Sisi Lain Dayot Upamecano: Tembok Kokoh Bayern Munchen yang Doyan Nonton Serial Lupin

Sisi Lain Dayot Upamecano: Tembok Kokoh Bayern Munchen yang Doyan Nonton Serial Lupin
Bek Bayern Munchen, Dayot Upamecano memperpanjang kontraknya hingga 2030. (c) fcbayern

Bola.net - Bek tangguh Bayern Munchen, Dayot Upamecano, baru saja mengakhiri spekulasi masa depannya. Pemain asal Prancis itu resmi memperpanjang masa baktinya di Allianz Arena.

Keputusan ini tentu menjadi angin segar bagi para pendukung setia Die Roten. Upamecano kini menjelma menjadi pilar tak tergantikan di jantung pertahanan.

Di bawah asuhan pelatih Vincent Kompany, performanya dinilai semakin matang dan solid. Kehadiran Kompany yang juga berlatar belakang sebagai bek kelas dunia diakui membawa pengaruh besar.

Dalam sesi wawancara khusus bertajuk DFLDS Midweek Interviews, Upamecano blak-blakan soal keputusannya bertahan. Ia juga menyinggung target besar timnya musim ini, termasuk ambisi meraih treble winner.

Tidak hanya urusan teknis di lapangan, bek berusia 25 tahun itu juga membagikan sisi humanisnya. Mulai dari kecintaannya pada serial televisi hingga perannya sebagai seorang ayah yang gemar bermain bersama sang anak.

Faktor Kompany dan Kepercayaan Klub

Proses negosiasi kontrak Upamecano memang sempat menyita perhatian publik. Sempat muncul rumor bahwa ia akan hengkang ke klub elite Eropa lainnya.

Namun, kepercayaan penuh dari manajemen Bayern dan tim pelatih menjadi faktor penentu. Ia merasa dihargai dan ingin membalas budi dengan prestasi.

"Saya merasakan kepercayaan dari klub dan pelatih. Kami memiliki pelatih yang hebat dan tim yang hebat, dan saya sangat bahagia di sini," ungkap Upamecano menjelaskan alasannya bertahan.

"Saya hanya ingin memenangkan segalanya untuk klub ini dan untuk para penggemar. Saya ingin membalas kepercayaan dan memberikan sesuatu kembali," tekad sang bek.

Peran Vincent Kompany diakui sangat krusial dalam perkembangan permainannya musim ini. Komunikasi yang cair membuat Upamecano merasa nyaman mendiskusikan berbagai aspek taktis.

"Dia adalah pelatih yang sangat terbuka untuk diajak mengobrol," puji Upamecano.

"Saya bisa masuk ke kantornya dan berbicara dengannya (jika ada yang mengganjal di latihan). Dia sangat terbuka sebagai pelatih dan saya menyukainya," ceritanya.

Pertandingan Selanjutnya
Bundesliga Bundesliga | 21 Februari 2026
Bayern Munchen Bayern Munchen
21:30 WIB
Eintracht Frankfurt Eintracht Frankfurt

Kemitraan Solid Bersama Jonathan Tah

Musim ini, lini belakang Bayern Munchen terlihat jauh lebih kokoh. Duet Upamecano dan Jonathan Tah terbukti menjadi tembok tebal yang sulit ditembus lawan.

Upamecano mengakui pengalaman panjang Tah di Bundesliga sangat membantu adaptasi dan komunikasi mereka. Fleksibilitas bahasa juga menjadi kunci kekompakan keduanya.

"Jonathan Tah adalah pemain berpengalaman karena ia telah lama bermain di Bundesliga. Ia memiliki banyak pengalaman dan berkomunikasi dengan semua orang," pujinya.

"Kami juga dapat berkomunikasi dalam bahasa Prancis, Jerman, atau Inggris, jadi kami sangat internasional. Saya bisa belajar banyak dari pemain sebagus Jonathan," akunya jujur.

Keberadaan Manuel Neuer di bawah mistar gawang juga memberikan rasa aman ekstra. Status Neuer sebagai legenda hidup sepak bola membuat Upamecano makin percaya diri.

"Manuel adalah legenda di seluruh dunia dan bukan hanya di Jerman," sanjungnya.

"Saya menontonnya ketika saya masih muda dan sekarang, saya sangat bersyukur bisa bermain dengannya," tutur Upamecano penuh kekaguman.

Sisi Lain Upamecano: Penggemar Berat Omar Sy dan Sosok Ayah Ideal

Di luar lapangan hijau, Upamecano punya cara unik untuk melepas penat. Ia ternyata penggemar berat serial televisi bergenre suspense atau ketegangan.

Aktor kawakan Prancis, Omar Sy, menjadi salah satu idola utamanya. Upamecano bahkan menyempatkan hadir langsung di pemutaran perdana serial Lupin.

"Saya penggemar berat serial ketegangan dan penggemar berat Omar Sy. Dia membuat saya tertawa karena sering main film komedi," ungkap Upamecano antusias.

"Saya belum pernah bertemu langsung, tapi berharap bisa bertemu di masa depan," harap sang bek.

Sisi humanis sang pemain makin terlihat saat ia menghabiskan waktu bersama keluarga. Bermain sepak bola berjam-jam kini ia lakukan bersama sang buah hati.

Momen sederhana di taman rumah itu mengembalikan memori masa kecilnya. Upamecano merasa kembali menjadi anak-anak saat bermain bersama putranya.

"Saat bersama anak, saya merasa seperti anak kecil lagi," ujar Upamecano emosional.

"Kami bermain bersama selama berjam-jam setelah latihan. Anak saya juga membutuhkan momen itu dan begitulah rasanya," ungkap bek Prancis itu.

Ambisi Treble dan Filosofi Clean Sheet

Melihat performa tim yang konsisten, bayang-bayang kejayaan treble winner tahun 2020 kembali menyeruak. Upamecano tak menampik bahwa itu adalah target utama skuad Bayern musim ini.

Namun, ia menegaskan pentingnya menjaga fokus dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya. Terdekat, mereka harus bersiap menghadapi laga berat kontra Eintracht Frankfurt dan Borussia Dortmund.

"Tentu saja, kami ingin memenangkan banyak gelar musim ini dan kami akan memberikan segalanya di lapangan," tegasnya soal ambisi treble.

Sebagai seorang bek, obsesi menjaga gawang tetap clean sheet adalah hal mutlak. Namun, Upamecano kini lebih bijak menyikapi kegagalan.

"Saya memikirkannya (kegagalan clean sheet) mungkin sekitar satu jam setelah pertandingan," akunya sambil tersenyum.

"Saya cepat melupakannya karena kami memiliki begitu banyak pertandingan dalam satu musim dan Anda harus cepat siap lagi," pungkasnya realistis.