3 Alasan Liverpool Sukses Mengalahkan Barcelona
Aga Deta | 8 Mei 2019 11:46
Bola.net - - Liverpool berhasil mengalahkan Barcelona pada leg kedua semifinal Liga Champions, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB. Bermain di Anfield, The Reds menang dengan skor telak 4-0.
Absennya Mohamed Salah, Naby Keita dan Roberto Firmino tidak membuat kekuatan melemah. Bahkan, tuan rumah mampu tampil perkasa di depan pendukungnya sendiri.
Georginio Wijnaldum dan Divock Origi menjadi pahlawan kemenangan Liverpool. Mereka berdua sama-sama memborong dua gol dalam pertandingan tersebut.
Hasil itu membuat Liverpool melaju ke final Liga Champions dengan agregat 4-3. Pasukan Jurgen Klopp sebelumnya takluk 0-3 pada pertemuan pertama di Camp Nou.
Kini Liverpool hanya tinggal selangkah lagi untuk menjadi juara Liga Champions. Mereka hanya tinggal mengalahkan Ajax atau Tottenham di partai puncak.
Berikut ini tiga alasan mengapa Liverpool bisa mengalahkan Barcelona seperti dilansir Sportskeeda.
Alisson Pantas Ditebus Mahal
Liverpool menghabiskan banyak uang untuk merekrut Virgil van Dijk dan mereka melakukannya lagi enam bulan kemudian untuk Alisson Becker. Itu secara efektif mengubah segalanya untuk Liverpool, mendorong mereka dari empat besar menjadi penantang gelar. Dan saat melawan Barcelona, melawan Lionel Messi, Alisson mampu bermain dengan baik.
Liverpool dipermalukan pada leg pertama dan gawang Alisson kemasukan gol tendangan bebas dari Lionel Messi. Pada leg kedua, Alisson berhasil memastikan hal itu tidak terjadi lagi.
Alisson bahkan melakukan empat penyelamatan penting dari percobaan pemain Barcelona. Jordi Alba, Luis Suarez dan Lionel Messi sudah mencoba yang terbaik dan Alisson tentu saja layak mendapat pujian.
Duet Solid Henderson dan Fabinho
Jordan Henderson berpasangan dengan Fabinho di lini tengah saat menghadapi Barcelona.
Keduanya membentuk duet yang hampir sempurna di lini tengah, memungkinkan semua pemain melakukan yang terbaik. Mereka berdua berada dalam kondisi terbaiknya.
Gelandang Inggris itu berhasil menutup ruang sedangkan Fabinho menjaga dirinya sendiri, berpatroli di lini tengah dengan efisiensi luar biasa. Dia melakukan beberapa tekel tetapi Henderson juga saling melindungi. Duet inilah yang mungkin membantu Liverpool bermain bagus dan menuntun mereka meraih kemenangan.
Jika Naby Keita ada di atas lapangan, keadaan bisa menjadi lebih menarik. Cedera pemain Guinea itu merugikan klub tetapi selama Henderson dan Fabinho bermain bersama, Liverpool selalu punya peluang.
Performa Liverpool
Absennya Mohamed Salah, Roberto Firmino dan Naby Keita membuat Liverpool harus bergantung pada pemain cadangan mereka. Divock Origi dan Xherdan Shaqiri menemukan tempat di starting eleven. Bersama Trent Alexander Arnold dan James Milner, mereka terbukti mampu membuat perbedaan besar.
Origi mencetak brace, Georginio Wijnaldum masuk dari bangku cadangan untuk memborong dua gol. James Milner bermain sama efektifnya sebagai gelandang tengah seperti di posisi bek kiri, sementara Trent Alexander Arnold memberikan assist pada pertandingan tersebut. Hanya Shaqiri yang kesulitan di babak pertama, tetapi berubah setelah jeda.
Pada akhirnya, Liverpool berhasil menghancurkan Barcelona dan menyingkirkan mereka dari Liga Champions. Selain itu, pendukung tuan rumah juga menyuntikkan energi tambahan kepada tim.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
-
Lawan Arsenal, Inter Kebobolan Tiga Gol Terlalu Mudah
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:36
-
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:34

-
Malam Gemilang Vinicius Junior, Bungkam Siulan Bernabeu
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:17
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06

