Lin: Saya Ingin Bertahan di Knicks
Editor Bolanet | 25 Juli 2012 18:00
- Jeremy Lin mengaku bahwa dirinya 'berkulit tebal' selama bertahun-tahun. Ia menyatakan, permainannya tidak akan terpengaruh oleh komentar skeptis mengenai dirinya. Pebasket keturunan Taiwan itu juga berdalih bahwa tak seorangpun mampu menghancurkan kegembiraannya saat kembali ke Houston Rockets.
Akan selalu ada pihak yang tidak menyukai saya, kata Lin kepada San Jose Mercury News. Tuhan memberi motivasi lebih besar ketimbang pihak-pihak yang membenci saya. Saya ingin bekerja keras, tak peduli kata orang.
Pekan lalu, Lin menandatangani kontrak tiga tahun bersama Rockets senilai USD 25 juta. Ia sempat dikejutkan oleh reaksi negatif dari sebagian pecinta basket atas keputusannya meninggalkan New York Knicks.
Lin mengatakan, sejatinya ia benar-benar berharap dipertahankan oleh Knicks, namun ketika itu hanya ada satu tawaran yang diajukan kepadanya.
Knicks tidak memberi saya dua pilihan, untuk bertahan atau pergi. Saya hanya mendapatkan satu pilihan. Jadi, itulah yang terjadi, aku Lin.
Pebasket yang populer dengan fenomena 'Linsanity' itu menyambut tawaran Rockets setelah Knicks memutuskan untuk tidak menyamai nilai USD 25 juta.
Lin pun berharap bahwa semua pihak bisa melupakan nilai kontraknya dengan Rockets dan lebih menerima dirinya apa adanya. Ia mengatakan bahwa persepsi paling salah adalah dirinya kembali ke tim asal Texas itu karena iming-iming gaji yang besar.
Semoga orang-orang bisa lebih mengerti. Sosok-sosok yang mengenal saya dengan baik benar-benar tahu bahwa saya tidak menginginkan ini. Saya tidak pernah meminta untuk pindah, tutup Lin. (afp/kny)
Akan selalu ada pihak yang tidak menyukai saya, kata Lin kepada San Jose Mercury News. Tuhan memberi motivasi lebih besar ketimbang pihak-pihak yang membenci saya. Saya ingin bekerja keras, tak peduli kata orang.
Pekan lalu, Lin menandatangani kontrak tiga tahun bersama Rockets senilai USD 25 juta. Ia sempat dikejutkan oleh reaksi negatif dari sebagian pecinta basket atas keputusannya meninggalkan New York Knicks.
Lin mengatakan, sejatinya ia benar-benar berharap dipertahankan oleh Knicks, namun ketika itu hanya ada satu tawaran yang diajukan kepadanya.
Knicks tidak memberi saya dua pilihan, untuk bertahan atau pergi. Saya hanya mendapatkan satu pilihan. Jadi, itulah yang terjadi, aku Lin.
Pebasket yang populer dengan fenomena 'Linsanity' itu menyambut tawaran Rockets setelah Knicks memutuskan untuk tidak menyamai nilai USD 25 juta.
Lin pun berharap bahwa semua pihak bisa melupakan nilai kontraknya dengan Rockets dan lebih menerima dirinya apa adanya. Ia mengatakan bahwa persepsi paling salah adalah dirinya kembali ke tim asal Texas itu karena iming-iming gaji yang besar.
Semoga orang-orang bisa lebih mengerti. Sosok-sosok yang mengenal saya dengan baik benar-benar tahu bahwa saya tidak menginginkan ini. Saya tidak pernah meminta untuk pindah, tutup Lin. (afp/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal dan Link Streaming NBA Finals 2025: Thunder vs Pacers di Vidio
Basket 13 Juni 2025, 17:07
-
Nonton Live Streaming Game 3 Thunder vs Pacers NBA Finals 2025 di Vidio
Basket 10 Juni 2025, 12:28
LATEST UPDATE
-
Emi Martinez Pertimbangkan Mundur dari Timnas Argentina
Piala Dunia 22 Juli 2026, 01:18
-
Kejutan Bursa Transfer: Real Madrid Pantau Ferran Torres!
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 00:15
-
Arda Guler Jadi Pilar Proyek Baru Jose Mourinho di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 23:59
-
FIFA Hapus Kartu Merah Leandro Paredes di Final Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 22:29
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Pemain PSG di Piala Dunia 2026: Fabian Ruiz Juara, Dembele Bersinar
Piala Dunia 21 Juli 2026, 21:21
-
Marcos Santos Bangun Identitas Baru untuk Arema FC Musim 2026/2027
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 21:07
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55












