Pelatih Fisik Persis Solo Bikin Program Privat Sambil Berdonasi untuk Yatim Piatu
Gia Yuda Pradana | 15 Mei 2020 10:01
Bola.net - Masih banyak hal yang bisa dilakukan pelaku sepak bola Indonesia ketika kompetisi berhenti akibat pandemi virus Corona. Salah satunya adalah kegiatan mulia di saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan, seperti yang dilakukan oleh pelatih fisik Persis Solo, Budi Kurnia.
Pelatih fisik Persis Solo ini memiliki program mulia selama berada di kampung halamannya, Tasikmalaya, Jawa Barat. Budi memberikan pelatihan kepada atlet maupun non-atlet yang ingin mendapatkan tubuh ideal dan bugar.
Sebanyak sembilan anak didiknya digembleng dalam latihan setiap sore di sekiter rumahnya. Lima orang merupakan atlet, sementara empat lainnya adalah anak muda setempat yang punya niat menurunkan berat badan atau program diet.
Menariknya, anak didik Budi Kurnia dipungut biaya secara sukarela dan berapapun hasilnya nanti akan disumbangkan untuk panti asuhan. Dirinya mengaku sudah tiga hari terakhir menggenjot fisik dalam program yang dirintisnya.
Bayar Seikhlasnya
"Kesibukan saya sekarang adalah membuat program privat sambil berdonasi. Jadi siapapun yang mau saya beri program fisik selama bulan Ramadhan, membayar seikhlasnya dan nanti diberikan kepada anak yatim piatu saat hari raya Idul Fitri," ujar Budi Kurnia kepada Bola.com, Kamis (14/5/2020).
Mantan pelatih fisik PSIS Semarang dan PSMS Medan ini membeberkan sejumlah metode dalam program latihannya yang didukung belasan peralatan olahraga, layaknya ia menggembleng fisik para pemain profesional di timnya.
"Tidak jauh berbeda dengan yang didapatkan para pemain sepak bola di tim saya melatih. Dengan sekitar 15 alat pendukung seperti gym ball, ladder, karet pendek dan panjang, cones, rings, balance board, dan peralatan lainnya," beber pelatih fisik Persis Solo itu.
Memaksimalkan Ibadah
Gagasan membuat program privat sambil berdonasi kali ini bukan tanpa alasan. Budi Kurnia yang dikenal cukup mendalami ilmu agama, ingin memaksimalkan beribadah saat Ramadhan dengan membantu sesama.
"Dalam agama Islam diajarkan bahwa sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan adalah hari-hari terbaik untuk beramal. Pahalanya berlipat ganda," katanya.
"Apalagi saya anak yatim piatu, bisa merasakan betul bagaimana rasanya jadi anak yatim. Setidaknya kami berikan senyum di hari lebaran nanti dari donasi yang dikumpulkan," pungkasnya.
Disadur dari: Bola.com/Vincentius Atmaja/Benediktus Gerendo Pradigdo
Published: 15 Mei 2020
Baca juga artikel-artikel lainnya:
Isi Ramadhan, Pelatih Kiper Persiba Balikpapan Bersih-Bersih Masjid di Malang Raya
Zlatan Ibrahimovic Bikin Ulah, Kendarai Ferrari Ilegal Seharga Rp26 Miliar
Catat, Jadwal Live Streaming Main Bareng Mobile Legends Bersama Mindy Sabrina, 14 Mei 2020
Yuk Ikutan Program Main Bareng Mobile Legends Sore Ini, Ada Giveaway Spesial Menanti Lho!
Tak Bisa Masak, Mario Balotelli Terpaksa Makan Kardus dan Tembok!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Timnas Indonesia vs Oman: Emil Audero
Tim Nasional 5 Juni 2026, 22:26
-
Hasil Lengkap Pertandingan Indonesia Open 2026
Bulu Tangkis 5 Juni 2026, 21:36
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47















