7 Fakta Menarik Usai Man City Dihajar Lyon: Guardiola Masih Apes
Richard Andreas | 16 Agustus 2020 13:45
Bola.net - Manchester City menelan kekalahan mengejutkan dari Lyon pada duel perempat final Liga Champions 2019/20, Minggu (16/8/2020) dini hari WIB. Laga ini pun menyisakan sejumlah fakta menarik.
Lyon berhasil mengandaskan perlawanan dan ambisi Manchester City untuk memenangi gelar Liga Champions dengan skor 3-1.
Moussa Dembele menjadi pahlawan kemenangan berkat dua golnya dalam waktu sembilan menit sebagai pemain pengganti. Sementara City hanya sanggup mencetak gol melalui Kevin De Bruyne.
Pep Guardiola dikritik karena menerapkan strategi dan formasi yang 'aneh' pada laga ini. Ia menggunakan formasi 3-5-2 dan membangkudacangkan Riyad Mahrez.
Lyon mengambil kesempatan itu untuk unggul cepat menit 24'. Manchester City sanggup menyamakan kedudukan menit 69', namun Dembele menuntaskan pertandingan dengan dua golnya masing-masing menit 79' dan 87'.
Terdapat sedikitnya tujuh fakta menarik setelah Lyon mengalahkan Manchester City. Berikut rangkumannya:
1. Pep Guardiola Belum Mampu Bawa Manchester City Menembus Semifinal Liga Champions
Pep Guardiola kembali gagal memutus 'kutukan' Manchester City di Liga Champions. Dalam empat edisi terakhir, mereka selalu kandas menembus semifinal.
2. Semifinalis Dihuni 2 Tim Bundesliga dan Ligue 1
Semifinalis Liga Champions 2019/2020 dihuni oleh empat tim yang terbagi rata, dua dari Ligue 1, dua dari Bundesliga.
Potensi all German finals atau all French finals pun terbuka. PSG akan bersua RB Leipzig, sementara Lyon bakal menghadapi kandidat juara, Bayern Munchen.
3. Serba Pertama
Lyon berhasil menembus semifinal untuk kali pertama sejak 2010. Tim Ligue 1 lainnya, PSG, bahkan sudah absen ke semifinal sejak 1995.
Buat Bayern Munchen, ini adalah kali ke-12 buat tim Bundesliga itu lolos ke semifinal Liga Champions. Namun, RB Leipzig mencetak sejarah dengan lolos ke semifinal untuk kali pertama.
4. Performa Menawan Maxence Caqueret
Maxence Caqueret menjadi pemain yang bersinar pada laga Lyon vs Manchester City. Ia 10 kali merebut bola, tiga kali melepaskan tekel, dan dua kali melakukan intersep. Yang terbanyak dari pemain manapun pada laga tersebut.
5. Memphis Depay Vs Manchester
Sejak dijual ke Lyon pada 2016/2017, dua tim Manchester, United dan City belum pernah lolos ke semifinal Liga Champions.
6. Tanpa Wakil Inggris dan Spanyol Sejak 1996/1996
Kegagalan Barcelona dan Manchester City menembus semifinal Liga Champions menciptakan tren buruk buat La Liga dan Premier League. Sebab, ini adalah kali pertama sejak 1995/1996, tidak ada wakil dari Inggris dan Spanyol di empat besar kompetisi.
7. Moussa Dembele Vs Manchester City
Moussa Dembele adalah momok buat Manchester City. Dua golnya menambah koleksi gol ke gawang City menjadi empat dari tiga pertemuan.
Disadur dari: Bola.com (Gregah Nurikhsani), published on 16 Agustus 2020
Baca ini juga ya!
- Menanti Kejutan Berikutnya: Mungkinkah Leipzig vs Lyon di Final UCL Musim Ini?
- Patahnya Dominasi 24 Tahun Inggris-Spanyol di Semifinal Liga Champions: Siapa yang Juara Kali Ini?
- Head to Head Semifinal Liga Champions: Lyon vs Bayern Munchen
- Formasi Tak Biasa Bikin Man City Keok? Ini Alasan Guardiola
- Tahun Berbeda, Man City Masih Sama: Main Bagus tapi Gagal Menang
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06



