Review: Bekuk Guatemala, Messi Salip Gol Maradona
Editor Bolanet | 15 Juni 2013 11:17
- Lionel Messi mencetak hattrick guna melampaui gol Diego Maradona saat menghancurkan Guatemala, 4-0 pada laga persahabatan di Stadion Nacional Mateo Flores. Satu gol Argentina lainnya dicetak Augusto Fernandez di menit ke-36.
Argentina yang tampil dengan kekuatan penuh, termasuk memainkan Messi sejak menit awal langsung menggebrak begitu peluit dibunyikan. Tak perlu menunggu lama untuk Argentina, peluang datang di menit ke-7 melalui Ezequiel Lavezzi, namun sayang tembakannya masih membumbung tinggi di atas mistar gawang.
Memborbardir sejak menit awal, Argentina akhirnya mencetak gol di menit ke-15 melalui Lionel Messi. Memanfaatkan bola umpan Lavezzi, Messi melepaskan tendangan keras yang tak mampu dijangkau kiper Guatemala, Jerez.
Unggul cepat tak lantas membuat Argentina mengendurkan serangan, malah. Dengan tekanan konstan, Tim Tango berhasil mencetak gol keduanya di menit ke-36 lewat aksi Augusto Fernandez dengan memanfaatkan umpan Lionel Messi.
Argentina terlihat akan memenangkan laga ini dengan mudah setelah pada menit ke-39 mendapat hadiah penalti. Lionel Messi yang mengeksekusi penalti sukses mengecoh Jerez dan menambah keunggulan menjadi 3-0. Berkat gol ini, Messi sukses menyamai gol Maradona bersama Timnas Argentina.
Unggul 3 gol tak lantas badai serangan Argentina mereda, sebaliknya Albiceleste kembali mendapatkan peluang di menit 41. Tetapi penyelamatan Jerez berhasil mempertahankan kedudukan 0-3 hingga jeda turun minum.
Di babak kedua, Argentina tak menurunkan tempo permainan dengan langsung mencetak gol ke-4 pada laga ini di menit ke-49. Lionel Messi mencetak hattrick di menit ke-49 dengan memanfaatkan umpan Ezequiel Lavezzi.
Total sudah 35 gol Messi cetak bersama dengan Tim Tango yang membuatnya melewati gol Maradona. Hattrick ini juga mengantarkan Messi sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang sejarah Argentina bersama dengan Hernan Crespo, dan berada di belakang Gabriel Batistuta.
Usai mencetak hattrick, Messi ditarik keluar di menit ke-68 untuk digantikan Rodrigo Palacio. Sambutan meraih dari penonton mengiringi langkah Messi ke bangku cadangan.
Tanpa Messi di lapangan, Argentina tetap tim bermain menyerang dan membuat banyak peluang. Albiceleste seolah tidak puas dengan unggul 4 gol.
Lavezzi mendapat beberapa kali peluang, di antaranya di menit ke-74 ketika lepas dari pengawalan lawan. Namun sayang, striker PSG ini tak berhasil mencetak gol hingga digantikan di menit ke-79. Laga berakhir 4-0 untuk keunggulan Argentina.
Dengan kemenangan ini, Argentina sudah melakoni 17 laga beruntun tanpa tersentuh kekalahan. Terakhir kali pendukung Argentina menangis terjadi pada Oktober 2011 ketika kalah 0-1 dari Venezuela.
Susunan Pemain Kedua Tim:
Argentina yang tampil dengan kekuatan penuh, termasuk memainkan Messi sejak menit awal langsung menggebrak begitu peluit dibunyikan. Tak perlu menunggu lama untuk Argentina, peluang datang di menit ke-7 melalui Ezequiel Lavezzi, namun sayang tembakannya masih membumbung tinggi di atas mistar gawang.
Memborbardir sejak menit awal, Argentina akhirnya mencetak gol di menit ke-15 melalui Lionel Messi. Memanfaatkan bola umpan Lavezzi, Messi melepaskan tendangan keras yang tak mampu dijangkau kiper Guatemala, Jerez.
Unggul cepat tak lantas membuat Argentina mengendurkan serangan, malah. Dengan tekanan konstan, Tim Tango berhasil mencetak gol keduanya di menit ke-36 lewat aksi Augusto Fernandez dengan memanfaatkan umpan Lionel Messi.
Argentina terlihat akan memenangkan laga ini dengan mudah setelah pada menit ke-39 mendapat hadiah penalti. Lionel Messi yang mengeksekusi penalti sukses mengecoh Jerez dan menambah keunggulan menjadi 3-0. Berkat gol ini, Messi sukses menyamai gol Maradona bersama Timnas Argentina.
