Para Jagoan Bulutangkis Siap Unjuk Kebolehan di BCA Indonesia Open 2015
Editor Bolanet | 1 Juni 2015 18:12
- Perhelatan akbar BCA Indonesia Open Superseries Premier 2015 akan segera dimulai pada 2 hingga 7 Juni mendatang. Pemain papan atas dunia pun perlahan mulai berdatangan ke ibu kota tanah air, Jakarta. Istora Senayan kembali akan menjadi saksi bisu persaingan ketat turnamen yang kali ini menawarkan hadiah total Rp 10 Miliar, hadiah terbesar sepanjang penyelenggaraan Indonesia Open.
Dukungan pendukung merah putih di Istora nantinya tentu akan menjadi nilai tersendiri bagi para atlet yang berlaga. Memiliki supporter yang terkenal dengan fanatisme dan keriuhan mereka di arena, tentu akan menjadi motivasi tambahan bagi atlet yang berlaga.
Sebagai sponsor, BCA bangga menyajikan kembali kepada masyarakat Indonesia turnamen yang bergengsi yang sudah dinantikan oleh para pecinta bulutangkis. Kami ingin memberikan sebuah pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap pemain yang akan bertanding maupun para penonton yang akan hadir di Istora,” ujar Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA.
Djarum Foundation yang juga senantiasa mendukung perhelatan pertandingan bergengsi ini menyatakan kesiapannya menjelang hari pertandingan. Segala persiapan sudah dilakukan dan semoga acara nanti bisa berjalan dengan lancar tanpa kekurangan suatu apapun. Kami siap menyambut para pebulutangkis dan pecinta bulutangkis untuk hadir langsung dan turut memeriahkan Istora, ujar Manager Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, Budi Darmawan.
“Terimakasih kepada BWF yang sudah memberikan kepercayaan kepada kami untuk melaksanakan turnamen BIOSSP untuk yang ke empat kalinya. Secara keseluruhan, turnamen BIOSSP ini sudah siap digelar. Kami berharap turnamen ini dapat menyuguhkan tontonan yang menarik bagi masyarakat
Indonesia dan juga dapat memotivasi masyarakat untuk menjadikan bulutangkis sebagai olahraga pilihan,” papar Anton Subowo, Sekjen PP PBSI yang juga merangkap sebagai ketua panitia pelaksana BIOSSP.
Semoga dengan semakin spektakulernya hadiah yang diperebutkan dan penyelenggaraan yang kerap mendapat penghargaan sebagai penyelenggaraan turnamen terbaik dunia versi Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) besar harapan agar hal ini bisa diiringi dengan suksesnya pebulutangkis tanah air di rumah sendiri.
Persiapan untuk BIOSSP kali ini sudah mendekati maksimal, dan kami mengandalkan sektor ganda putra dan ganda campuran untuk bisa meraih gelar, ditambah dengan performa para atlet yang cukup menjanjikan. Kami berharap para atlet bisa menampilkan performa terbaiknya dan minimal kami bisa meraih dua gelar. Saya juga berharap para pemain muda dapat menggali pengalaman dan memetik pelajaran di turnamen bergengsi ini. Semoga mereka dapat membuat kejutan dengan mengalahkan pemain unggulan, ujar Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rexy Mainaky.
Bagi Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Istora menjadi tempat tersendiri yang belum mereka taklukan. Dua tahun lalu, pasangan yang akrab disapa Owi/Butet ini harus rela berada di posisi runner up, sementara tahun lalu mereka bahkan harus rela terhenti di babak semifinal.
Selain Owi/Butet, Indonesia pun tentu bisa berharap ganda lainnya seperti Riky Widianto/Richi Puspita Dili dan Praveen Jordan/Debby Susanto untuk menggebrak panggung Istora. Di sisi lain, dua ganda muda Indonesia pun cukup menjanjikan, Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja, serta kembalinya Alfian Eko Prasetyo berpasangan dengan Annisa Saufika diharapkan mampu menjajal kemampuan mereka di pentas dunia ini.
Selain di ganda campuran, peluang merah putih untuk merebut gelar ada di pundak punggawa ganda putra. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan tentu ingin kembali meraih kejayaannya di Istora setelah tahun lalu kandas di partai puncak. Mereka pun tak sendiri, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi yang berhasil meraih gelar di Singapore Open Superseries 2015 pun bisa menjadi amunisi tambahan bagi merah putih. Dan tentu tak terlalu muluk jika kita pun bisa berharap kejutan dari duet Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, dan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf.
Sedangkan di nomor ganda putri, penampilan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari setelah berhasil meraih emas Asian Games 2014 tentu sangat dinantikan. Mereka akan menjadi pemimpin bagi para juniornya untuk kembali membuat sejarah, di mana sektor ini terakhir menyumbangkan gelar adalah di tahun 2008 lalu melalui duet Liliyana Natsir/Vita Marissa. (prl/pra)
Dukungan pendukung merah putih di Istora nantinya tentu akan menjadi nilai tersendiri bagi para atlet yang berlaga. Memiliki supporter yang terkenal dengan fanatisme dan keriuhan mereka di arena, tentu akan menjadi motivasi tambahan bagi atlet yang berlaga.
Sebagai sponsor, BCA bangga menyajikan kembali kepada masyarakat Indonesia turnamen yang bergengsi yang sudah dinantikan oleh para pecinta bulutangkis. Kami ingin memberikan sebuah pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap pemain yang akan bertanding maupun para penonton yang akan hadir di Istora,” ujar Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA.
