Ryan Babel Kembali Bermasalah Dengan Twitter
Editor Bolanet | 9 Mei 2012 18:13
- Penyerang yang pernah bermain untuk , Ryan Babel, kembali mendapat masalah dengan ofisial sepak bola di Jerman setelah menyuarakan pendapatnya melalui akun Twitternya.
Pemain berusia 25 tahun tersebut kini tengah diselidiki oleh Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) setelah menulis, Saya tidak tahu, saya pikir wasit menggunakan obat-obatan, pada akun Twitter resminya setelah diusir keluar lapangan saat membela timnya di kancah Liga Jerman pada Sabtu.
Pemain yang bermain di posisi sayap tersebut mendapat dua kartu kuning saat Hoffenheim kalah 1-3 dari Hertha Berlin, setelah bersitegang dengan kapten Hertha, Levan Kobiashvili, dan melontarkan kata-kata kasar kepada wasit Thorsten Kinhoefer.
Komite disiplin DFB pada Senin meminta pernyataan resmi dari Babel, yang juga pernah mendapat masalah karena tulisannya di Twitter saat masih membela Liverpool.
Pada Januari 2011, Babel didenda 10.000 pounds oleh FA, setelah memasang tautan yang memperlihatkan wasit Inggris, Howard Webb, mengenakan kostum Manchester United.
Sebagai tambahan tautan kepada followernya, Babel juga menulis, Dan mereka menyebutnya salah satu wasit terbaik. Itu adalah lelucon, setelah Webb mengusir kapten Liverpool, Steven Gerrard, ketika Si Merah kalah 0-1 dari United di Piala FA.
Babel meninggalkan Liverpool dan bergabung dengan Hoffenheim pada akhir bulan itu, namun perilaku buruknya kali ini akan memicu ketegangan dengan pelatih Marcus Babbel, yang menyebut tindakan pemain asal Belanda tersebut sebagai tindakan 'bodoh' setelah ia diusir di Berlin. (afp/lex)
Pemain berusia 25 tahun tersebut kini tengah diselidiki oleh Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) setelah menulis, Saya tidak tahu, saya pikir wasit menggunakan obat-obatan, pada akun Twitter resminya setelah diusir keluar lapangan saat membela timnya di kancah Liga Jerman pada Sabtu.
Pemain yang bermain di posisi sayap tersebut mendapat dua kartu kuning saat Hoffenheim kalah 1-3 dari Hertha Berlin, setelah bersitegang dengan kapten Hertha, Levan Kobiashvili, dan melontarkan kata-kata kasar kepada wasit Thorsten Kinhoefer.
Komite disiplin DFB pada Senin meminta pernyataan resmi dari Babel, yang juga pernah mendapat masalah karena tulisannya di Twitter saat masih membela Liverpool.
Pada Januari 2011, Babel didenda 10.000 pounds oleh FA, setelah memasang tautan yang memperlihatkan wasit Inggris, Howard Webb, mengenakan kostum Manchester United.
Sebagai tambahan tautan kepada followernya, Babel juga menulis, Dan mereka menyebutnya salah satu wasit terbaik. Itu adalah lelucon, setelah Webb mengusir kapten Liverpool, Steven Gerrard, ketika Si Merah kalah 0-1 dari United di Piala FA.
Babel meninggalkan Liverpool dan bergabung dengan Hoffenheim pada akhir bulan itu, namun perilaku buruknya kali ini akan memicu ketegangan dengan pelatih Marcus Babbel, yang menyebut tindakan pemain asal Belanda tersebut sebagai tindakan 'bodoh' setelah ia diusir di Berlin. (afp/lex)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Hoffenheim vs Bayern Munchen 17 Mei 2025
Bundesliga 16 Mei 2025, 08:59
-
Netizen Heboh Cristiano Ronaldo ke Indonesia: Makan Malamnya di Mie Gacoan!
Bola Indonesia 18 Februari 2025, 11:50
LATEST UPDATE
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Pemain PSG di Piala Dunia 2026: Fabian Ruiz Juara, Dembele Bersinar
Piala Dunia 21 Juli 2026, 21:21
-
Marcos Santos Bangun Identitas Baru untuk Arema FC Musim 2026/2027
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 21:07
-
Setelah Jadi Pahlawan Spanyol, Ferran Torres Diincar Real Madrid dan PSG
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 21:00
-
Menanti Daya Ledak Kembalinya Iwan Budianto Tangani Arema FC
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 20:59
-
Michael Olise Masih Aman di Bayern Munchen, Real Madrid Mundur
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55













