Lee Yong-dae/Kim Gi-jung Bangga Juarai Malaysia Masters 2020
Anindhya Danartikanya | 13 Januari 2020 09:13
Bola.net - Pasangan bulu tangkis ganda putra Korea Selatan, Lee Yong-dae/Kim Gi-jung, sukses meraih gelar pertama sebagai pasangan di turnamen level Super 500 ke atas, usai menjuarai Malaysia Masters 2020 pada Minggu (12/1/2020).
Kemenangan itu membuat Lee/Kim mulai berani bicara kans lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. Meskipun demikian, mereka menyadari merebut tiket ke Tokyo tak akan mudah karena sudah ada margin besar dengan poin-poin para pesaing mereka.
Apalagi, perburuan tiket Olimpiade sudah tinggal beberapa bulan lagi. Lee/Kim sangat menyadari fakta tersebut. Namun, mereka tak mau mengibarkan bendera putih sebelum bertarung.
"Pada 2020, ini baru turnamen pertama. Kami ingin memastikan bermain tanpa cedera. Ini tahun Olimpiade, kami belum punya poin, tapi masih ada waktu. Kami akan terus berlatih dan bekerja keras dan melihat apa yang bisa kami lakukan pada sisa musim ini," kata Kim via situs BWF.
Pikiran Jadi Nyaman
Kemenangan Lee/Kim di Malaysia Masters pantas diapresiasi karena pada final di Axiata Arena, Kuala Lumpur, mengalahkan ganda putra andalan China, Li Jun Jui/Liu Yu Chen. Lee/Kim menang dua gim langsung 21-14, 21-16, dalam 40 menit.
Sebelum mengalahkan Li/Liu di final, Lee/Kim berhasil mendepak ganda Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di semifinal. Setelah mengalahkan Fajar/Rian, Lee berjanji akan habis-habisan menyerang ganda China. Mereka akan memfokuskan permainan di sekitar net.
Strategi tersebut benar-benar diterapkan. Lee/Kim bermain dengan tenang di depan net, serta tempo agak lambat. Taktik tersebut mampu membuat Li/Liu tak bisa mengandalkan kecepatan yang menjadi andalan selama ini.
"Ini adalah titel Super 500 pertama kami dan juga turnamen pertama tahun ini, rasanya hebat. Tahun lalu, kami tak bisa bermain dan berlatih sebanyak yang kami inginkan. Fakta kami bisa menang pekan ini membuat pikiran kami menjadi nyaman," kata Kim.
Kunci Kemenangan
Kim Gijung mengatakan permainan di depan net menjadi kunci Lee/Kim meredam ganda China berjuluk Duo Menara itu. Li/Liu kesulitan mengadopsi gaya permainan mereka, sehingga terus tertekan sepanjang pertandingan.
"Mengingat Li/Liu sangat tinggi dan punya drive serta smes sangat baik, permainan di depan net kami jadi kunci. Taktik itu berhasil sangat baik. Selain itu, para penonton di belakang kami dan itu membuat ganda China kesulitan menggunakan taktik mereka," urai Kim.
"Saya sudah sering bermain di Malaysia, tapi kali ini dukungan mereka yang terbaik. Ketika kami tiba di lapangan, dukungan mereka menjadi pendongkrak semangat dan membuat kami ingin memenangi turnamen. Ketika berhasil menang, kami jadi ingin berterima kasih lebih banyak kepada penonton," imbuh Kim.
Kim Gi-jung belum pernah meraih medali Olimpiade sepanjang kariernya. Sebaliknya, Lee sudah mengantongi dua medali Olimpiade. Lee meraih medali emas pada Olimpiade 2008 di sektor ganda campuran, serta mendapat medali perak pada Olimpiade 2012 pada nomor ganda putra.
Disadur dari: Bolacom/Penulis: Yus Mei Sawitri/Editor: Yus Mei Sawitri/Dipublikasi: 13 Januari 2020
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
BRI Super League: Pemain Asing Baru Arema FC Adalah Teman Lama Vinicius Junior
Bola Indonesia 15 Januari 2026, 18:54
-
Bocoran FIFA Series 2026: Timnas Indonesia vs Bulgaria
Tim Nasional 14 Januari 2026, 22:59
-
BRI Super League: Brasil Dominasi Daftar Pencetak Gol Putaran Pertama
Bola Indonesia 14 Januari 2026, 21:22
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






