2 Kunci Kemenangan Juventus: Kesabaran dan Kaki Kiri Paulo Dybala
Gia Yuda Pradana | 23 Oktober 2019 15:55
Bola.net - Juventus menang atas Lokomotiv Moscow dan sukses mengamankan tiga angka. Namun, kemenangan ini mereka raih dengan susah payah. Juventus bahkan mungkin takkan menang andai tidak memiliki dua hal ini, kesabaran dan kaki kiri Paulo Dybala.
Juventus menjamu Lokomotiv Moscow di Allianz Stadium pada matchday 3 Grup D Liga Champions 2019/20, Rabu (23/10/2019). Juventus menang 2-1.
Lokomotiv sempat membuat publik Turin terdiam lewat gol pembuka yang dicetak Aleksey Miranchuk pada menit 33. Meski begitu, wakil Rusia tersebut pada akhirnya harus menyerah kalah. Juventus membalikkan skor melalui dua gol beruntun Paulo Dybala di menit 77 dan 79.
Kemenangan ini merupakan salah satu bukti keunggulan pengalaman Juventus atas lawannya. Ini juga menunjukkan kuatnya mental juara sang raksasa Italia.
Selain dua faktor itu, ada dua faktor lain yang merupakan kunci kesuksesan Juventus menjinakkan wakil Rusia tersebut.
Scroll terus ke bawah.
77,8 Persen Penguasaan Bola, 28 Tembakan

Sebelum itu, mari simak terlebih dahulu statistiknya.
Di laga ini, Juventus mencatatkan penguasaan bola hingga 77,8%. Juventus pun melepaskan total 28 tembakan.
Ball possession ketika melawan Lokomotiv merupakan yang tertinggi oleh Juventus dalam sebuah pertandingan Liga Champions, sejak pertama kali Opta mengumpulkan data semacam ini (sejak 2003/04).
Jumlah shots-nya pun tercatat sebagai yang terbanyak kedua oleh Juventus di Liga Champions, hanya kalah dari 33 tembakan yang mereka lepaskan ketika melawan Nordsjaelland pada tahun 2012.
Dengan statistik seperti itu, Juventus seharusnya menang dengan skor besar. Namun, kenyataannya berbeda. Itu tak lepas dari solid dan disiplinnya Lokomotiv dalam bertahan.
Beruntung, Juventus memiliki kesabaran dan Paulo Dybala dengan kaki kirinya yang luar biasa.
Magis Dybala

Di hadapan tebalnya dinding pertahanan Lokomotiv, Dybala menemukan sebuah celah, kemudian melepas sebuah tembakan kaki kiri melengkung dari luar kotak penalti lawan. Bola melewati kerumunan pemain, bersarang di tiang jauh, dan skor pun jadi sama kuat.
Tak lama berselang, memanfaatkan bola muntah hasil tembakan jarak jauh Alex Sandro, Dybala yang luput dari pengawasan berhasil melesat dari belakang dan menuntaskan peluang emas itu dengan kaki kirinya untuk membalikkan keadaan.
Dybala pun tercatat sudah mencetak 13 gol untuk Juventus di kompetisi top Eropa (European Cup/Liga Champions). Hanya Filippo Inzaghi (17), Michel Platini (17), David Trezeguet (25), dan Alessandro Del Piero (42) yang pernah mencetak gol lebih banyak untuk Bianconeri di kompetisi ini daripada sang bintang Argentina.
Kesabaran Berbuah Manis

"Kami bersusah payah untuk mendapatkan hasil ini," kata kiper Juventus, Wojciech Szczesny, seperti dikutip dari Football Italia.
"Kami menguasai pertandingan selama 90 menit, dan membutuhkan kesabaran luar biasa untuk meruntuhkan mereka. Itu karena mereka bermain disiplin dan memasang dinding solid di belakang."
"Sebuah tembakan kaki kiri yang hebat dari Dybala menjadi pembeda. Lokomotiv menumpuk pemain saat bertahan, dan kami sampai harus mengalirkan bola dari kiri ke kanan, juga sebaliknya, untuk membuka celah."
Kesabaran, yang disempurnakan dengan kaki kiri Dybala, telah memberi Juventus sebuah hasil yang manis.
Hasil ini membuat Juventus memiliki tujuh poin dari tiga pertandingan. Atletico Madrid, yang mengalahkan Bayer Leverkusen 1-0 lewat gol tunggal Alvaro Morata, juga sama sudah mengumpulkan tujuh angka. Sementara itu, Lokomotiv berada di peringkat tiga dengan poin tiga, dan Leverkusen masih tanpa poin di posisi terbawah.
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Ketika Main 100 Persen pun Tak Cukup untuk Taklukkan Juventus
- Highlights Liga Champions: Juventus 2-1 Lokomotiv Moscow
- Maurizio Sarri Ungkap Masalah Juventus Saat Kalahkan Lokomotiv Moscow
- Kalahkan Lokomotiv, Bukti Pengalaman Juventus di Liga Champions
- Man of the Match Juventus vs Lokomotiv Moscow: Paulo Dybala
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
LATEST UPDATE
-
Prediksi Bayern vs Union Saint-Gilloise 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:28
-
Prediksi Atalanta vs Athletic Club 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:24
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






