Susi Susanti: Firdasari Harus Bekerja Keras
Editor Bolanet | 8 Juni 2012 18:33
- Agar bisa tampil hebat di Olimpiade London, mantan pebulutangkis nasional Susi Susanti menasehati Adriyanti Firdasari untuk bekerja ekstra keras.
Menurut peraih emas Olimpiade Barcelona 1992 dan perunggu Olimpiade Atlanta 1996 itu, Firdasari saat ini masih belum menunjukkan stabilitas penampilannya dalam beberapa tahun terakhir.
Firda memang pemain yang kualitasnya cukup baik, tapi dia belum stabil. Firda kadang tampil mengejutkan, tapi dia juga kerap terkejut. Kadang dia bisa mengalahkan lawan yang unggulan, kadang dia justru dikalahkan oleh yang bukan siapa-siapa, kata Susi Susanti, Jumat.
Masuknya nama Firdasari dalam skuad yang dikirimkan ke Olimpiade, menurut Susi harus diimbangi dengan kerja keras Firdasari itu sendiri untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin.
Keputusan PBSI memilih memberangkatkan Adriyanti Firdasari ketimbang Maria Febe Kusumastuti sebagai pemain tunggal putri dalam rombongan kontingen bulutangkis ke Olimpiade London 2012 sempat memicu kontroversial.
Susi yang merupakan legenda hidup bulutangkis Indonesia menilai putusan PBSI memilih Firdasari tersebut merupakan langkah yang cukup berani. Menurutnya, performa Firdasari saat ini masih belum stabil.
PB Djarum Kudus bahkan memprotes langkah PBSI tersebut karena menilai keputusan yang diambil kurang tepat. PB Djarum berpendapat, seharusnya Febe yang dikirim ke Olimpiade, mengingat peringkat dunia Febe lebih baik dari Firdasari.
Febe merupakan peringkat ke-33 dunia, sedangkan Firdasari merupakan peringkat ke-38 dunia. Meski sempat dikritisi, namun PBSI tetap akan memboyong Firdasari ke Olimpiade 2012 yang akan berlangsung 27 Juli hingga 12 Agustus.
Meski tidak mau menyebut Febe lebih baik ketimbang Firdasari, namun Susi mempunyai pandangan sendiri mengenai perbandingan kualitas kedua pemain tersebut. Menurutnya, peringkat dunia yang melekat pada masing-masing pemain sudah cukup menggambarkan kemampuan atlet tersebut.
Kalau melihat prestasi, dari ranking saja sudah kelihatan. Tapi saya kira PBSI memiliki penilaian sendiri kenapa memilih Firdasari ketimbang Febe. Mudah-mudahan dia bisa benar-benar fokus konsentrasi penuh pada Olimpiade dan belajar banyak mengenai lawan-lawan yang akan dihadapinya nanti, katanya.
Menurut dia, siapapun yang masuk Olimpiade, pasti terpilih melalui seleksi yang cukup ketat. Jadi jangan sia-siakan kesempatan ini, tutup istri Alan Budikusuma ini, katanya. (ant/lex)
Menurut peraih emas Olimpiade Barcelona 1992 dan perunggu Olimpiade Atlanta 1996 itu, Firdasari saat ini masih belum menunjukkan stabilitas penampilannya dalam beberapa tahun terakhir.
Firda memang pemain yang kualitasnya cukup baik, tapi dia belum stabil. Firda kadang tampil mengejutkan, tapi dia juga kerap terkejut. Kadang dia bisa mengalahkan lawan yang unggulan, kadang dia justru dikalahkan oleh yang bukan siapa-siapa, kata Susi Susanti, Jumat.
Masuknya nama Firdasari dalam skuad yang dikirimkan ke Olimpiade, menurut Susi harus diimbangi dengan kerja keras Firdasari itu sendiri untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin.
Keputusan PBSI memilih memberangkatkan Adriyanti Firdasari ketimbang Maria Febe Kusumastuti sebagai pemain tunggal putri dalam rombongan kontingen bulutangkis ke Olimpiade London 2012 sempat memicu kontroversial.
Susi yang merupakan legenda hidup bulutangkis Indonesia menilai putusan PBSI memilih Firdasari tersebut merupakan langkah yang cukup berani. Menurutnya, performa Firdasari saat ini masih belum stabil.
PB Djarum Kudus bahkan memprotes langkah PBSI tersebut karena menilai keputusan yang diambil kurang tepat. PB Djarum berpendapat, seharusnya Febe yang dikirim ke Olimpiade, mengingat peringkat dunia Febe lebih baik dari Firdasari.
Febe merupakan peringkat ke-33 dunia, sedangkan Firdasari merupakan peringkat ke-38 dunia. Meski sempat dikritisi, namun PBSI tetap akan memboyong Firdasari ke Olimpiade 2012 yang akan berlangsung 27 Juli hingga 12 Agustus.
Meski tidak mau menyebut Febe lebih baik ketimbang Firdasari, namun Susi mempunyai pandangan sendiri mengenai perbandingan kualitas kedua pemain tersebut. Menurutnya, peringkat dunia yang melekat pada masing-masing pemain sudah cukup menggambarkan kemampuan atlet tersebut.
Kalau melihat prestasi, dari ranking saja sudah kelihatan. Tapi saya kira PBSI memiliki penilaian sendiri kenapa memilih Firdasari ketimbang Febe. Mudah-mudahan dia bisa benar-benar fokus konsentrasi penuh pada Olimpiade dan belajar banyak mengenai lawan-lawan yang akan dihadapinya nanti, katanya.
Menurut dia, siapapun yang masuk Olimpiade, pasti terpilih melalui seleksi yang cukup ketat. Jadi jangan sia-siakan kesempatan ini, tutup istri Alan Budikusuma ini, katanya. (ant/lex)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Pertandingan Indonesia Open 2026, 2-7 Juni 2026
Bulu Tangkis 25 Mei 2026, 16:05
-
Hasil Lengkap Pertandingan Malaysia Masters 2026
Bulu Tangkis 22 Mei 2026, 09:03
LATEST UPDATE
-
Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
Liga Italia 4 Juni 2026, 21:50
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47















