Kisah Lahirnya Rivalitas Melegenda Antara Lin Dan vs Lee Chong Wei
Anindhya Danartikanya | 29 Mei 2020 16:40
Bola.net - Lin Dan (China) dan Lee Chong Wei (Malaysia) dikenal membentuk rivalitas sengit bahkan salah satu yang terhebat di arena bulu tangkis dunia. Persaingan itu diyakini membuat bulu tangkis makin populer di dunia. Bagaimana awal mula rivalitas mereka?
Perjumpaan pertama Lin Dan kontra Chong Wei tersaji pada final Thomas Cup Asia Preliminaries 2004. Partai tersebut dimenangi Lin Dan. Namun, bisa dibilang rivalitas legendaris itu dimulai 15 tahun silam di Kuala Lumpur pada ajang Malaysia Terbuka 2005.
Saat itu, Chong Wei dan Lin Dan yang berstatus rising star bertemu untuk kali pertama di laga final untuk gelar individu. Partai itulah yang diyakini jadi momen lahirnya rivalitas terhebat di kancah bulu tangkis.
Puas Kalahkan Lin Dan
Saat itu, Chong Wei yang berusia 22 tahun, langsung menjatuhkan diri ke lantai lapangan, mengepalkan tangan ke udara dan mengirimkan ciuman jarak jauh kepada para penonton setelah mengalahkan Lin Dan dalam pertarungan yang ketat.
Duel berlangsung selama 88 menit Chong Wei memenangi pertandingan dengan skor 17-15, 9-15, 15-9. Pada gim pertama dan ketiga, Chong Wei lebih dulu tertinggal, tapi akhirnya mampu bangkit.
"Setiap orang melihat bagaimana Lin Dan bermain. Dia luar biasa dalam menyerang dan smes overhead-nya serta pukulan forehand crosscourt-nya berbahaya. Jadi sangat memuaskan mengalahkan dirinya," kata Chong Wei via Today Online, Sabtu (23/5/2020).
Bikin Bulu Tangkis Makin Populer
Pertandingan tersebut menyuguhkan intensitas tinggi. Setelah laga itu, perlahan fans baru bulu tangkis bermunculan. Mereka tertarik menyaksikan rivalitas Chong Wei vs Lin Dan.
Laga di Kuala Lumpur itu akan selalu diingat sebagai momen terbaik Chong Wei atas Lin Dan. Setelah itu, Lin Dan menjelma jadi lawan yang menjegal ambisi Chong Wei meraih dua gelar paling bergengsi di kancah bulu tangkis.
Chong Wei takluk dari Lin Dan di final Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012. Chong Wei mampu membalas dengan mengalahkan Lin Dan di semifinal Olimpiade Rio 2016. Sayang, di final Chong Wei takluk dari pemain China lainnya, Chen Long. Lin Dan juga yang memupuskan ambisi Chong Wei dalam dua kali final Kejuaraan Dunia, yaitu pada 2011 dan 2013.
"Rivalitas mereka hadir di periode ketika bulu tangkis membutuhkan inspirasi. Mereka membuat olahraga bulu tangkis menjadi kian populer," kata jurnalis olahraga veteran Malaysia, K.M. Boopathy, yang menyaksikan pertandingan pada 2005, kepada AFP.
Saling Respek
Chong Wei dan Lin Dan total berduel di lapangan sebanyak 40 kali. Lin Dan lebih mendominasi, dengan memenangi 28 laga di antaranya. Lin dan Chong Wei punya karakter yang sangat berbeda. Meskipun jadi rival sengit di lapangan, mereka juga bersahabat hangat serta saling respek.
Super Dan, julukan Lin Dan, dikenal sebagai pebulu tangkis bengal. Bahkan, dia memiliki reputasi sebagai pemain yang sulit diatur, tapi konsisten mengukir prestasi. Sebaliknya, Chong Wei dikenal sebagai pebulu tangkis yang kalem dan ramah.
Saat ini, Chong Wei sudah gantung raket. Saat Chong Wei mengumumkan pensiun pada tahun lalu, tak lama setelah sembuh dari kanker hidung, Lin Dan memberikan komentar yang menyentuh. "Saya akan sendirian di lapangan dan tak ada yang akan menemani saya," tulis Lin Dan via Weibo.
Di sisi lain, Chong Wei menunjukkan rasa hormatnya terhadap Lin Dan dengan melabelinya sebagai legenda. "Raihan titelnya menunjukkan siapa dirinya. Kita harus memberi hormat kepadanya," ujar Chong Wei.
Disadur dari: Bolacom (Yus Mei Sawitri) | Dipublikasi: 25 Mei 2020
Video: Tontowi Ahmad Umumkan Pensiun dari Bulu Tangkis di Instagram
Baca Juga:
- Menilik Kekuatan Jonatan Christie vs Anthony Ginting Lewat Hasil Head-to-Head
- Video: Pesan Tontowi Ahmad untuk Praveen Jordan/Melati Daeva Jelang Olimpiade
- Tontowi Ahmad Minta Praveen/Melati Jaga Konsistensi agar Sukses
- Video: Tontowi Ahmad Masih Suka Terbawa Suasana Bertanding Sebelum Tidur
- Sudah Pensiun, Tontowi Ahmad Akui Masih Kerap Terbayang Suasana Kompetisi Bulu Tangkis
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Media Malaysia Soroti Gaji John Herdman: Tertinggi ASEAN, Tapi PSSI Masih Mode Hemat
Tim Nasional 29 Desember 2025, 15:58
-
Veda Ega Pratama Soal Impian Balapan di MotoGP, Ingin Fokus di Moto3 Lebih Dulu
Otomotif 27 Desember 2025, 11:33
-
Veda Ega Pratama Prediksi Debutnya di Moto3 2026 Menantang, Lawan Banyak Rider Berpengalaman
Otomotif 27 Desember 2025, 10:21
-
Persib Terancam Pincang saat Menjamu PSM Makassar di BRI Super League
Bola Indonesia 26 Desember 2025, 22:53
LATEST UPDATE
-
Prediksi Inter vs Bologna 5 Januari 2026
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:45
-
Juventus vs Lecce: Pemain Terbaik dan Terburuk di Allianz Stadium
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:37
-
Man of the Match Juventus vs Lecce: Wladimiro Falcone
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:27
-
Hasil Sassuolo vs Parma: Jay Idzes Gagal Bantu Neroverdi Raih Poin Penuh
Tim Nasional 4 Januari 2026, 01:13
-
Prediksi Man City vs Chelsea 5 Januari 2026
Liga Inggris 4 Januari 2026, 00:30
-
BRI Super League: Kuota Penonton Persik vs Persib Dibatasi
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 22:44
-
Prediksi BRI Super League, Bali United vs Arema FC 4 Januari 2026
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 22:31
-
Prediksi Real Madrid vs Real Betis 4 Januari 2026
Liga Spanyol 3 Januari 2026, 22:15
-
Prediksi Fulham vs Liverpool 4 Januari 2026
Liga Inggris 3 Januari 2026, 22:00
-
Prediksi BRI Super League, PSIM Yogyakarta vs Semen Padang 4 Januari 2026
Liga Inggris 3 Januari 2026, 21:35
-
Prediksi BRI Super League, Persis Solo vs Persita 4 Januari 2026
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 21:10
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43





