Sigit Budiarto: Tontowi/Liliyana Terpengaruh Penyesalan
Editor Bolanet | 3 Agustus 2012 20:15
- Mantan pebulu tangkis nasional Sigit Budiarto berpendapat pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tampil penuh tekanan sehingga kalah dari Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark). Ganda campuran kebanggaan Tanah Air itu kalah 12-21 dan 12-21 di Wembley Arena, Inggris, Jumat (3/8). Mereka pun gagal meraih medali perunggu Olimpiade 2012.
Tekanan yang dialami Tontowi/Liliyana ini bukan soal teknis tetapi justru nonteknis terkait kekalahan mereka dari ganda campuran China, Xu Chen/Ma Jin, kata Sigit.
Menurutnya ada penyesalan yang mendalam dari Tontowi/Liliyana ketika kalah dari ganda campuran China tersebut. Perasaan inipun terbawa saat melawan ganda Denmark.
Dengan kekalahan ini, Indonesia gagal meraih medali untuk pertama kali sejak bulu tangkis dipertandingkan di Olimpiade Barcelona 1992. Sejak itu, Indonesia selalu meraih medali emas.
Pada babak semifinal, Tontowi/Liliyana dikalahkan Xu Chen/Ma Jin dari China dengan tiga set 23-21,18-21, dan 13-21.
Menurut Sigit, Tontowi/Liliyana sebenarnya memiliki peluang setelah menang pada set pertama. Tetapi pada set kedua, mereka terlihat kehilangan konsentrasi. Pada set ketiga, Tontowi/Liliyana sudah kehabisan tenaga sehingga kalah dengan perbedaan angka yang cukup jauh.
Sigit menambahkan, kegagalan Indonesia meraih medali pada Olimpiade 2012 harus diterima dengan lapang dada. Ke depan harus berlatih lebih baik lagi, tutupnya. (ant/kny)
Tekanan yang dialami Tontowi/Liliyana ini bukan soal teknis tetapi justru nonteknis terkait kekalahan mereka dari ganda campuran China, Xu Chen/Ma Jin, kata Sigit.
Menurutnya ada penyesalan yang mendalam dari Tontowi/Liliyana ketika kalah dari ganda campuran China tersebut. Perasaan inipun terbawa saat melawan ganda Denmark.
Dengan kekalahan ini, Indonesia gagal meraih medali untuk pertama kali sejak bulu tangkis dipertandingkan di Olimpiade Barcelona 1992. Sejak itu, Indonesia selalu meraih medali emas.
Pada babak semifinal, Tontowi/Liliyana dikalahkan Xu Chen/Ma Jin dari China dengan tiga set 23-21,18-21, dan 13-21.
Menurut Sigit, Tontowi/Liliyana sebenarnya memiliki peluang setelah menang pada set pertama. Tetapi pada set kedua, mereka terlihat kehilangan konsentrasi. Pada set ketiga, Tontowi/Liliyana sudah kehabisan tenaga sehingga kalah dengan perbedaan angka yang cukup jauh.
Sigit menambahkan, kegagalan Indonesia meraih medali pada Olimpiade 2012 harus diterima dengan lapang dada. Ke depan harus berlatih lebih baik lagi, tutupnya. (ant/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Guillermo Ochoa, Ikon Timnas Meksiko di Piala Dunia
Piala Dunia 9 Juni 2026, 20:31
-
3 Tim kuda hitam di Piala Dunia 2026: Norwegia Punya Erling Haaland!
Piala Dunia 9 Juni 2026, 20:30
-
Daftar Pemain dan Nomor Punggung Timnas Portugal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 19:58
-
Daftar 48 Negara Peserta Piala Dunia 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 19:45
-
Daftar Pemain dan Nomor Punggung Timnas Brasil di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 18:51
-
Pembagian Grup Piala Dunia 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 18:40
-
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday
Tim Nasional 9 Juni 2026, 18:31
-
Daftar Pemain dan Nomor Punggung Timnas Argentina di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 18:22
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19













