5 Pelajaran Ferencvaros vs Juventus: Tentang Fleksibilitas Formasi Andrea Pirlo
Asad Arifin | 5 November 2020 09:01
Bola.net - Juventus tidak menemui kendala yang cukup berarti saat berjumpa Ferencvaros di matchday ketiga Grup G Liga Champions. Si Nyonya Tua meraih kemenangan dengan skor 1-4 dari Ferencvaros.
Pada laga di Puskas Arena, Kamis (5/11/2020) dini hari WIB, Juventus tampil menyerang sejak menit awal. Gol pertama Juventus lahir pada menit ke-7 lewat aksi Alvaro Morata.
Juventus kemudian menambah tiga gol pada babak kedua. Morata kembali mencetak gol pada menit ke-60. Lalu, ada gol Paulo Dybala pada menit ke-72 dan gol bunuh diri Lasha Dvali pada menit ke-81.
Ferencvaros mendapat gol hiburan pada menit 90 dari aksi Franck Boli.
Juventus bangkit usai kalah dari Barcelona pada matcday kedua. Juventus kini berada di posisi kedua klasemen Grup G dengan enam poin. Peluang lolos ke Babak 16 Besar pun terbuka lebar.
Lantas, apa pelajaran yang bisa dipetik dari duel Ferencvaros vs Juventus? Simak di bawah ini ya Bolaneters.
2 Laga, 8 Gol

Andrea Pirlo patut senang dengan kinerja lini depannya. Setalah dua laga yang sulit melawan Hellas Verona dan Barcelona, kini Juventus kembali tajam dan tampil apik pada dua laga terakhir.
Juventus mencetak masing-masing empat gol di laga melawan Spezia dan Ferencvaros. Terlepas dari kualitas lawan yang dihadapi, mencetak delapan gol dalam dua laga menjadi catatan positif bagi Juventus.
Alvaro Morata terus tampil bagus. Setelah tiga golnya ke gawang Barcelona dianulir, kini Morata mencetak dua gol ke gawang Ferencvaros. Pemain 28 tahun itu bisa jadi andalan di lini depan Juventus.
Juventus Masih Kebobolan
Andrea Pirlo pantas senang dengan kinerja lini depannya. Akan tetapi, Andrea Pirlo juga harus bekerja keras untuk mendapatkan komposisi terbaiknya di lini depan.
Juventus kebobolan satu gol pada laga melawan Ferencvaros. Satu gol ini membuat Juventus tidak pernah mencatat cleansheet pada empat laga terakhir. Juventus kebobolan lima gol.
Andrea Pirlo tentu masih punya opsi untuk membuat pertahanan Juventus makin tangguh. Sebab, ada nama Matthijs de Ligt yang belum dimainkan. Bek asal Belanda itu baru sembuh dari cedera, tetapi belum pulih 100 persen.
Patut dinantikan apakah De Ligt bisa membantu Pirlo membenahi lini belakang Juventus.
Jalan Terjal Ferencvaros
Ferencvaros bermain di Liga Champions setelah 25 tahun absen. Klub asal Hungaria itu kini berada dalam situasi yang cukup sulit. Dari tiga laga, mereka hanya mampu mendapatkan satu poin saja.
Ferencvaros sudah dua kali kalah, dari Juventus dan Barcelona. Satu poin didapat saat bermain imbang lawan Dynamo Kiev.
Jalan Ferencvaros untuk lolos ke babak 16 Besar belum tertutup, tetapi sangat terjal. Namun, masih ada harapan untuk bermain di Liga Europa. Laga melawan Dynamo Kiev pada matchday kelima bakal sangat menentukan langkah Ferencvaros ke Liga Europa.
Akhirnya, Paulo Dybala!

Paulo Dybala memulai musim 2020/2021 dengan kondisi yang sulit. Dia harus berjuang, bukan hanya untuk tempat utama, tetapi juga untuk mendapat kebugaran yang ideal.
Andrea Pirlo sempat menaruh Paulo Dybala di bangku cadangan dan itu membuatnya kesal. Namun, pelan tapi pasti Dybala menemukan performa terbaiknya.
Dybala masuk ke lapangan pada menit ke-67, menggantikan Alvaro Morata. Pada menit ke-72, Dybala mencetak gol. Ini adalah gol pertama La Joya pada musim 2020/2021.
So, kini Andrea Pirlo berada dalam pilihan sulit di lini depan. Morata, Dybala, atau Ronaldo?
Fleksibilitas Formasi Juventus

Andrea Pirlo bermain dengan formasi awal 4-3-3 di laga melawan Ferencvaros. Tiga pemain di lini depan adalah Federico Chiesa, Alvaro Morata, dan Cristiano Ronaldo.
Formasi ini berbeda dengan ketika Juventus menang atas Spezia akhir pekan lalu. Pirlo memakai formasi 4-4-2, dengan Paulo Dybala bermain sebagai penyerang tengah. Chiesa bermain sebagai sayap kanan.
Pirlo sebenarnya tidak menekankan pada formasi awal. Pelatih 41 tahun itu lebih fokus pada peran pemain di lapangan. Formasi bisa sangat fleksibel atau lentur tergantung pada peran pemain dan lawan.
Chiesa misalnya. Pirlo menyebut peran pemain 22 tahun sebagai penyerang yang melebar, bukan empat pemain tengah.
Sumber: Berbagai Sumber
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Inter Milan Coba Telikung MU untuk Transfer Eduardo Camavinga
Liga Italia 8 Maret 2026, 06:40
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 13:00
-
Kelemahan AC Milan Adalah Kekuatan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:56
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 12:46
-
Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix Australia di Albert Park
Otomotif 8 Maret 2026, 12:41
-
Modal Positif AC Milan, Rekor Mengesankan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:28
-
Milan vs Inter: Harapan Rossoneri pada Kombinasi Pulisic dan Leao
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:52
-
Pertarungan Luka Modric vs Nicolo Barella di Lini Tengah
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:23
-
AC Milan Wajib Redam Ancaman Federico Dimarco
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:54
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25













