Akuisisi Electronic Arts 55 Miliar Dolar: PIF Saudi Catatkan Buyout Terbesar Sepanjang Masa
Richard Andreas | 30 September 2025 05:15
Bola.net - Electronic Arts (EA), perusahaan di balik game-game populer seperti FIFA (kini FC26), Battlefield, dan The Sims, secara resmi berpindah tangan ke konsorsium investor melalui transaksi yang dipandang sebagai leveraged buyout terbesar dalam catatan sejarah. Kesepakatan bernilai 55 miliar dolar ini memecahkan rekor baru di ranah investasi teknologi dan industri hiburan digital.
Konsorsium yang mengambil alih EA terdiri dari sejumlah nama besar, di antaranya Public Investment Fund (PIF) yang dikelola pemerintah Arab Saudi, perusahaan investasi yang dipimpin Jared Kushner, menantu Donald Trump yang pernah menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, serta Silver Lake Partners. Setiap pemegang saham EA akan menerima kompensasi sebesar 210 dolar per lembar saham.
Angka tersebut menempatkan transaksi EA jauh di atas rekor sebelumnya, yaitu akuisisi perusahaan utilitas TXU dari Texas pada 2007 yang mencapai 32 miliar dolar dan selama ini menjadi patokan buyout terbesar berbasis utang di dunia.
Nah yang menarik, PIF adalah konsorsium yang juga menaungi sejumlah klub top Arab Saudi, seperti Al Nassr, Al Hilal, Al Ahli, dan Al Ittihad.
PIF Perkuat Cengkeraman di Industri Game
Public Investment Fund (PIF), yang sebelumnya telah mengantongi 9,9% kepemilikan saham di Electronic Arts, kini meneruskan ekspansi investasinya dan mengukuhkan diri sebagai pemegang kepentingan utama. Strategi ini merupakan bagian dari upaya agresif PIF untuk memperlebar jejak di sektor teknologi digital dan hiburan interaktif.
Andrew Marok, analis dari Raymond James, menyatakan bahwa langkah ini bukanlah sesuatu yang mengagetkan. "Sejak tahun 2022, PIF sangat gencar bergerak di pasar video game dengan mengambil posisi saham minoritas di berbagai publisher besar, sekaligus mengakuisisi perusahaan seperti ESL, FACEIT, dan Scopely," jelasnya. Marok menambahkan bahwa pembelian EA merupakan langkah paling besar yang dilakukan PIF melalui sayap investasinya, Savvy Gaming Group.
Tak hanya di EA, PIF juga telah masuk sebagai investor minoritas di Nintendo, menunjukkan ambisi serius Arab Saudi untuk menjadi kekuatan dominan dalam industri hiburan interaktif global.
Tantangan Regulasi dan Dukungan Politik
Meski berpotensi mengubah lanskap industri game secara global, transaksi ini masih menanti persetujuan dari regulator keamanan nasional Amerika Serikat melalui Committee on Foreign Investment (CFIUS). Keterlibatan dana investasi asal Saudi membuat prosesnya cukup sensitif, namun para analis tetap optimistis peluang persetujuannya tinggi.
Salah satu faktor pendukungnya adalah kehadiran Jared Kushner dalam konsorsium, serta kemungkinan dukungan dari Donald Trump terhadap investasi Saudi. Trump diketahui memiliki relasi bisnis erat dengan pihak Saudi lewat penyelenggaraan turnamen LIV Golf di klub-klub golf miliknya sejak 2021, setelah PGA Tour memutuskan hubungan menyusul insiden penyerbuan Capitol oleh pendukung Trump.
Kesepakatan ini juga mencerminkan betapa menariknya industri video game bagi para investor berskala global. Pasar yang terus bertumbuh pesat menjadikan sektor ini sasaran empuk untuk akuisisi bernilai besar di era digital.
Persaingan Ketat dan Strategi Privat
Keputusan EA untuk beralih menjadi perusahaan tertutup dianggap sebagai upaya melakukan restrukturisasi internal tanpa tekanan dari pasar modal. Meskipun masih memiliki basis penggemar yang solid, pendapatan tahunan EA stagnan selama tiga tahun terakhir, hanya bergerak di kisaran 7,4 miliar hingga 7,6 miliar dolar.
Industri ini juga semakin kompetitif setelah Activision Blizzard jatuh ke tangan Microsoft dengan nilai 69 miliar dolar pada tahun 2023. Di sisi lain, pemain-pemain besar seperti Epic Games terus melebarkan sayap lewat game mobile yang menyasar pasar lebih luas.
Transaksi ini juga menandai keterlibatan besar kedua Silver Lake dalam waktu singkat, setelah sebelumnya bermitra dengan Oracle dalam upaya pengambilalihan operasi TikTok di Amerika Serikat. Meskipun rincian final kesepakatan TikTok belum diungkap, keikutsertaan Silver Lake memperlihatkan pola mereka dalam berinvestasi pada perusahaan teknologi yang memiliki basis pengguna global masif.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mencari Pengganti Sandro Tonali Lewat Koneksi Uang Arab Saudi
Liga Inggris 2 November 2023, 03:40
-
Tanpa Lionel Messi, Bayern Munchen Dominasi Daftar FIFA 21 Team of the Year
Bundesliga 23 Januari 2021, 09:43
LATEST UPDATE
-
Usai Cabut dari Real Madrid, Tujuan Xabi Alonso Berikutnya Terungkap
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 04:30
-
Kabar Panas dari Stamford Bridge: Chelsea Siap Lepas Gelandang Juara Piala Dunia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 03:29
-
Prediksi Copenhagen vs Napoli 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Olympiakos vs Leverkusen 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:02
-
Prediksi Sporting CP vs PSG 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:01
-
Prediksi Inter vs Arsenal 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Tottenham vs Dortmund 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Vinicius Dicemooh Fans Real Madrid, Kylian Mbappe tak Terima
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 01:15
-
Prediksi Bodo/Glimt vs Man City 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Kairat vs Club Brugge 20 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 22:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26







