
Bola.net - Hampir separuh dari karier tiga dasawarsa kewartawanan saya dihabiskan sebagai jurnalis dan editor berita olahraga. Saya pun pernah meliput langsung Piala Dunia 2006 di Jerman dan edisi 2010 di Afrika Selatan. Wajarlah bila beberapa kolega masih menganggap pendapat saya soal siapa yang akan jadi juara Piala Dunia 2026 layak untuk didengar. Saya menjagokan Spanyol kali ini dan berikut adalah uraian analisis saya.
Setelah seluruh peserta mengumumkan skuad final menuju Kanada-Amerika Serikat-Meksiko di bulan ini, hipotesa tentang calon juara Piala Dunia 2026 memang layak untuk mulai diapungkan. Saya sendiri menitikberatkan analisis pada aspek kualitas pemain, kedalaman skuad, kesinambungan proyek kepelatihan, serta pengalaman bermain bersama dalam beberapa turnamen besar terakhir.
Untuk itulah saya menjagokan Spanyol dan disusul secara berurutan oleh Prancis dan Argentina di tempat kedua dan ketiga. Spanyol berada di posisi teratas bukan hanya karena kualitas individual pemain, tetapi karena mereka memiliki sesuatu yang sering menjadi pembeda di turnamen berdurasi 40 harian ini, yaitu kontinuitas.
Kerangka utama Tim Matador yang dibangun sejak Euro 2021 tetap dipertahankan. Nama-nama seperti Rodri, Pedri, Dani Olmo, Nico Williams, dan Lamine Yamal sudah terbiasa bermain bersama. Sedangkan di sisi lain Luis de la Fuente pun tetap memimpin La Furia Roja. Tidak ada pergantian filosofi, tidak ada masa adaptasi besar-besaran, dan itu merupakan keuntungan yang tidak dimiliki para pesaing.
Menariknya, analisis saya ini ternyata sejalan dengan favoritisme yang dibangun sejumlah rumah taruhan internasional dalam menggelar tim-tim unggulan mereka. Bet365 menjagokan Spanyol atau Prancis di dua posisi teratas, dan Argentina di posisi berikutnya.
Lalu DraftKings Sportsbook menempatkan Prancis dan Spanyol dalam angka pengunggulan yang identik, dan berikutnya Argentina tepat di belakang mereka. Setali tiga uang, FanDuel mengajukan konfigurasi yang Pola yang mirip dengan Spanyol, Prancis, dan Argentina, berada di lapisan teratas pasar taruhan.
Sama halnya dengan Pinnacle, BetMGM juga menempatkan Spanyol dan Prancis bersaing ketat sebagai favorit utama sedangkan Argentina menyusul di belakangnya. Terakhir, rumah taruhan Bovada menempatkan tiga besar pasar umumnya terdiri dari Spanyol, Prancis, dan Argentina dalam urutan yang bervariasi tipis-tipis.
Deviasi Analisis Tidak Bakal Jauh

Jangan disalahartikan penulis mengajak pembaca untuk bertaruh, tapi para analis dan kecerdasan buatan yang berada di balik bisnis taruhan multi jutaan dolar AS di atas jelas tidak kaleng-kaleng kualitasnya. Satu hal yang harus dicatat adalah bahwa detail urutan dan angka pengunggulan bisa berubah sewaktu-waktu dan data-data di atas adalah per 6 Juni 2026.
Pertanyaan yang lebih menarik adalah seberapa jauh sebenarnya prediksi pasar taruhan meleset dibanding kenyataan? Jika melihat tiga helatan pesta bola dunia terakhir, jawabannya adalah pasar taruhan cukup baik mengenali kelompok elite, tetapi tidak selalu tepat menebak juara.
Pada Piala Dunia 2014 menjelang turnamen di Brasil, favorit utama pasar umumnya adalah Brasil, Argentina, serta Jerman, dan ternyata Jerman yang jadi kampiun. Dalam kasus ini, pasar tidak meleset jauh karena juara berasal dari kelompok favorit teratas dan siapa yang menyangka bahwa Brasil bisa terpeleset jatuh di kandangnya sendiri kala itu.
Dalam gelaran Piala Dunia 2018 favorit utama sebelum turnamen adalah Brasil, Jerman, Spanyol, disusul Prancis. Dan ternyata juara akhirnya Prancis, alias sesuai ramalan saya sebelum turnamen dimulai. Well, lagi-lagi pasar cukup dekat karena Prancis memang berada di lapisan teratas meski bukan favorit tunggal di semua sportsbook.