Unggul 3 gol tak lantas badai serangan Argentina mereda, sebaliknya Albiceleste kembali mendapatkan peluang di menit 41. Tetapi penyelamatan Jerez berhasil mempertahankan kedudukan 0-3 hingga jeda turun minum.
Di babak kedua, Argentina tak menurunkan tempo permainan dengan langsung mencetak gol ke-4 pada laga ini di menit ke-49. Lionel Messi mencetak hattrick di menit ke-49 dengan memanfaatkan umpan Ezequiel Lavezzi.
Total sudah 35 gol Messi cetak bersama dengan Tim Tango yang membuatnya melewati gol Maradona. Hattrick ini juga mengantarkan Messi sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang sejarah Argentina bersama dengan Hernan Crespo, dan berada di belakang Gabriel Batistuta.
Usai mencetak hattrick, Messi ditarik keluar di menit ke-68 untuk digantikan Rodrigo Palacio. Sambutan meraih dari penonton mengiringi langkah Messi ke bangku cadangan.
Tanpa Messi di lapangan, Argentina tetap tim bermain menyerang dan membuat banyak peluang. Albiceleste seolah tidak puas dengan unggul 4 gol.
Lavezzi mendapat beberapa kali peluang, di antaranya di menit ke-74 ketika lepas dari pengawalan lawan. Namun sayang, striker PSG ini tak berhasil mencetak gol hingga digantikan di menit ke-79. Laga berakhir 4-0 untuk keunggulan Argentina.
Dengan kemenangan ini, Argentina sudah melakoni 17 laga beruntun tanpa tersentuh kekalahan. Terakhir kali pendukung Argentina menangis terjadi pada Oktober 2011 ketika kalah 0-1 dari Venezuela.
Susunan Pemain Kedua Tim:
Argentina: Andujar; Campagnaro, Coloccini, Basanta (Mascherano, 64'), Clemente; Fernandez, Biglia (Brana, 46'), Guinazu (Banega, 71'); Lavezzi (Montillo, 79'), Messi (Palacio, 68'), Aguero (Lamela, 46').
Guatemala: Jerez; Giron, Enoc, Hernandez, Leal (Garcia, 84'); Pappa (Santeliz, 75'), Leon (Suruy, 54'), Trujillo, Contreras (Aroche, 79'); Miranda, Campollo. (bola/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lionel Messi Umumkan Pensiun dari Timnas Argentina
Piala Dunia 1 September 2026, 05:12
-
Lionel Messi Didenda MLS karena Menampar Pemain Philadelphia Union
Bola Dunia Lainnya 22 Agustus 2026, 12:24
-
Update eFootball 2027: Banyak Fitur Baru yang Menarik, Bisa Bikin Turnamen
Bolatainment 13 Agustus 2026, 16:48
LATEST UPDATE
-
Cole Palmer, Declan Rice, dan Marcus Rashford Absen Bela Timnas Inggris
Piala Eropa 21 September 2026, 23:31
-
Pelatih Malaysia Sebut Indonesia Favorit di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 21 September 2026, 23:08
-
7 Perubahan Besar yang Dilakukan Hansi Flick di Barcelona
Liga Spanyol 21 September 2026, 22:56
-
Italia Kehilangan Federico Dimarco, Roberto Mancini Panggil Bek Aston Villa
Piala Eropa 21 September 2026, 22:21
-
Delegasi FIFA Cek Kesiapan GBK Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 21 September 2026, 21:58
-
Randal Kolo Muani Jalani Operasi Usai Juventus Kalahkan Atalanta
Liga Italia 21 September 2026, 21:46
-
Erick Thohir Kembali Pastikan Bonus Rp3 Miliar untuk Emas Asian Games 2026
Tim Nasional 21 September 2026, 21:23
-
Levi Colwill Yakin Chelsea Bangkit Usai Jeda Internasional
Liga Inggris 21 September 2026, 21:11
-
Real Madrid Terancam Sanksi Usai Derbi Madrid, Telat 5 Menit dari Jadwal Masuk Lapangan
Liga Spanyol 21 September 2026, 20:22
-
Erling Haaland Cetak Sejarah di Premier League, Lengkapi Korban Golnya
Liga Inggris 21 September 2026, 20:01
-
Benjamin Sesko Cedera, Berapa Laga Man United yang Bisa Dilewatkan?
Liga Inggris 21 September 2026, 19:26
-
Jorge Martin Batal Operasi Usai MotoGP Austria, Ada Risiko Besar yang Ingin Dihindari
Voli 21 September 2026, 19:24
-
Luis de la Fuente Perpanjang Kontrak usai Antar Spanyol Sukses di Piala Dunia
Piala Eropa 21 September 2026, 18:56
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33



