Prancis Bentuk Komite Anti Diskriminasi
Editor Bolanet | 17 Mei 2011 02:00
"Internet membuat orang bebas berbicara dan membuat tindak diskriminasi semakin jelas terlihat," kata Jouanno.
Komite tersebut terdiri atas 40 anggota yang dibagi dalam dua kelompok kerja, yaitu kelompok yang mengawasi masalah hukum dan satu lagi fokus kepada masalah pendidikan.
"Kita cenderung meremehkan komentar maupun gerakan yang bernada diskriminasi," kata Flessel, juara Olimpiade sebanyak lima kali yang mengaku pernah menjadi korban diskriminasi sejak awal karirnya.
"Kita harus memberi pendidikan dan jika perlu bertindak," katanya.
Inisiatif tersebut menyusul sebuah piagam melawan perilaku homoseks dalam olahraga yang diluncurkan tahun lalu oleh mantan Menteri Olahraga Rama Yade, dan Jouanno memutuskan untuk memperluas fungsinya sampai ke masalah rasisme dan diskriminasi seksual.
Sepak bola Perancis dalam beberapa minggu terakhir ini dinodai oleh tindak rasisme menyusul terungkapnya notulen hasil rapat pejabat sepak bola November lalu yang membahas rencana membatasi jumlah pemain dwi kewarganegaraan pada pusat latihan pemain junior. (ant/zul)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Skotlandia vs Maroko: Ismael Saibari
Piala Dunia 20 Juni 2026, 07:06
-
Como Bergerak di Bursa Transfer: Kaiki Mendekat, Sergi Roberto Pergi
Liga Italia 20 Juni 2026, 05:12
-
Man of the Match Amerika Serikat vs Australia: Folarin Balogun
Piala Dunia 20 Juni 2026, 04:30
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28













