Greysia P-Meiliana J Kalah Kelas Dengan Ganda China
Editor Bolanet | 9 Maret 2012 09:55
- Secara mengenaskan Indonesia harus angkat koper terlebih dahulu pada sektor ganda putri lantaran setelah satu-satunya pasangan ganda putri yang tersisa Greysia Polii-Meiliana Jauhari harus tumbang pada babak 16 besar All England.
Greysia Polii-Meiliana Jauhari harus mengakui keunggulan pasangan ganda wanita Wang Xiaoli-Yu Yang dengan skor 16-21, 12-21 di National Indoor Arena, Birmingham, Inggris.
Pasangan Indonesia ini memang mengalami kesulitan saat berhadapang dengan pasangan dari China ini terbukti pasangan China ini mampu unggul 5-0 pada set pertama.
Namun pada game kedua Greysia-Meiliana bangkit untuk memimpin hingga kedudukan 8-3 sebelum pasangan China mengumpulkan lima poin beruntun untuk membalik keadaan dan tidak terkejar lagi hingga memenangi pertandingan.
Menanggapi kekalahan anak asuhnya pelatih ganda putri Indonesia, Aryono Miranat mengakui bahwa anak asuhnya (Greysia-Meiliana) tidak bisa lepas dari tekanan lawan yang memang punya kualitasi tekanan yang bagus.
Kalau pun bisa lepas dan balik menyerang dan bisa menghasilkan poin, itu pun tidak konsisten, tambah Aryono yang menyebutkan bahwa pasangan tersebut harus memperbaiki konsistensi serta konsentrasi pada pola permainan.
Tadi sempat memimpin tapi karena kurang konsisten dan konsentrasi hingga tertekan terus, ujarnya. (ant/syp)
Greysia Polii-Meiliana Jauhari harus mengakui keunggulan pasangan ganda wanita Wang Xiaoli-Yu Yang dengan skor 16-21, 12-21 di National Indoor Arena, Birmingham, Inggris.
Pasangan Indonesia ini memang mengalami kesulitan saat berhadapang dengan pasangan dari China ini terbukti pasangan China ini mampu unggul 5-0 pada set pertama.
Namun pada game kedua Greysia-Meiliana bangkit untuk memimpin hingga kedudukan 8-3 sebelum pasangan China mengumpulkan lima poin beruntun untuk membalik keadaan dan tidak terkejar lagi hingga memenangi pertandingan.
Menanggapi kekalahan anak asuhnya pelatih ganda putri Indonesia, Aryono Miranat mengakui bahwa anak asuhnya (Greysia-Meiliana) tidak bisa lepas dari tekanan lawan yang memang punya kualitasi tekanan yang bagus.
Kalau pun bisa lepas dan balik menyerang dan bisa menghasilkan poin, itu pun tidak konsisten, tambah Aryono yang menyebutkan bahwa pasangan tersebut harus memperbaiki konsistensi serta konsentrasi pada pola permainan.
Tadi sempat memimpin tapi karena kurang konsisten dan konsentrasi hingga tertekan terus, ujarnya. (ant/syp)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Arsenal vs Everton vs Max Dowman
Liga Inggris 15 Maret 2026, 03:56
-
Man of the Match Chelsea vs Newcastle: Anthony Gordon
Liga Inggris 15 Maret 2026, 03:00
-
Prediksi Como vs Roma 16 Maret 2026
Liga Italia 15 Maret 2026, 00:01
-
Hasil Bundesliga: 9 Pemain Bayern Tertahan di Markas Leverkusen
Bundesliga 14 Maret 2026, 23:58
-
Prediksi Liverpool vs Tottenham 15 Maret 2026
Liga Inggris 14 Maret 2026, 23:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54