Djarum Foundation yang juga senantiasa mendukung perhelatan pertandingan bergengsi ini menyatakan kesiapannya menjelang hari pertandingan. Segala persiapan sudah dilakukan dan semoga acara nanti bisa berjalan dengan lancar tanpa kekurangan suatu apapun. Kami siap menyambut para pebulutangkis dan pecinta bulutangkis untuk hadir langsung dan turut memeriahkan Istora, ujar Manager Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, Budi Darmawan.
“Terimakasih kepada BWF yang sudah memberikan kepercayaan kepada kami untuk melaksanakan turnamen BIOSSP untuk yang ke empat kalinya. Secara keseluruhan, turnamen BIOSSP ini sudah siap digelar. Kami berharap turnamen ini dapat menyuguhkan tontonan yang menarik bagi masyarakat
Indonesia dan juga dapat memotivasi masyarakat untuk menjadikan bulutangkis sebagai olahraga pilihan,” papar Anton Subowo, Sekjen PP PBSI yang juga merangkap sebagai ketua panitia pelaksana BIOSSP.
Semoga dengan semakin spektakulernya hadiah yang diperebutkan dan penyelenggaraan yang kerap mendapat penghargaan sebagai penyelenggaraan turnamen terbaik dunia versi Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) besar harapan agar hal ini bisa diiringi dengan suksesnya pebulutangkis tanah air di rumah sendiri.
Persiapan untuk BIOSSP kali ini sudah mendekati maksimal, dan kami mengandalkan sektor ganda putra dan ganda campuran untuk bisa meraih gelar, ditambah dengan performa para atlet yang cukup menjanjikan. Kami berharap para atlet bisa menampilkan performa terbaiknya dan minimal kami bisa meraih dua gelar. Saya juga berharap para pemain muda dapat menggali pengalaman dan memetik pelajaran di turnamen bergengsi ini. Semoga mereka dapat membuat kejutan dengan mengalahkan pemain unggulan, ujar Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rexy Mainaky.
Bagi Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Istora menjadi tempat tersendiri yang belum mereka taklukan. Dua tahun lalu, pasangan yang akrab disapa Owi/Butet ini harus rela berada di posisi runner up, sementara tahun lalu mereka bahkan harus rela terhenti di babak semifinal.
Selain Owi/Butet, Indonesia pun tentu bisa berharap ganda lainnya seperti Riky Widianto/Richi Puspita Dili dan Praveen Jordan/Debby Susanto untuk menggebrak panggung Istora. Di sisi lain, dua ganda muda Indonesia pun cukup menjanjikan, Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja, serta kembalinya Alfian Eko Prasetyo berpasangan dengan Annisa Saufika diharapkan mampu menjajal kemampuan mereka di pentas dunia ini.
Selain di ganda campuran, peluang merah putih untuk merebut gelar ada di pundak punggawa ganda putra. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan tentu ingin kembali meraih kejayaannya di Istora setelah tahun lalu kandas di partai puncak. Mereka pun tak sendiri, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi yang berhasil meraih gelar di Singapore Open Superseries 2015 pun bisa menjadi amunisi tambahan bagi merah putih. Dan tentu tak terlalu muluk jika kita pun bisa berharap kejutan dari duet Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, dan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf.
Sedangkan di nomor ganda putri, penampilan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari setelah berhasil meraih emas Asian Games 2014 tentu sangat dinantikan. Mereka akan menjadi pemimpin bagi para juniornya untuk kembali membuat sejarah, di mana sektor ini terakhir menyumbangkan gelar adalah di tahun 2008 lalu melalui duet Liliyana Natsir/Vita Marissa. (prl/pra)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Lengkap Pertandingan Bulu Tangkis Australia Open 2026
Bulu Tangkis 14 Juni 2026, 15:13
-
Jadwal Lengkap Pertandingan Australia Open 2026, 9-14 Juni 2026
Bulu Tangkis 14 Juni 2026, 11:48
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs PSM 7 November 2026
Bola Indonesia 6 November 2026, 18:13
-
Tempat Menonton Madura United vs Arema FC di BRI Super League, 6 November 2026
Bola Indonesia 6 November 2026, 18:00
-
Jude Bellingham Bantu Real Madrid Dekati Wonderkid Manchester United
Liga Spanyol 6 November 2026, 17:46
-
Hasil BRI Super League: Gol Taisei Marukawa Bawa Dewa United Menang di Markas PSIM
Bola Indonesia 6 November 2026, 17:40
-
Link Streaming Madura United vs Arema FC, 6 November 2026
Bola Indonesia 6 November 2026, 17:30
-
Jorge Martin Jelang MotoGP Qatar: Masih Patah Tulang, Kondisi Baru 50 Persen
Otomotif 6 November 2026, 16:12
-
Prediksi Valencia vs Madrid, 8 November 2026
Liga Spanyol 6 November 2026, 16:05
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 7-8 November 2026
Liga Inggris 6 November 2026, 15:37
-
Prediksi Nottingham Forest vs Man City, 8 November 2026
Liga Inggris 6 November 2026, 15:30
-
Prediksi Arsenal vs Hull City 7 November 2026
Liga Inggris 6 November 2026, 14:55
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18








