European Super League Bisa Menjadi Penyelamat Klub? Belum Tentu
Yaumil Azis | 21 April 2021 12:01
Bola.net - Petinggi Bayern Munchen, Karl-Heinz Rummenigge, memberikan pandangannya soal European Super League. Ia tidak sepakat kalau kompetisi kontroversial tersebut dianggap sebagai penyelamat klub.
Pandemi Covid-19 sukses membuat sejumlah klub besar Eropa terseok-seok. Real Madrid dan Barcelona menjadi dua klub yang paling merasakan dampak paling fatal dari era pandemi ini.
Presiden Madrid, Florentino Perez, mengungkapkan kalau timnya mengalami kerugian sebesar 400 juta euro karena kondisi ini. Sementara Barcelona dihadapkan dengan tumpukan utang yang harus segera dibayar.
European Super League menjanjikan dana segar dengan total nilai 3,5 miliar euro buat 15 klub 'pendiri'. Perez pun yakin dengan dana tersebut, klub-klub yang tengah dililit kesulitan ekonomi bisa selamat.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
ESL Menyelamatkan Klub?
Rummenigge tidak sepakat dengan klaim tersebut. Meski pemasukannya sangat besar, tapi European Super League belum pasti bisa mengatasi masalah ekonomi klub untuk jangka waktu panjang.
"Saya mendengar rumor kalau mereka [12 klub yang ikut ESL] mengalami masalah finansial, potensi pemasukan terlihat sangat besar," ungkapnya kepada Corriere della Sera.
"Akan tetapi, itu takkan cukup untuk menyelesaikan masalah finansial untuk jangka panjang. Anda tak bisa terus memasukkan uang untuk mengkompensasi biaya pengeluaran," lanjutnya.
Senang dengan Kompetisi yang Sekarang
Ketimbang ikut serta dalam European Super League, Rummenigge mengungkapkan kalau Bayern Munchen lebih senang berpartisipasi dalam kompetisi yang sudah ada. Salah satunya Bundesliga
"Kami tidak ikut Super League karena kami tidak ingin ambil bagian di dalamnya. Kami senang bermain di Bundesliga. Ini adalah sumber pemasukan kami, kalau kata orang Inggris," tambahnya.
"Kami senang menjadi bagian dari Liga Champions, dan jangan lupa tanggung jawab terhadap fans kami, yang secara umum melawan hal semacam ini. Kami merasakan tanggung jawab terhadap sepak bola secara umum," tutup Rummenigge.
Enam tim dari Premier League telah dipastikan cabut dari ESL setelah mendapatkan kecaman keras dari berbagai kalangan. Nampaknya, aksi eksodus juga akan dilakukan oleh sisa peserta ESL lainnya.
(Corriere della Sera - via Football Italia)
Baca Juga:
- Pemain Real Madrid Protes European Super League Secara Terselubung
- Roman Abramovich dan Amarah Pada UEFA yang Tidak Pernah Padam
- Sambil Teteskan Air Mata, Gary Neville Minta Keluarga Glazer Cabut dari MU
- Pertama Cabut dari European Super League, Manchester City Disambut Hangat UEFA
- Cabut dari European Super League, 'Big Six' Masih Saja Kena Kritik Pedas
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Samator Kalahkan Garuda Jaya 3-0, Satu Langkah Lagi Menuju Podium ke-3 Proliga 2026
Voli 21 April 2026, 23:57
-
Prediksi Leverkusen vs Bayern 23 April 2026
Bundesliga 21 April 2026, 20:25
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Persija 22 April 2026
Bola Indonesia 21 April 2026, 19:52
LATEST UPDATE
-
106 Hari yang Berujung Pemecatan: Kisah Singkat Liam Rosenior di Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:24
-
Calum McFarlane Kembali Jadi Pelatih Sementara Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:17
-
Juventus Cari Alternatif: Alisson Sulit, De Gea Jadi Opsi
Liga Italia 22 April 2026, 23:23
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Persik 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:30
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37














