Overtime, CLS Kembali ke Final NBL Preseason
Editor Bolanet | 20 Oktober 2012 22:55
- Melalui drama overtime CLS Knights Surabaya akhirnya lolos ke babak final Speedy NBL Preseason Tournament 2012. CLS menumbangkan Dell Aspac Jakarta di DBL Arena, Surabaya, Sabtu (20/10).
Defense ketat diterapkan Aspac sejak awal. Hasilnya cukup efektif, permainan run and gun ala CLS berhasil dihentikan. Hingga empat menit kuarter ini berjalan, CLS tak mampu mencetak satu angka pun. Sebaliknya, Aspac melalui Xaverius Prawiro terus menyerang dan unggul 16-10 di akhir kuarter pertama ini.
CLS mulai bangkit di kuarter kedua. Momentum kebangkitan mereka akhirnya diciptakan Dimaz Muharri melalui jump shoot yang membuat skor menjadi sama kuat 18-18.
Sejurus kemudian, Aspac kembali memimpin melalui dua kali tembakan tiga angka Andhakara Dhyaksa Prastawa. Namun, Tony Agus mampu menjawab tantangan tersebut. CLS kemudian berbalik unggul melalui dua kali steal yang dilanjutkan fast break Dimaz dan rookie AA. Wisnu Budidharma CLS berbalik memimpin. Skor 32-31 untuk CLS mengantar kedua tim menuju ruang ganti.
Pertarungan sengit terjadi di kuarter ketiga. Kejar mengejar angka kembali tercipta. Dari kubu Aspac, Oki Wira Sanjaya tampil membawa timnya unggul. Sementara di kubu CLS, diwakili Rachmat Febri Utomo. Laga tetap ketat bahkan skor sama kuat 51-51 mengakhiri kuarter ini.
Block keras Isman Thayyib pada Wisnu memberi semangat pada anak-anak Aspac. Jump shoot Xaverius membawa finalis NBL Indonesia itu leading 4 angka. Drama pun terjadi di menit terakhir. Saat laga tersisa 46:11 detik, Tony Agus melepaskan tembakan tiga angka dan CLS hanya tertinggal setengah bola saja. Aspac kemudian unggul dua angka setelah satu free throw Pringgo Regowo masuk.
Drama belum usai. Sebuah fast break Febri di detik akhir membuat skor sama kuat 66-66. Overtime pun tercipta! CLS patut berterima kasih kepada Febri. Tembakan tiga angkanya di babak tambahan membuat CLS berbalik memimpin tiga angka. Lay up Andrie Ekayana menyudahi perlawanan Aspac.
CLS pun kembali mengulang prestasi NBL Preseason musim lalu dengan lolos ke final. Di babak penentuan nanti, Pelita Jaya Esia Jakarta yang menang atas Satria Muda Britama Jakarta, sudah menanti mereka. (bola/fjr)
Defense ketat diterapkan Aspac sejak awal. Hasilnya cukup efektif, permainan run and gun ala CLS berhasil dihentikan. Hingga empat menit kuarter ini berjalan, CLS tak mampu mencetak satu angka pun. Sebaliknya, Aspac melalui Xaverius Prawiro terus menyerang dan unggul 16-10 di akhir kuarter pertama ini.
CLS mulai bangkit di kuarter kedua. Momentum kebangkitan mereka akhirnya diciptakan Dimaz Muharri melalui jump shoot yang membuat skor menjadi sama kuat 18-18.
Sejurus kemudian, Aspac kembali memimpin melalui dua kali tembakan tiga angka Andhakara Dhyaksa Prastawa. Namun, Tony Agus mampu menjawab tantangan tersebut. CLS kemudian berbalik unggul melalui dua kali steal yang dilanjutkan fast break Dimaz dan rookie AA. Wisnu Budidharma CLS berbalik memimpin. Skor 32-31 untuk CLS mengantar kedua tim menuju ruang ganti.
Pertarungan sengit terjadi di kuarter ketiga. Kejar mengejar angka kembali tercipta. Dari kubu Aspac, Oki Wira Sanjaya tampil membawa timnya unggul. Sementara di kubu CLS, diwakili Rachmat Febri Utomo. Laga tetap ketat bahkan skor sama kuat 51-51 mengakhiri kuarter ini.
Block keras Isman Thayyib pada Wisnu memberi semangat pada anak-anak Aspac. Jump shoot Xaverius membawa finalis NBL Indonesia itu leading 4 angka. Drama pun terjadi di menit terakhir. Saat laga tersisa 46:11 detik, Tony Agus melepaskan tembakan tiga angka dan CLS hanya tertinggal setengah bola saja. Aspac kemudian unggul dua angka setelah satu free throw Pringgo Regowo masuk.
Drama belum usai. Sebuah fast break Febri di detik akhir membuat skor sama kuat 66-66. Overtime pun tercipta! CLS patut berterima kasih kepada Febri. Tembakan tiga angkanya di babak tambahan membuat CLS berbalik memimpin tiga angka. Lay up Andrie Ekayana menyudahi perlawanan Aspac.
CLS pun kembali mengulang prestasi NBL Preseason musim lalu dengan lolos ke final. Di babak penentuan nanti, Pelita Jaya Esia Jakarta yang menang atas Satria Muda Britama Jakarta, sudah menanti mereka. (bola/fjr)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Valentino Wuwungan Antar Stadium Bekuk Satya Wacana
Basket 18 Mei 2014, 20:35
-
Rogun Antar Satria Muda Bekuk Satya Wacana
Basket 13 Mei 2014, 20:00
-
Komink Disimpan, Pelita Jaya Tundukkan NSH GMC
Basket 13 Mei 2014, 19:45
-
Kalah dari Tomang Sakti, Rajawali Kian Terpuruk
Basket 13 Mei 2014, 17:15
-
Sritex Dragons Kembali Kalah di Tangan Sahabat Semarang
Basket 13 Mei 2014, 17:00
LATEST UPDATE
-
Dianggurin Chelsea, PSG Siap Tampung Estevao
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:20
-
Reaksi Juventus Usai Kalah dari Genoa: Gelar 'Retreat' Selama 2 Hari!
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:15
-
Roy Keane Senang Michael Carrick Tidak Jadi Dipecat, Tapi....
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:07
-
Setelah Chelsea, Liverpool Bidik Arsenal Sebagai Korban Berikutnya!
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 20:58
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:06
-
Prediksi BRI Super League: Java United vs Bhayangkara FC 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:02
-
Bruno Fernandes On Fire, Siap Bawa MU Menang di Kandang Chelsea
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 18:00
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
Sir Jim Ratcliffe Pantau Langsung Laga Chelsea vs MU, Tekanan untuk Michael Carrick?
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:34
-
Tangan Dingin Carlos Pena Bikin Persita Tangerang Sulit Ditaklukkan
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:34
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:30
-
3 Pemain Muda Borneo FC yang Mencuri Perhatian di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:27
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


