
Bola.net - Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan melibatkan 48 negara peserta. Namun, jika menilik pola yang terus berulang selama hampir satu abad penyelenggaraan turnamen, jumlah kandidat juara sebenarnya jauh lebih sedikit.
Meski sepak bola terus berkembang, sejumlah tren historis terbukti konsisten muncul dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dengan menggunakan pola yang dimiliki para juara terdahulu, daftar calon pemenang Piala Dunia 2026 bisa dipersempit secara drastis.
Pada akhirnya, hanya lima tim yang berhasil lolos dari seluruh penyaringan tersebut. Menariknya, ada satu negara yang belum pernah menjadi juara dunia tetapi tetap masuk dalam kelompok elite itu.
Dominasi Eropa dan Amerika Selatan Masih Sulit Dipatahkan

Piala Dunia telah berlangsung sebanyak 22 kali hingga saat ini. Dari seluruh edisi tersebut, tidak ada satu pun negara di luar Eropa dan Amerika Selatan yang mampu mengangkat trofi juara.
Fakta itu bahkan tidak hanya berlaku untuk gelar juara. Sejarah mencatat hanya 13 negara yang pernah tampil di final Piala Dunia, dengan 10 berasal dari Eropa dan tiga dari Amerika Selatan.
Pencapaian negara-negara dari benua lain juga sangat terbatas di fase akhir. Amerika Serikat mencapai semifinal pada edisi perdana tahun 1930, Korea Selatan melakukannya saat menjadi tuan rumah pada 2002, dan Maroko menciptakan kejutan pada 2022.
Konsekuensinya, 26 tim langsung tersingkir dari daftar kandidat juara, termasuk tiga tuan rumah yakni Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko. Maroko yang terus menunjukkan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir juga masih dianggap sebagai kuda hitam untuk edisi 2026.
Hanya Tim Elite yang Mampu Menjadi Juara Dunia

Penyaringan berikutnya menggunakan Elo Rating, sistem penilaian yang populer di dunia catur dan juga diterapkan untuk tim nasional sepak bola.
Sejarah menunjukkan tidak ada negara dengan Elo Rating di luar 17 besar yang mampu menjuarai Piala Dunia. Bahkan, mayoritas juara berasal dari kelompok yang jauh lebih elit.
Dari 22 juara yang pernah tercatat, sebanyak 15 tim memasuki turnamen dengan status empat besar dalam Elo Rating dunia. Satu-satunya pengecualian besar adalah Uruguay pada 1950 yang berada di posisi ke-17 sebelum secara mengejutkan menaklukkan Brasil di kandangnya sendiri.
Dengan parameter tersebut, Paraguay, Austria, Skotlandia, Ceko, Swedia, dan Bosnia-Herzegovina tereliminasi dari daftar kandidat. Meksiko, Maroko, Kanada, dan Amerika Serikat juga gagal memenuhi syarat ini.
Ballon d'Or Menjadi Penanda Kekuatan Negara-Negara Eropa

Khusus untuk tim-tim Eropa, ada pola menarik lain yang terus muncul. Tidak ada negara Eropa yang pernah menjuarai Piala Dunia tanpa memiliki lebih dari satu pemenang Ballon d'Or dalam sejarahnya.
Hubungan antara penghargaan individu dan prestasi tim nasional memang cukup masuk akal. Negara yang mampu melahirkan pemain terbaik dunia biasanya juga memiliki fondasi sepak bola yang kuat.
Prancis menjadi negara dengan jumlah pemenang Ballon d'Or terbanyak, yakni enam pemain berbeda. Jerman dan Italia masing-masing memiliki lima pemenang, Inggris empat, sementara Spanyol, Belanda, dan Portugal memiliki tiga.
Aturan historis ini membuat Belgia, Kroasia, Norwegia, Swiss, dan Turki tersingkir dari persaingan. Meski beberapa di antaranya memiliki skuad kompetitif, mereka tidak memenuhi pola yang selama ini dimiliki para juara dunia.
Pelatih Asing Masih Menjadi Penghalang

Tren berikutnya mungkin terdengar unik. Hingga saat ini, belum pernah ada negara yang menjuarai Piala Dunia dengan pelatih kelahiran luar negeri.
Statistik ini memang bisa diperdebatkan. Negara-negara besar sepak bola biasanya memiliki banyak pelatih berkualitas sehingga cenderung memilih figur lokal. Namun, fakta sejarah tetap menunjukkan pola tersebut belum pernah terputus.
Akibatnya, beberapa kandidat kuat harus dicoret dari daftar. Brasil kini dilatih pelatih asal Italia, Carlo Ancelotti, sementara Inggris berada di bawah arahan pelatih Jerman, Thomas Tuchel.
Portugal juga dipimpin pelatih Spanyol Roberto Martinez. Di Amerika Selatan, Kolombia, Ekuador, dan Uruguay sama-sama menggunakan pelatih asal Argentina.
Karena alasan itu, Brasil, Inggris, Portugal, Kolombia, Ekuador, dan Uruguay tidak lolos penyaringan terakhir.
Lima Tim yang Masih Bertahan
Setelah seluruh kriteria diterapkan, hanya lima negara yang tersisa sebagai kandidat juara Piala Dunia 2026: Argentina, Prancis, Jerman, Belanda, dan Spanyol.
Tidak banyak kejutan dalam daftar tersebut. Prancis dan Spanyol saat ini termasuk favorit utama di berbagai bursa taruhan. Argentina datang sebagai juara bertahan setelah sukses memenangkan Piala Dunia 2022 di Qatar.
Jerman juga sulit diabaikan. Tim Panser telah mengoleksi empat gelar juara dunia dan memiliki sejarah panjang mampu beradaptasi dengan berbagai era sepak bola.
Sementara itu, Belanda menjadi satu-satunya negara dalam daftar yang belum pernah menjuarai Piala Dunia. Meski demikian, Oranje memiliki tradisi kuat di level internasional dan pernah mencapai final pada 1974, 1978, serta 2010.
Jika sejarah kembali menjadi petunjuk yang akurat, kemungkinan besar trofi Piala Dunia 2026 akan jatuh ke tangan salah satu dari lima negara tersebut. Namun seperti yang selalu terjadi dalam sepak bola, kejutan tetap bisa muncul ketika turnamen benar-benar dimulai.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Bulu Tangkis 5 Juni 2026 08:57Jadwal Lengkap Pertandingan Indonesia Open 2026, 2-7 Juni 2026
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 5 Juni 2026 07:22IHSG Diprediksi Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
-
Liputan6 5 Juni 2026 07:00Lahan Basah Silmy Karim dan Geng Imigrasi
-
Liputan6 5 Juni 2026 06:09Hari yang Menyedihkan Bagi Prabowo
-
Liputan6 4 Juni 2026 22:46Alasan Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN
-
Liputan6 4 Juni 2026 22:11Indonesia Kecam Rencana Perluasan Pendudukan Gaza oleh Israel
-
Liputan6 4 Juni 2026 21:33KPK: Anak Buah Silmy Karim Beli Rumah Pakai Emas Hasil Pemerasan
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...














:strip_icc()/kly-media-production/medias/5344976/original/094862600_1757498720-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7734490/original/066688800_1780540374-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7732290/original/018434000_1780537716-IMG-20260603-WA0058.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546355/original/068481300_1775289352-MBG_Nanik.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7774042/original/093874100_1780585863-WhatsApp_Image_2026-06-04_at_21.34.14.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7734496/original/082984800_1780540375-8.jpg)

