5 Pelatih Top Siap Bertempur di Bundesliga Musim 2020/21
Serafin Unus Pasi | 10 September 2020 17:57
Bola.net - Bundesliga musim 2020/21 akan hadir pada 18 September 2020. Beberapa pelatih telah bersiap meracik timnya untuk bisa bersaing dan memutus rentetan juara Bayern Munchen.
Musim lalu Bayern Munchen tampil begitu perkasa di bawah arahan pelatih baru, Hansi Flick yang ditunjuk di tengah bergulirnya musim. Tidak hanya di kompetisi lokal pelatih asal Jerman ini berhasil mengukuhkan dirinya sebagai manajer top dengan meraih Liga Champions.
Menatap musim baru Bundesliga, setiap pelatih tentu sangat ingin menjadi seseorang yang bisa memutus dominasi Bayern Munchen. Dengan memutus rantai tersebut, tentunya akan membentuk pamor yang hebat, dan cap sebagai pelatih terbaik di era modern pun sepertinya akan melekat.
Musim lalu ada beberapa tim yang hampir mengancam Bayern Munchen di awal musim, seperti Borusia Dortmund, RB Leipzig, dan Borusia Monchengladbach yang finish berurutan di bawah Bayern Munchen. Musim ini sepertinya beberapa pelatih perlu memikirkan strategi jitu untuk bisa menyaingi Bayernnya Hansi Flick.
Sebagai orang yang dianggap bertanggung jawab untuk kesuksesan tim, rasanya menempatkan pelatih yang tepat menjadi salah satu syarat untuk menjadi juara. Siapa saja pelatih top yang akan meracik dan beradu strategi di Bundesliga, berikut nama-namanya:
1. Hansi Flick (Bayern Munchen)

Pemecatan Niko Kovac dari bangku kepelatihan Bayern Munchen menjadi sebuah anugerah untuk Bayern Munchen dan Hansi Flick.
Hanya butuh waktu singkat Hansi Flick berhasil merubah Bayern Munchen yang penampilannya ketika itu sedang compang-camping di awal ditunjuknya dia menjadi pelatih. Dengan pengalamannya menjadi asisten Joachim Loew untuk menjuarai Piala Dunia 2014, Flick berhasil membangkitkan gairah juara dari Bayern Munchen.
Semula duduk di posisi keempat dan tertinggal empat poin dari Borusia Monchengladbach, Flick kemudian berhasil membawa Munchen meraih gelar kedelapan secara beruntun. Kemampuannya membentuk relasi yang baik dengan pemain pun membantunya menghidupkan kembali beberapa pemain.
Sebut saja Thomas Muller, yang di awal musim sempat frustasi dengan karirnya di awal musim, akhirnya Muller bangkit setelah dipoles Hansi Flick menjadi raja assist Bundesliga dengan 21 assist.
2. Lucien Favre (Borussia Dortmund)

Pelatih berkebangsaan Swiss ini musim lalu menjadi pesaing terdekat dari Bayern Munchen. Borussia Dortmund besutannya dibawanya finish di posisi kedua dengan raihan 69 poin dan meraih 21 kemenangan.
Kemampuannya memimpin Borussia Dortmund tidak perlu diragukan lagi, Lucien Favre menjadi pelatih dengan tingkat kemenangan yang terbaik dibandingkan pelatih-pelatih sebelumnya. Musim lalu banyak pemain binaan Lucien Favre yang menjadi pusat perhatian, seperti Jadon Sancho yang menjadi andalannya dan bisa tampil maksimal dengan mencetak 17 gol serta 16 assist dari 32 kali penampilannya.
Dortmund juga dibentuknya menjadi salah tim kedua terproduktif di Bundesliga dengan raihan 84 gol. Musim ini Favre sepertinya perlu membuktikan dirinya dengan raihan trofi untuk memantapkan dirinya sebagai pelatih top.
3. Julian Nagelsmann (RB Leipzig)

Pelatih pemegang rekor sebagi pelatih termuda (saat ditunjuk Hoffenheim berusia 28 tahun) di Bundesliga ini dalam beberapa musim belakangan telah menunjukkan dirinya sebagai pelatih yang berbahaya. Melatih RB Leipzig sejak 2019, pelatih berjuluk Baby Mourinho, ini musim lalu berhasil menjadikan RB Leipzig sebagai salah satu klub jempolan.
Di Bundesliga Nagelsmann telah membawa timnya duduk di posisi tiga, dengan meraih 18 kemenangan, 12 seri, dan hanya 4 kali kalah. Rataan menyerang dan bertahannya pun baik, di mana RB Leipzig mencetak 81 gol dan hanya kebobolan 37 kali paling sedikit kedua setelah Bayern Munchen.
Di kompetisi Eropa pun Nagelsmann berhasil membawa timnya ke semifinal Liga Champions. Musim depan tentu menjadi tantangan berat untuk Nagelsmann, apalagi dia baru saja ditinggal pemain andalannya Timo Werner.
4. Marco Rose (Borussia Monchengladbach)

Marco Rose musim lalu sempat beberapa kali membawa Monchengladblach duduk di posisi teratas Bundesliga. Dengan racikan strateginya Monchengladbach, berhasil meraih 20 kemenangan di Bundesliga, dan finish di posisi keempat. Pelatih yang didatangkan dari RB Salzburg ini pun patut diperhitungkan keberadaannya.
Selama melatih Marco Rose memiliki rataan kemenangan yang baik sebesar 63,08%, dilansir dari Sofascore. Pelatih berkebangsaan Jerman ini pun memiliki pengalaman sebagai pelatih juara, di mana dia merasakan gelar juara Liga Austria bersama RB Salzburg. Dengan mental juaranya, paatut ditunggu kiprah Marco Rose di musim keduanya bersama Borussia Monchengladbach.
5. Peter Bosz (Bayer Leverkusen)

Mantan pelatih Borussio Dortmund ini musim lalu banyak berperan untuk beberapa pemain yang tampil cemerlang. Paling menonjol tentu Kai Havertz yang di bawah kepemimpinan Peter Bosz berhasil mencetak 12 gol dan enam assist untuk Bayer Leverkusen. Pelatih berusia 56 tahun ini mulai memperbaiki namanya di Bundesliga, setelah sebelumnya tampil buruk ketika memimpin Borussia Dortmund.
Musim lalu Peter Bosz mencatatakan 19 kali kemenangan, dengan 5 hasil seri dan 9 kali kekalahan. Perlahan Peter Bosz mulai menunjukkan bahwa dia merupakan pelatih yang bisa bersaing di Bundesliga, pengalamannya memimpin Ajax untuk bersaing di liga nampaknya bisa dijadikan motivasi untuk bersaing dengan tim lainnya memperebutkan gelar Bundesliga.
(Bola.net/Muhamad Raka Saputra)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Tottenham vs Dortmund 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Xabi Alonso Dipecat Real Madrid, Klub Bundesliga Bergerak Mendekati
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 00:27
-
Prediksi Hamburger vs Monchengladbach: Kevin Diks dkk Sedang Goyah
Bundesliga 17 Januari 2026, 19:43
-
Prediksi RB Leipzig vs Bayern 18 Januari 2026
Bundesliga 17 Januari 2026, 00:30
LATEST UPDATE
-
Kalahkan Inter dan Kunci 16 Besar UCL: Arsenal Kirim Pesan Kuat!
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:09
-
Siaran Langsung Liga Champions: Juventus vs Benfica, Kick Off Jam 03.00 WIB
Liga Champions 21 Januari 2026, 15:56
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





