Prestasi Tinju Indonesia di Asian Games Melempem, Ini Analisis Nico Thomas
Afdholud Dzikry | 28 Juli 2018 16:00
Bola.net - - Legenda tinju Indonesia, Nico Thomas, memberikan analisisnya terkait menurunnya prestasi Indonesia di cabang olahraga Tinju di Asian Games. Nico menilai ada dua faktor yang menyebabkan prestasi Tim Indonesia menurun, yaitu mentalitas atlet dan juga faktor pelatih.
Cabang olahraga tinju Indonesia sempat berjaya di Asian Games. Tercatat sudah tiga medali emas, delapan perak, 13 perunggu dipersembahkan petinju Tanah Air.
Namun, keran medali cabang olahraga tinju di Asian Games tertutup sejak terakhir pada 1998. Ketika itu, Hermansen Ballo dan Willem Papilaya menyumbang medali perak dan yang terakhir buat Indonesia di Asian Games.
Nico Thomas menilai, para atlet yang mewakili Indonesia di Asian Games belakangan seperti kehilangan daya juang. Mental yang lemah membuat medali yang didambakan tak kunjung datang.
Pertama, semua itu balik lagi ke tiap-tiap individu petinju. Sebagai petinju ya harusnya lebih giat berlatih lagi. Jangan mudah menyerah dan jangan cepat berpuas diri, kata Nico Thomas kepada Bola.com di Tangerang, Rabu (25/7/2018).
Nico Thomas juga berpendapat sosok pelatih memiliki peran penting dalam sukses tidaknya seorang atlet. Juara dunia tinju kelas terbang mini versi IBF 1989 itu meminta induk olahraga tinju agar tidak asal-asalan menunjuk pelatih.
Kedua, yang melatih atau pelatihnya itu harusnya betul-betul mantan atlet yang berprestasi. Supaya apa? Supaya petinju yang latihan itu termotivasi untuk menjadi seperti pelatihnya. Kalau pelatihnya yang asal usulnya tidak jelas dan tiba-tiba jadi pelatih, kan kasihan petinjunya. Ya minimal pelatihnya pernah berprestasi di Asian Games, ujar Nico Thomas yang jadi salah satu legenda olahraga Tanah Air yang ikut program kampanye Kemenangan Itu Dekat dari sponsor Asian Games, Grab.
Tinju dibebani target satu medali emas di Asian Games 2018. Beban tersebut akan dipikul oleh Mario Blasius Kalli (kelas 49 Kilogram), Aldoms Suguro (52 Kilogram), Sunan Agung Amoragam (56 Kilogram), Farrand Papendang (60 Kilogram), Libertus Gha (64 Kilogram), dan Sarohatua Lumbatobing (69 Kilogram).
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bintang/Sofyan Tantang Jepang di Semifinal Voli Pantai Asian Games 2026
Voli 30 September 2026, 15:46
-
I Made Pajar Ariyana Sumbang Medali Perak untuk Indonesia di Asian Games 2026
Olahraga Lain-Lain 29 September 2026, 16:45
-
Leo/Daniel Sumbang Emas dari Bulu Tangkis Ganda Putra di Asian Games 2026
Bulu Tangkis 29 September 2026, 16:21
LATEST UPDATE
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
News 31 Oktober 2026, 17:13
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18









