Omzet Judi Olahraga Meroket, Kasus Match Fixing Dicurigai Melonjak
Gia Yuda Pradana | 5 Maret 2022 14:41
Bola.net - Kasus match fixing di dunia olahraga ditengarai melonjak. Hal ini beriringan dengan meningkatnya jumlah omzet judi yang juga meroket. Temuan ini diungkapkan Sportradar Integrity Services dalam laporan mereka berjudul 'Betting Corruption and Match-fixing in 2021'.
Melalui sistem pengawasan mereka, Universal Fraud Detection System (UFDS), Sportradar mencurigai adanya aktivitas mencurigakan dalam 903 pertandingan tahun lalu. 903 pertandingan ini terjadi dalam 10 cabang olahraga di 76 negara di seluruh dunia.
Menurut Sportradar, ini merupakan temuan terbesar sepanjang 17 tahun keberadaan mereka. Temuan 2021 ini naik 2,4% dari 882 kasus yang tercatat pada 2019 lalu.
Sportradar juga menyebut bahwa kenaikan ini beriringan dengan kenaikan omzet judi olahraga secara global, yang musim lalu mencapai 1,45 triliun euro. Sementara, keuntungan dari match fixing ditaksir sebesar 165 juta euro.
Yang membuat miris, aliran dana dari praktik match fixing ini juga mengalir ke sindikat kriminal terorganisir.
"Tidak ada solusi jangka pendek yang mudah untuk memberantas match fixing. Tahun 2022, kita bisa jadi akan melihat jumlah serupa, jika tak malah meningkat," ucap Managing Director Sportdata, Andreas Krannich, dalam rilis yang didapat redaksi Bola.net.
"Seiring dengan berkembangnya pasar, ancaman match fixing juga meningkat. Saat ini, para pelaku match fixing lebih banyak melakukan pendekatan ke atlet yang bersangkutan melalui media sosial," sambungnya.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Sepak Bola Mendominasi
Dalam temuan yang diungkap Sportradar, ada sejumlah hal menarik. Salah satunya adalah dominasi sepak bola dalam kasus-kasus match fixing.
Sportradar menemukan, satu dari 201 laga sepak bola terindikasi dicemari oleh match fixing. Di urutan kedua, ada esport dan ketiga ada bola basket.
Selain itu, match fixing di sepak bola pun sudah menjadi kanker. Sportradar menemukan bahwa saat ini, kasus match fixing sudah merambah laga-laga di level yang lebih rendah. Separuh dari kasus di kompetisi domestik terjadi di level ketiga, bahkan sampai di sepak bola usia muda.
Melonjak September dan Oktober
Salah satu hal yang juga menjadi temuan Sportradar adalah kasus match fixing melonjak pada September dan Oktober. Ada masing-masing 105 dan 104 kasus pada dua bulan itu. Hal ini berhubungan dengan dimulainya musim kompetisi sepak bola pada dua bulan tersebut.
Hari Minggu menjadi hari di mana laga yang dicurigai teracuni match fixing digelar. Ada 22,5% kasus match fixing yang terjadi pada Hari Minggu. Di urutan berikutnya ada Hari Rabu dan Sabtu, dengan masing-masing 16,8% dan 15,6%.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Potret Wanda Nara Saat Berolahraga di Gym: Sporty dan Seksi!
Kapten Timnas Rusia Buka Suara: Katanya Sepak Bola Tak Bisa Dicampur Politik? Kok Sekarang Beda?
Mari Jalan-jalan ke Chofu, Tempat Pratama Arhan akan Bermain untuk Tokyo Verdy
Jadwal Live Streaming MPL Indonesia Season 9 Pekan Ketiga di Vidio
Potret Georgina Rodriguez Berbadan Tiga, Tetap Cantik dan Seksi!
Wow! Ikut-Ikutan Main Crypto, Barcelona Siap Luncurkan NFT
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Alex Martins Belum Pasti Bela Persebaya di Pekan Pertama BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 2 September 2026, 20:24
-
10 Transfer Termahal Serie A 2026/2027: Goncalo Ramos Teratas, AC Milan Borong 2 Besar
Liga Italia 2 September 2026, 15:12
-
Rekap Transfer Manchester United 2026/2027: 7 Pemain Masuk, 24 Dilepas Setan Merah
Liga Inggris 2 September 2026, 14:00
-
Enzo Fernandez ke Manchester City: Mengapa Chelsea Rela Melepas Kaptennya?
Liga Inggris 2 September 2026, 12:49
LATEST UPDATE
-
Link Live Streaming Ipswich vs Liverpool, 5 September 2026
Liga Inggris 4 September 2026, 23:10
-
Xabi Alonso Minta Chelsea Move On dari Enzo Fernandez
Liga Inggris 4 September 2026, 22:35
-
Michael Carrick Yakin Joshua Zirkzee Masih Penting untuk Manchester United
Liga Inggris 4 September 2026, 22:00
-
Jude Bellingham Makin Bersinar di Sistem Jose Mourinho: Lebih Bebas dan Lebih Berbahaya
Liga Spanyol 4 September 2026, 21:25
-
Hasil BRI Super League: Bali United Bungkam PSS Sleman, Dua Gol Dianulir
Bola Indonesia 4 September 2026, 21:19
-
Chelsea Siapkan 100 Juta Euro untuk Pengganti Enzo Fernandez
Liga Inggris 4 September 2026, 20:50
-
Alasan Manchester United Tak Merekrut Mamadou Sangare meski Sempat Memantaunya
Liga Inggris 4 September 2026, 20:15
-
Barcelona Punya Alasan Khusus Pilih Gabriel Jesus Setelah Gagal Datangkan Julian Alvarez
Liga Spanyol 4 September 2026, 19:40
-
Bintang Chelsea Mulai Cemas karena Xabi Alonso, Siap Pergi Januari
Liga Inggris 4 September 2026, 19:05
-
Jose Mourinho Segera Jalani Ujian Besar di Real Madrid: Hadapi Betis dan Inter
Liga Spanyol 4 September 2026, 18:30
-
Arsenal Daftarkan 22 Pemain di Liga Champions, William Saliba Tetap Dibawa
Liga Champions 4 September 2026, 17:55
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51




