Mengenang Musim 2017/18, Musim Terbaik dalam Sejarah TSG Hoffenheim
Serafin Unus Pasi | 6 April 2020 23:34
Bola.net - Musim 2017/18 merupakan musim ke-119 TSG 1899 Hoffenheim bertanding di Bundesliga. Ini adalah musim ke-10 mereka secara berturut-turut setelah promosi ke kasta tertinggi sepakbola Jerman pada tahun 2008 silam.
Sebagai tim yang malang melintang di kasta tertinggi sepakbola Jerman, Hoffenheim bukan tim dengan reputasi yang menonjol. Hampir setiap musim mereka harus berjuang untuk terhindar dari zona degradasi.
Namun pada musim 2017/18, Die Kraichgauer tampil mengejutkan. Di bawah besutan arsitek muda nan jenius, Julian Nagelsmann, mereka berhasil finish di peringkat tiga klasemen akhir Bundesliga. Padahal dua musim sebelumnya mereka nyaris terdegradasi.
Lantas apa yang membuat Hoffenheim bisa menjulang tinggi di musim itu? Berikut kami ajak Bolaneters sedikit bernapak tilas mengenai musim terbaik dalam sejarah Hoffenheim tersebut.
Di Atas Rata-Rata
Mengapa TSG 1899 Hoffenheim era 2017/18 bisa dibilang yang terbaik dalam sejarah klub? Di level nasional, mereka punya rasio gol kebobolan per pertandingan yang relatif kecil yaitu 0.5 dibanding 0.99.
Mereka total mengumpulkan 15 kemenangan dalam satu musim, di atas rata-rata 12.79 oleh seluruh tim yang bertanding. Rekor kekalahan mereka juga cukup kompetitif dengan 9 kekalahan berbanding 11.84. Di atas semua yang paling mengesankan adalah rekor kemenangan besar atas 1.FC Koln dengan skor 6-0 di Sinsheim.
Kompetitif
Mereka begitu kompetitif bersaing di Bundesliga pada musim tersebut meski aktif di kompetisi lain. Selain liga domestik, Hoffenheim juga sempat berpartisipasi dalam DFB-Pokal, Liga Champions dan Liga Europa UEFA.
Di DFB-Pokal, Die Kraichgauer mampu menembus hingga babak ke-2. Sedangkan di Liga Europa, tim yang bermarkas di Wirsol Rhein-Neckar-Arena tersebut tertahan langkahnya di fase grup.
Tim

Di bawah asuhan Nagelsmann, beberapa pemain mampu bersinar dan dapat menunjukkan potensi terbaik mereka. Di posisi kiper ada Oliver Baumann yang menjadi tumpuan sang nahkoda untuk menjaga garis sakral di belakang.
Di sisi pertahanan ada Benjamin Hubner yang konsisten kehadirannya bagi tim. Hubner total tampil 32 kali di seluruh kompetisi dan mencetak 4 gol. Masih di lini yang sama ada Pavel Kaderabek, pemain asal Ceko yang tampil sebanyak 34 kali.
Lini tengah dibintangi Kevin Vogt yang beraksi sebanyak 40 kali dan winger eksplosif yang saat ini bermain untuk Bayern, Serge Gnabry. Gnabry menjadi bintang di lini tengah dengan 10 gol dari 26 penampilannya dan jadi andalan Nagelsmann untuk menerapkan permainan ofensif, terutamanya dari sisi sayap.
Di lini depan ada top-skorer mereka, Mark Uth, yang mengakhiri musim dengan 17 gol dari 38 penampilan dan partner terbaiknya, Andrej Kramaric, yang sama klinis dan efektif di depan gawang lawan.
(Bundesliga)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pelatih 39 Tahun Ini Jadi Manajer Manchester United Berikutnya?
Liga Inggris 22 Oktober 2026, 21:29
-
Jika Carrick Dipecat, Ini 3 Kandidat Manajer Baru MU Bocoran Fabrizio Romano
Liga Inggris 22 Oktober 2026, 15:54
-
Prediksi Bayern vs Leipzig 17 Oktober 2026
Bundesliga 16 Oktober 2026, 20:10
-
Mantan Bos Timnas Jerman Ini Jadi Kandidat Pelatih Baru Manchester United
Liga Inggris 15 Oktober 2026, 22:54
-
Man of the Match Augsburg vs Bayern: Harry Kane
Bundesliga 11 Oktober 2026, 05:50
LATEST UPDATE
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
