Antiklimaks Brahim Diaz di Final Piala Afrika: Penalti Panenka di Akhir Laga Gagal jadi Gol, Maroko pun Menangis
Ari Prayoga | 19 Januari 2026 09:45
Bola.net - Harapan Maroko untuk mengakhiri penantian panjang selama 50 tahun meraih gelar Piala Afrika harus pupus dengan cara yang paling menyakitkan. Brahim Diaz menjadi sosok tragis dalam final Piala Afrika 2025 setelah penalti bergaya Panenka yang dieksekusinya gagal dan berujung kekalahan Atlas Lions dari Senegal.
Gelandang Real Madrid itu tak kuasa menahan air mata usai laga final yang berlangsung penuh drama dan kontroversi. Penalti yang seharusnya menjadi momen penentuan justru berubah menjadi titik balik yang mengubur ambisi Maroko menjuarai turnamen untuk pertama kalinya sejak 1976.
Maroko mendapatkan hadiah penalti di menit-menit akhir injury time babak kedua saat skor masih 0-0. Keputusan VAR tersebut memicu protes keras dari kubu Senegal.
Pelatih Pape Thiaw bahkan memerintahkan para pemainnya meninggalkan lapangan sebagai bentuk ketidakpuasan, menyebabkan laga terhenti hingga 16 menit.
Penalti Panenka Brahim Diaz

Situasi semakin panas ketika para pemain Senegal akhirnya kembali ke lapangan setelah dibujuk sang kapten, Sadio Mane. Brahim Diaz maju sebagai eksekutor, namun kiper Senegal Edouard Mendy terlihat terus berbicara kepadanya, memperpanjang ketegangan sebelum penalti diambil.
Alih-alih mengeksekusi dengan aman, Diaz justru memilih penalti Panenka pada menit ke-24 masa injury time. Eksekusinya terlalu lemah dan dengan mudah diamankan Mendy. Kesempatan emas Maroko pun sirna.
Laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Senegal tampil lebih tenang dan efektif. Pada menit ke-94, Pape Sarr melepaskan tembakan keras yang tak mampu dibendung kiper Maroko, memastikan kemenangan Senegal dan mematahkan mimpi tuan rumah.
Tangisan Brahim Diaz

Brahim Diaz yang ditarik keluar di awal extra time terlihat sangat terpukul. Pada akhir laga, ia menangis tersedu-sedu saat menerima trofi Sepatu Emas dari Presiden FIFA Gianni Infantino, sebuah ironi setelah menutup turnamen sebagai top skor dengan lima gol.
Pelatih Maroko, Walid Regragui, mencoba meredam situasi dan membela anak asuhnya.
“Dia punya waktu yang sangat lama sebelum mengambil penalti, dan itu pasti memengaruhi pikirannya. Tapi kami tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi. Kami harus menatap ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Edouard Mendy enggan mengungkap isi percakapannya dengan Diaz sebelum penalti.
“Apa yang kami bicarakan itu urusan kami. Yang penting kami melakukannya bersama dan kembali bersama. Kami bisa bangga malam ini,” kata kiper Chelsea tersebut.
Dampak untuk Mental Brahim Diaz

Legenda Nigeria, John Obi Mikel, mengaku khawatir kegagalan tersebut akan berdampak besar pada mental Diaz.
“Apa yang dia lakukan merusak semua hal baik yang sudah ia tampilkan di turnamen ini. Ini akan sangat berat baginya, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan,” ujar Mikel kepada E4.
Meski berakhir pahit, performa Brahim Diaz sepanjang Piala Afrika tetap tak terbantahkan. Namun satu keputusan di momen krusial telah mengubah segalanya, menjadikannya kisah tragis di balik kejayaan Senegal.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
4 Kesalahan Fatal Michael Carrick Saat Man Utd Tumbang dari Newcastle
Liga Inggris 5 Maret 2026, 09:52
LATEST UPDATE
-
Prediksi Bayern vs Monchengladbach 7 Maret 2026
Bundesliga 5 Maret 2026, 16:51
-
St James' Park yang Angker buat Manchester United
Liga Inggris 5 Maret 2026, 16:16
-
Arsenal Unggul 7 Poin dari Man City, Peluang Juara Terbuka Lebar!
Liga Inggris 5 Maret 2026, 13:17
-
3 Kemenangan di 3 Laga Alot, Arsenal Terus Tunjukkan Mental Juara
Liga Inggris 5 Maret 2026, 12:44
-
Carrick: Waktunya Manchester United Belajar Bangkit
Liga Inggris 5 Maret 2026, 11:25
-
Newcastle vs Man Utd: Meme-meme Kocak yang Terlahir dari Kekalahan MU
Liga Inggris 5 Maret 2026, 11:20
LATEST EDITORIAL
-
5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Siapa Lebih Unggul?
Editorial 4 Maret 2026, 14:37









