Faiq Bolkiah, Pemain Sepak Bola Terkaya di Dunia dari Brunei Darussalam
Ari Prayoga | 14 Mei 2025 11:52
Bola.net - Pencinta sepak bola Asia Tenggara termasuk di Indonesia tentu familiar dengan nama Faiq Bolkiah. Namun, ketika namanya muncul dalam perbincangan, satu hal yang hampir selalu disebut: kekayaan luar biasa yang dimilikinya.
Faiq bukan pemain top di Liga Inggris atau Spanyol, melainkan berlaga di Liga Thailand bersama Ratchaburi FC. Meski begitu, banyak yang menjulukinya sebagai pesepak bola terkaya di dunia.
Bukan karena gaji atau prestasinya di lapangan, tapi karena statusnya sebagai keponakan Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah. Kekayaan keluarganya yang fantastis, yang didukung oleh cadangan minyak dan gas Brunei, membuat namanya identik dengan kemewahan.
Namun, Faiq sendiri tampaknya tidak terlalu peduli dengan label tersebut.
"Saya orang yang sangat sederhana. Jadwal saya sama setiap hari. Saya hanya ingin fokus pada sepak bola," ujar Faiq dalam wawancara dengan Mainstand Thailand, tak lama setelah kedatangannya di Negeri Gajah Putih pada akhir 2021.
Kalimat itu cukup menggambarkan bagaimana Faiq ingin dikenal—bukan sebagai pangeran, bukan sebagai miliarder, tapi sebagai pesepak bola. Jalannya di dunia sepak bola memang tidak semulus yang dibayangkan.
Faiq pernah menimba ilmu di akademi-akademi top seperti Southampton, Chelsea, dan Leicester City, bahkan sempat mencicipi atmosfer sepak bola Portugal bersama Marítimo. Namun, sorotan media lebih sering tertuju pada asal-usulnya ketimbang performa di lapangan.
Tak Sekaya yang Diberitakan
Gary Koh, seorang jurnalis asal Singapura yang pernah mewawancarainya di tahun 2015, menyebut Faiq sebagai pribadi yang tenang dan terfokus.
"Dia sangat percaya diri, tidak terpengaruh sorotan media meskipun dikawal ketat. Dari jawabannya, jelas ia ingin berhasil karena kerja kerasnya sendiri, bukan karena nama besar keluarganya," kata Koh.
Namun, diamnya Faiq terhadap pemberitaan mengenai kekayaannya justru membuat berbagai mitos berkembang. Banyak media menyebut kekayaannya mencapai 20 miliar dolar AS, bahkan lebih besar dari gabungan kekayaan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Padahal, menurut analis internasional Dr. Mustafa Izzuddin, angka itu kemungkinan besar terlalu dibesar-besarkan.
"Dia memang bagian dari keluarga kerajaan, tapi bukan pewaris utama. Struktur pembagian kekayaan mereka cukup kompleks," ujar Izzuddin.
Terinspirasi Ronaldo

Terlepas dari angka-angka fantastis yang sering dikaitkan dengannya, perjalanan karier Faiq lebih menarik dilihat dari sisi tekadnya. Ia memilih jalur yang berbeda.
Saat banyak orang kaya seusianya menghabiskan waktu di kapal pesiar mewah atau mengelola bisnis keluarga, Faiq justru berkeringat di lapangan, membangun karier dari nol di liga-liga yang jauh dari sorotan dunia.
Inspirasi sepak bolanya pun bukan Messi atau Ronaldo, melainkan Ronaldo Nazario, legenda Brasil yang dikenal karena kecepatan dan kekuatannya.
"Saya punya ratusan video Ronaldo di ponsel saya. Gaya bermainnya yang langsung, fisiknya, cara dia membawa bola—saya ingin meniru itu," ujar Faiq dalam wawancara dengan Progresif Radio tahun 2018.
Namun, jalan kariernya tidak selalu cerah. Penampilannya untuk Timnas Brunei sempat menjanjikan, seperti saat hampir mencetak gol spektakuler melawan Makau di Piala Solidaritas AFC 2016. Tapi setelah itu, karier internasionalnya meredup.
Menurut Koh, mungkin ada faktor lain yang mengalihkan fokus Faiq, termasuk hobinya bermain golf. Tak masuk skuad timnas saat ini justru bisa menjadi 'berkah terselubung', mengingat sorotan media yang selalu menyertainya sebagai anggota kerajaan.
Motivasi Faiq Bolkiah
Kini, setelah pulih dari cedera panjang, Faiq tampaknya masih punya semangat yang sama. Ia ingin membuat keluarganya bangga. Ia ingin mengangkat nama Brunei.
"Saya tahu aku orang pertama dari Brunei yang bisa bermain di level tinggi. Itu sesuatu yang aku banggakan. Saya ingin membuat keluarga saya bangga. Dan saya juga ingin membawa nama Brunei lebih dikenal di dunia," ujarnya.
Mungkin dia bukan bintang besar seperti para megabintang Eropa. Namun kisah Faiq Bolkiah adalah tentang memilih jalur yang tidak biasa. Tentang seorang pangeran yang rela menukar kemewahan dengan latihan fisik yang melelahkan, demi satu tujuan: bermain sepak bola dengan sepenuh hati.
Sumber: Daily Mail
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
-
Michael Carrick Tidak Terkejut Dirinya Tidak Jadi Dipecat Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:58
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





