Gagal di Olimpiade, KOI Tunggu Laporan PBSI
Editor Bolanet | 7 Agustus 2012 20:30
- Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo mengaku prihatin atas kegagalan tim bulu tangkis Indonesia di Olimpiade London 2012. Ia pun mengaku sedang menunggu laporan dari Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PB PBSI).
Sembilan atlet bulu tangkis yang diharapkan meraih emas malah tidak mendapat apa-apa. Kami prihatin sekali, kata Rita yang dimintai evaluasi mengenai hasil kontingen Indonesia secara keseluruhan di London, Selasa (7/8). Kami tidak ikut campur masalah internal PB, tetapi kami ingin mendengar laporan PBSI, ujarnya.
Ia juga menyesalkan kasus yang menimpa ganda putri Indonesia Greysia Polii/Meiliana Jauhari yang didiskualifikasi bersama pasangan Korea dan China karena dinilai sengaja mengalah. Sangat disesalkan karena itu juga memengaruhi kondisi psikologis atlet-atlet lain, lanjutnya.
Pada Olimpiade London, bulu tangkis tidak memperoleh satu medali pun. Padahal di Beijing empat tahun lalu, Indonesia berhasil memperoleh satu emas, satu perak, dan satu perunggu.
Rita juga menyarankan agar cabang-cabang olahraga Olimpiade lebih banyak dipertandingkan di SEA Games untuk meningkatkan prestasi negara-negara Asia Tenggara. Hingga hari ke-12 penyelenggaraan Olimpiade, belum satu pun negara Asia Tenggara yang memperoleh medali emas.
Negara-negara Asia Tenggara belum ada yang dapat emas. Jadi, cabang-cabang Olimpiade harus lebih banyak dimasukkan ke SEA Games. Paling tidak ada 15-30 cabang Olimpiade, komentarnya.
Posisi teratas negara-negara Asia Tenggara diraih Indonesia di urutan 47 dunia (satu perak dan satu perunggu), diikuti Malaysia dan Thailand yang sama-sama berada di posisi ke-53 dengan satu perak. (ant/kny)
Sembilan atlet bulu tangkis yang diharapkan meraih emas malah tidak mendapat apa-apa. Kami prihatin sekali, kata Rita yang dimintai evaluasi mengenai hasil kontingen Indonesia secara keseluruhan di London, Selasa (7/8). Kami tidak ikut campur masalah internal PB, tetapi kami ingin mendengar laporan PBSI, ujarnya.
Ia juga menyesalkan kasus yang menimpa ganda putri Indonesia Greysia Polii/Meiliana Jauhari yang didiskualifikasi bersama pasangan Korea dan China karena dinilai sengaja mengalah. Sangat disesalkan karena itu juga memengaruhi kondisi psikologis atlet-atlet lain, lanjutnya.
Pada Olimpiade London, bulu tangkis tidak memperoleh satu medali pun. Padahal di Beijing empat tahun lalu, Indonesia berhasil memperoleh satu emas, satu perak, dan satu perunggu.
Rita juga menyarankan agar cabang-cabang olahraga Olimpiade lebih banyak dipertandingkan di SEA Games untuk meningkatkan prestasi negara-negara Asia Tenggara. Hingga hari ke-12 penyelenggaraan Olimpiade, belum satu pun negara Asia Tenggara yang memperoleh medali emas.
Negara-negara Asia Tenggara belum ada yang dapat emas. Jadi, cabang-cabang Olimpiade harus lebih banyak dimasukkan ke SEA Games. Paling tidak ada 15-30 cabang Olimpiade, komentarnya.
Posisi teratas negara-negara Asia Tenggara diraih Indonesia di urutan 47 dunia (satu perak dan satu perunggu), diikuti Malaysia dan Thailand yang sama-sama berada di posisi ke-53 dengan satu perak. (ant/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Thailand Masters 2026, 29 Januari-1 Februari 2026
Bulu Tangkis 31 Januari 2026, 08:32
LATEST UPDATE
-
Wah! Andai Jadi Juara EPL, Gelar Arsenal Bisa Dipertanyakan
Liga Inggris 6 Maret 2026, 12:17
-
Absen di Dua Laga Terakhir Arsenal, Begini Update Cedera Martin Odegaard
Liga Inggris 6 Maret 2026, 11:45
-
Gelandang Juventus Ini Masuk Daftar Belanja Manchester United?
Liga Inggris 6 Maret 2026, 11:25
LATEST EDITORIAL
-
5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Siapa Lebih Unggul?
Editorial 4 Maret 2026, 14:37



















