Profil Demarai Gray: Bintang Baru Bayer Leverkusen dari Inggris
Asad Arifin | 1 Februari 2021 14:27
Bola.net - Bayer Leverkusen menyelesaikan transfer Demarai Gray dari Leicester City. Demarai Gray digaet Bayer Leverkusen dengan kesepakatan kontrak selama 18 bulan.
Pemain berusia 24 tahun ini merupakan bagian dari skuad Leicester City saat berhasil menjuarai Premier League 2015/16.
Demarai Gray sempat menjadi andalan bagi Leicester City. Akan tetapi, pemain 24 itu mulai kehilangan tempatnya di tim utama The Foxes pada musim 2020/2021. Dia baru tampil pada satu laga Premier League.
Demarai Gray bakal menjajal peruntungan di Bundesliga. Mungkin, dia bakal sukses seperti Jadon Sancho. Namun, mungkin dia juga bakal flop seperti Emile Smith Rowe.
Banyak fakta seputar Demarai Gray yang baru saja bergabung dengan Bayer Leverkusen. Yuk, simak kupasan di bawah ini mengenai profil dari Demarai Gray.
Profil Singkat
Demarai Gray lahir di Inggris, pada 28 Juni 1996, tepatnya di kota Birmingham. Gray yang memiliki keturunan Jamaika memilih sepak bola sebagai jalan hidupnya.
Demarai Gray bergabung dengan akademi Birmingham City kala berusia 10 tahun. Tujuh tahun setelahnya, Gray mampu menembus tim senior Birmingham City.
Pada sesi latihan Birmingham City bersama pelatih Lee Clark, Gray bermain memukau. Lee Clark mencantumkan nama Gray pada skuad di pertandingan Championship melawan Milwall, pada 1 Oktober 2013.
Dua setengah tahun usai menjalani debut di Birmingham, pada Oktober 2013, Gray telah melakoni 78 laga termasuk 51 kali menjadi starter di Championship. Dia membukukan delapan gol.
Januari 2016 silam, klub Premier League Leicester City, membayar release clause Gray sebesar 3,7 juta euro. Ia menandatangani kontrak empat setengah tahun bersama Leicester City.
Gaya Bermain
Gaya bermain ‘Kick and Rush’ melekat pada diri Demarai Gray. Permainan cepatnya sangat coock dengan filosofi strategi klub-klub Inggris. Gray juga memiliki teknik tinggi dalam mengolah bola. Hal tersebut yang membuat gaya bermain Gray memiliki kesamaan dengan pemain sayap Wales dari Schalke, Rabbi Matondo.
Gray ataupun Matondo memiliki kedua kaki yang sama kuat dan membuat mereka menonjol di setiap pertandingan. Gray diharapkan dapat membuat perbedaan dan meraih kesuksesan bersama Bayer Leverkusen.
Tahukah Anda?

Pada November 2018, Demarai Gray mengalami momen pedih dan tidak akan pernah dilupakan oleh para fansnya di Leicester City.
Pada laga pertama Leicester City, setelah kecelakaan helikopter yang merenggut nyawa pemilik klub, Vicahi Srivaddhanaprabha, Gray menciptakan satu-satunya gol saat Leicester berhadapan Cardiff City.
Kemenangan itu, dipersembahkan Demarai Gray untuk Vicahi yang sama-sama berjuang dalam meraih trofi Premier League 2015/16. Leicester City mengabadikan gol Gray sebagai gol yang emosional dan masuk ke catatan sejarah ikonik untuk klub.
Kata Mereka Tentang Demarai Gray
“Gray merupakan pemain yang sangat bertalenta, saya sangat menikmati waktu bekerja sama dengannya. Gray merupakan pemuda yang ramah dan memiliki bakat yang dapat diperhitungkan.” Ungkap pelatih Leicester City Brendan Rogers.
“gaya bermain menyerang Gray tidak dapat diprediksi dan itu memberikan kami banyak sekali pilihan.” Direktur olahraga Leverkusen, Rudi Voller.
(Bola.net/Muhammad Afif Farhan)
Baca Ini Juga:
Fabrizio Romano Bicara Peluang Erling Haaland Gabung AC Milan, Mungkinkah?
Bukan ke MU, Dayot Upamecano Merapat ke Bayern Munchen?
Melihat Aksi Individu Pemain Stuttgart Saat Kalahkan Mainz di Pekan ke-19 Bundesliga
5 Klub Berpenghasilan Terbesar Musim 2019/2020, Manchester United Nomor Berapa?
5 Gol Terbaik Bundesliga Pekan 18
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Inggris
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 06:28
-
Harry Kane Raih Gerd Muller Trophy 2026 dengan 73 Gol
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 06:21
-
Man of the Match Freiburg vs Bayern: Dayot Upamecano
Bundesliga 26 Oktober 2026, 03:49
-
Hasil Freiburg vs Bayern: Die Roten Menang 3-1
Bundesliga 26 Oktober 2026, 03:44
LATEST UPDATE
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