Terakhir yang paling hangat adalah fenomena Piala Dunia 2022 di mana market lebih banyak mengunggulkan Brasil, Prancis, Inggris, dan Argentina. Kita semua tahu kemudian Leo Messi yang mengangkat piala, sehingga terlihat di sini pun pemenang berasal dari kelompok kandidat utama, bukan kejutan besar dari luar radar para pengamat bola.
Deviasi pasar taruhan terhadap juara aktual relatif kecil. Dalam ketiga turnamen tersebut, pemenang selalu berasal dari kelompok favorit utama yang odds-nya berada di papan atas sebelum kejuaraan dimulai. Hanya saja memang yang sering meleset bukan identifikasi kelompok elite, melainkan urutan peringkatnya secara eksak.
So, mengapa saya tetap keukeuh menempatkan Spanyol di atas Prancis?
Marwah Kolektivitas Jadi Faktor Terkuat

Prancis mungkin memiliki kualitas individu paling lengkap di dunia, dan beberapa model prediksi bahkan memberi mereka peluang sedikit lebih tinggi daripada Spanyol. Reuters, misalnya, melaporkan survei ekonom global yang menempatkan Les Bleus sedikit di depan Spanyol, sementara model Goldman Sachs justru menempatkan Spanyol sebagai favorit utama.
Akan tetapi, untuk turnamen pendek seperti Piala Dunia, saya lebih percaya pada marwah stabilitas kolektif daripada sekadar kumpulan talenta. Sekali lagi, Spanyol datang dengan fondasi yang sudah matang: kerangka timnya tidak banyak berubah dibanding Euro 2021 dan Piala Dunia 2022, pemain-pemain inti sudah terbiasa bermain bersama, dengan el entrenador yang sama masih memimpin ambisi matador.
Kontinuitas semacam itu sering kali menjadi keuntungan terbesar ketika pertandingan ditentukan oleh detail kecil di fase gugur yang mulai melelahkan tim. Karena itu, meskipun Prancis, Argentina, dan Brasil tetap merupakan ancaman nyata, kandidat yang paling masuk akal untuk mengangkat trofi di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada Juli 2026 tetaplah Spanyol.
La Furia Roja tidak sedang membangun ulang, tidak sedang mencari identitas baru, dan tak bergantung pada satu superstar semodel Lamine Yamal. Mereka datang sebagai armada yang sudah jadi. Namun, sebagai catatan, prediksi saya tidak selalu akurat, dalam 12 tahun terakhir saya sempat sekali saja meleset menebak juara Euro dan World Cup.
Pada Piala Dunia Qatar 2022 endusan intuitif saya tidak jos lantaran fokus sedikit teralihkan situasi pandemi. Ketika itu saya menjagokan Belanda dan bukan Tim Tango, nah kali ini siapa jagoan Anda sendiri, Bolaneters?
*Penulis adalah VP Content Operations & Editor in Chief untuk Merdeka.com, Bola.com dan Bola.net; isi kolom adalah pandangan pribadi dan bukan institusi.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 8 Juni 2026 12:59Lepas Onana dan Bayindir, MU Bakal Balikan dengan Kiper Ini?
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 8 Juni 2026 12:59Lepas Onana dan Bayindir, MU Bakal Balikan dengan Kiper Ini?
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 8 Juni 2026 12:06Prediksi Spanyol vs Peru 9 Juni 2026
SOROT
-
Liputan6 8 Juni 2026 13:16BGN Beri Penjelasan Kabar MBG di Kota Serang Berhenti Sementara
-
Liputan6 8 Juni 2026 12:32IHSG Sesi Pertama Turun ke 5.434
-
Liputan6 8 Juni 2026 11:34Daftar Pejabat yang Bakal Dilantik Prabowo Hari ini
-
Liputan6 8 Juni 2026 11:11Kondisi Terkini Kapolsek Baradatu yang Ditabrak Mobil Bandar Narkoba
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5080104/original/087826400_1736158590-20250106-Dapur_MBG-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8054722/original/055332000_1780898286-1000835347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182875/original/042479600_1744109077-20250408-Penutupan_IHSG-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8050410/original/074783900_1780893793-3e995a1b-2020-4ca8-b927-c7b6de2a61c1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7732290/original/018434000_1780537716-IMG-20260603-WA0058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8048630/original/076594300_1780891904-1001338673.jpg)

