Suporter dan Pemain, Kala Along-Zulkifli Menangis Bersama Aremania
Editor Bolanet | 26 April 2012 00:05
- Suporter dan tim memang tak bisa dipisahkan, termasuk dengan pemain yang pernah membela tim tersebut, dan hal itulah yang terjadi kepada Noh Alam Shah dan Zulkifli Sukur kala kembali bermain di Kanjuruhan, kandang Arema.
Dua pemain yang kini memperkuat Persib Bandung tersebut kembali ke stadion Kanjuruhan untuk bermain menghadapi mantan klub yang pernah mereka bela. Keduanya merupakan pemain kunci Arema Indonesia saat berhasil meraih trofi Indonesia Super League 2009-2010.
Sebenarnya, dalam pertandingan tersebut masih ada satu lagi mantan pemain Arema yang membela Persib, dia adalah Marcio Souza, namun pemain asal Brazil tersebut rupanya belum memiliki kesan mendalam dengan suporter Arema, Aremania.
Di awal pertandingan atau sebelum laga dimulai, yang memadati stadion Kanjuruhan sedikit memberikan pressing kepada mantan para pemain Arema tersebut, namun bukannya membalas dengan buruk, Along- sapaan akrab Noh Alam Shah malah membalasnya dengan lambaian tangan dan sedikit menitikkan air mata.
Sama dengan Along, bek kanan andalan Timnas Indonesia, Zulkifli Sukur pun sama, ia melambaikan tangan kepada Aremania yang sedikit mengolok-oloknya. Keharuan mendalam terlihat dari matanya yang memerah diiringi tetesan air mata di wajahnya.
Namun, menjelang akhir pertandingan usai, bukan lagi cacian yang dialamatkan kepada kedua pemain tersebut, namun nyanyian ucapan terima kasih yang dilantunkan oleh Aremania.
Terima kasih terima kasih.... Nooohhh Alam Shaaah..Atas Jasamu, juara liga, lirik nyanyian yang dilantunkan oleh Aremania.
Terima kasih terima kasih, Zulkifli Sukur, terima kasih terima kasih, Zulkifli Sukur.
Nyanyian tersebut tak pelak membuat kedua pemain ini terharu, spanduk yang berisi kecaman kepada Along pun tak membuat pemain asal Singapura ini kecewa.
Tangis haru di kala keduanya menghampiri Aremania membuat suasana stadion sedikit membiru. Dengan dikerubuti Aremania yang ingin memeluk dan mengucapkan terima kasih, membuat keduanya tak bisa berkata apa-apa dan hanya menitikkan air mata.
Suporter dan pemain, Aremania dan Along-Zulkifli, berbeda panji yang dibela namun tetap Satu Jiwa.
Dua pemain yang kini memperkuat Persib Bandung tersebut kembali ke stadion Kanjuruhan untuk bermain menghadapi mantan klub yang pernah mereka bela. Keduanya merupakan pemain kunci Arema Indonesia saat berhasil meraih trofi Indonesia Super League 2009-2010.
Sebenarnya, dalam pertandingan tersebut masih ada satu lagi mantan pemain Arema yang membela Persib, dia adalah Marcio Souza, namun pemain asal Brazil tersebut rupanya belum memiliki kesan mendalam dengan suporter Arema, Aremania.
Di awal pertandingan atau sebelum laga dimulai, yang memadati stadion Kanjuruhan sedikit memberikan pressing kepada mantan para pemain Arema tersebut, namun bukannya membalas dengan buruk, Along- sapaan akrab Noh Alam Shah malah membalasnya dengan lambaian tangan dan sedikit menitikkan air mata.
Sama dengan Along, bek kanan andalan Timnas Indonesia, Zulkifli Sukur pun sama, ia melambaikan tangan kepada Aremania yang sedikit mengolok-oloknya. Keharuan mendalam terlihat dari matanya yang memerah diiringi tetesan air mata di wajahnya.
Namun, menjelang akhir pertandingan usai, bukan lagi cacian yang dialamatkan kepada kedua pemain tersebut, namun nyanyian ucapan terima kasih yang dilantunkan oleh Aremania.
Terima kasih terima kasih.... Nooohhh Alam Shaaah..Atas Jasamu, juara liga, lirik nyanyian yang dilantunkan oleh Aremania.
Terima kasih terima kasih, Zulkifli Sukur, terima kasih terima kasih, Zulkifli Sukur.
Nyanyian tersebut tak pelak membuat kedua pemain ini terharu, spanduk yang berisi kecaman kepada Along pun tak membuat pemain asal Singapura ini kecewa.
Tangis haru di kala keduanya menghampiri Aremania membuat suasana stadion sedikit membiru. Dengan dikerubuti Aremania yang ingin memeluk dan mengucapkan terima kasih, membuat keduanya tak bisa berkata apa-apa dan hanya menitikkan air mata.
Suporter dan pemain, Aremania dan Along-Zulkifli, berbeda panji yang dibela namun tetap Satu Jiwa.
Respect, saling menghormati antar pemain dan suporter
(bola/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Arti Penting Kemenangan Lawan Chelsea untuk Arsenal
Liga Spanyol 7 September 2026, 14:30
-
Rodri yang Kian Menyatu dengan Denyut Nadi Barcelona
Liga Spanyol 7 September 2026, 14:00
-
Habis Futsal atau Gym? Lakukan 3 Langkah Ini Biar Tetap Bersih dan Wangi
Lain Lain 7 September 2026, 13:23
-
Barcelona Kian Kokoh di Puncak Klasemen, Hansi Flick: Bodo Amat!
Liga Spanyol 7 September 2026, 11:03
-
Kalah dari Arsenal, Xabi Alonso Soroti Rapuhnya Pertahanan Chelsea
Liga Inggris 7 September 2026, 10:37
-
Bukan Main Jelek, MU Gak Hoki Aja Gagal Menang Lawan Everton!
Liga Inggris 7 September 2026, 09:47
-
Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
Liga Italia 7 September 2026, 09:08
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

