Suporter PSM Nonton Bareng Film "Cahaya dari Timur"
Editor Bolanet | 25 Juni 2014 21:32
- Jeda kompetisi dan libur latihan dimanfaatkan suporter PSM Makassar untuk mencari hiburan. Kebetulan, saat ini tengah diputar film bertema sepakbola berjudul Cahaya dari Timur: Beta Maluku.
Suporter pun ramai-ramai menyaksikan film yang mengangkat tentang perjuangan anak Maluku menyatukan perbedaan dengan bermain sepakbola. Seperti yang dilakukan suporter bersama Media Officer PSM, Andi Widya Syadzwina, di Studio 21 Mal Panakukang Makassar, Rabu (25/6/2014) malam.
Pentolan kelompok suporter Komunitas VIP Selatan (KVS), Erwinsyah, mengatakan bahwa film ini sangat bagus dan menginspirasi. Makanya, sangat direkomendasikan bagi pecinta sepakbola, termasuk pemain PSM.
Saya suka film ini. Bahkan, ini sudah ketiga kalinya saya nonton dan belum bosan, kata Erwin usai nobar.
Maka saya tidak segan mengatakan bahwa film ini layak nonton. Pemain dan tim kepelatihan PSM seharusnya nonton film ini. Agar mereka bisa memiliki semangat Ewako untuk membawa PSM lebih baik, katanya.
Menurut Ewin, banyak nilai yang bisa dipetik dari film tersebut. Ia mencontohkan salah satu adegan dimana pemeran Salim yang menjadi pemain klub Tulehu Putra mengatakan bahwa dalam sepakbola tidak ada perbedaan, baik keyakinan maupun asal daerah.
Juga saat mereka sudah tampil di Jakarta. Kata-kata Salemo (Salim) sungguh menggugah. Ia katakan,'Jangan pedulikan wasit yang berpihak pada lawan. Ketika dijatuhkan harus bangun lagi, ketika disikut harus bangkit lagi'. Saya harap semangat seperti itu bisa ada dalam jiwa pemain PSM, ujar Erwin.
Film ini berlatar belakang kerusuhan atau konflik antar agama yang terjadi di Ambon, Maluku, beberapa tahun silam. Film ini fokus pada sosok Sani (Chicco Jerikho) yang berprofesi sebagai tukang ojek. Ia berasal dari Tulehu yang mayoritas beragama Islam. Ia pernah berlatih sebagai pemain sepak bola nasional di Jakarta saat remaja.
Saat konflik, ia melihat anak-anak kecil di Maluku suka menonton kerusuhan dan pertikaian antar kelompok dari dekat sehingga membahayakan keselamatan mereka. Sani memikirkan sebuah cara supaya anak-anak itu memiliki aktivitas lain sehingga tidak lagi pergi menonton kerusuhan.
Akhirnya tanpa sengaja dia memutuskan memberikan pelatihan sepak bola pada anak-anak di desa Tulehu, tempatnya tinggal bersama sahabat masa kecil yang juga pernah berlatih sepak bola. (nda/dzi)
Suporter pun ramai-ramai menyaksikan film yang mengangkat tentang perjuangan anak Maluku menyatukan perbedaan dengan bermain sepakbola. Seperti yang dilakukan suporter bersama Media Officer PSM, Andi Widya Syadzwina, di Studio 21 Mal Panakukang Makassar, Rabu (25/6/2014) malam.
Pentolan kelompok suporter Komunitas VIP Selatan (KVS), Erwinsyah, mengatakan bahwa film ini sangat bagus dan menginspirasi. Makanya, sangat direkomendasikan bagi pecinta sepakbola, termasuk pemain PSM.
Saya suka film ini. Bahkan, ini sudah ketiga kalinya saya nonton dan belum bosan, kata Erwin usai nobar.
Maka saya tidak segan mengatakan bahwa film ini layak nonton. Pemain dan tim kepelatihan PSM seharusnya nonton film ini. Agar mereka bisa memiliki semangat Ewako untuk membawa PSM lebih baik, katanya.
Menurut Ewin, banyak nilai yang bisa dipetik dari film tersebut. Ia mencontohkan salah satu adegan dimana pemeran Salim yang menjadi pemain klub Tulehu Putra mengatakan bahwa dalam sepakbola tidak ada perbedaan, baik keyakinan maupun asal daerah.
Juga saat mereka sudah tampil di Jakarta. Kata-kata Salemo (Salim) sungguh menggugah. Ia katakan,'Jangan pedulikan wasit yang berpihak pada lawan. Ketika dijatuhkan harus bangun lagi, ketika disikut harus bangkit lagi'. Saya harap semangat seperti itu bisa ada dalam jiwa pemain PSM, ujar Erwin.
Film ini berlatar belakang kerusuhan atau konflik antar agama yang terjadi di Ambon, Maluku, beberapa tahun silam. Film ini fokus pada sosok Sani (Chicco Jerikho) yang berprofesi sebagai tukang ojek. Ia berasal dari Tulehu yang mayoritas beragama Islam. Ia pernah berlatih sebagai pemain sepak bola nasional di Jakarta saat remaja.
Saat konflik, ia melihat anak-anak kecil di Maluku suka menonton kerusuhan dan pertikaian antar kelompok dari dekat sehingga membahayakan keselamatan mereka. Sani memikirkan sebuah cara supaya anak-anak itu memiliki aktivitas lain sehingga tidak lagi pergi menonton kerusuhan.
Akhirnya tanpa sengaja dia memutuskan memberikan pelatihan sepak bola pada anak-anak di desa Tulehu, tempatnya tinggal bersama sahabat masa kecil yang juga pernah berlatih sepak bola. (nda/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs PSM Makassar 16 Oktober 2026
Bola Indonesia 15 Oktober 2026, 16:27
-
Hasil BRI Super League: Java United Tekuk Borneo FC, PSS Libas PSM Makassar
Bola Indonesia 11 Oktober 2026, 17:50
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Persita 19 September 2026
Bola Indonesia 18 September 2026, 15:48
-
Hasil BRI Suoer League Sore Ini: Persita dan PSM Raih Comeback Dramatis!
Bola Indonesia 13 September 2026, 17:30
-
Prediksi BRI Super League: PSM Makassar vs Arema FC 13 September 2026
Bola Indonesia 12 September 2026, 14:45
LATEST UPDATE
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
-
Michael Carrick Tidak Terkejut Dirinya Tidak Jadi Dipecat Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:58
-
Goncalo Ramos Kesulitan di AC Milan: Transfer 73 Juta Euro Belum Mampu jadi Mesin Gol
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:44
-
Michael Carrick Girang Kobbie Mainoo Sudah Pulih, Tapi Prihatin dengan Kondisi Sesko
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:40
-
Michael Carrick Benarkan Sudah Berdamai dengan Bruno Fernandes
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:30
-
Dianggurin Chelsea, PSG Siap Tampung Estevao
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:20
-
Reaksi Juventus Usai Kalah dari Genoa: Gelar 'Retreat' Selama 2 Hari!
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:15
-
Roy Keane Senang Michael Carrick Tidak Jadi Dipecat, Tapi....
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:07
-
Setelah Chelsea, Liverpool Bidik Arsenal Sebagai Korban Berikutnya!
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 20:58
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:06
-
Prediksi BRI Super League: Java United vs Bhayangkara FC 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:02
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




