Red dan Blue NBL All-Star.
Sebelum laga legenda bola basket nasional, penonton yang memadati C-Tra Arena Bandung disajikan dengan kompetisi Three Point Shootout yang menampilkan pebasket Pelita Jaya Jakarta Andy 'Batam' Poedjakesuma sebagai pencetak skor terbanyak dengan 16 poin mengalahkan pemain Stadium Jakarta Merio Ferdiansyah di tempat kedua dengan 13 poin.
Setelah selama empat puluh menit reuni di lapangan, Tim Merah legenda basket nasional keluar sebagai juara mengalahkan Tim Biru dengan skor 64-46. (ant/kny)
Mantan superstar bola basket itu, antara lain Andre Tiara (eks Garuda Bandung), Riko Hantono (eks Aspac Jakarta), Charlie Affandy (eks CLS Surabaya), dan mantan pemain bintang lainnya.
Senang sekali bisa kembali berkumpul dengan mereka. Setelah sekian lama vakum, kami bisa kembali merasakan atmosfer sebuah pertandingan yang dikelola secara profesional. Kami saling tukar kenangan masa lalu, kata Riko setelah pertandingan.
Laga ini membangkitkan kenangan saat saya masih berkompetisi di level tertinggi basket di Indonesia, kata pemain yang memutuskan untuk pensiun pada tahun 2009 itu.
Riko bermain untuk Tim Merah yang diperkuat Charlie, Kiki Susilo, Andre dan Filix Bendatu. Sementara itu, Tim Biru diperkuat oleh Romy Tanaka, Anang Sulistyawan, M. Rifki dan Saut Lambok Johnson.
Kompetisi bola basket profesional yang sekarang sudah berada di jalur yang benar. Saya optimistis jalurnya akan semakin berkembang. Banyak manfaat yang akan diperoleh pemain ketika mengikuti kompetisi dengan kemasan seperti ini. Tinggal kesejahteraan pemain diperhatikan, lanjut Riko.
Mantan pemain Aspac A. F. Rinaldo juga mengaku senang bisa reuni dengan teman-teman seangkatannya. Senang sekali bisa bernostalgia dengan teman-teman lama. Sudah lama sekali, sejak 2009 saya tidak bermain dalam game seperti ini, kata Rinaldo yang mengaku gerakan-gerakannya sedikit kaku. Dengan ini, kami bisa mengenalkan kembali bintang-bintang lama basket nasional kepada para generasi muda.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Saut Lambok Jonson. Waktu di ruang ganti, sudah lama saya tidak merasakan hal seperti ini. Pertandingan tadi bisa menjadi pemicu pebasket nasional sekarang untuk meningkatkan prestasinya, kata mantan bintang Aspac tersebut.
Dua puluh pemain legenda tersebut mengiringi laga utama yang akan menampilkan kolaborasi para mantan bintang NBA, seperti Jason Williams, Vin Baker, Ricky Pierce dan Duane Causwell dengan tim Red dan Blue NBL All-Star.
Sebelum laga legenda bola basket nasional, penonton yang memadati C-Tra Arena Bandung disajikan dengan kompetisi Three Point Shootout yang menampilkan pebasket Pelita Jaya Jakarta Andy 'Batam' Poedjakesuma sebagai pencetak skor terbanyak dengan 16 poin mengalahkan pemain Stadium Jakarta Merio Ferdiansyah di tempat kedua dengan 13 poin.
Setelah selama empat puluh menit reuni di lapangan, Tim Merah legenda basket nasional keluar sebagai juara mengalahkan Tim Biru dengan skor 64-46. (ant/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Persentase Tembakan Tiga Angka Steph Curry: Angka Menakjubkan dalam Kariernya
Basket 28 Februari 2025, 14:15
-
NBA All-Star 2025: Tim Shaq Juara, Stephen Curry Rebut MVP
Basket 17 Februari 2025, 14:32
-
Jadwal Live Streaming NBA All Star 2025 di Vidio
Basket 14 Februari 2025, 23:47
-
Jazz vs Clippers: Dramatis, Clippers Menang 120-116
Basket 14 Februari 2025, 14:30
-
Mavericks vs Warriors: Kyrie Irving Mencetak 42 Poin dalam Kemenangan 111-107 Mavericks
Basket 13 Februari 2025, 12:49
LATEST UPDATE
-
Indonesia Atasi Perlawanan Mozambique, Namun Ole Romeny Kurang Puas
Tim Nasional 10 Juni 2026, 04:57
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 23:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19














