Andai Mbappe Masih di Paris, Akankah Semua Ini Tetap Terjadi?
Gia Yuda Pradana | 2 Juni 2025 11:46
Bola.net - Musim panas 2024 jadi momen krusial bagi Paris Saint-Germain (PSG). Kylian Mbappe memutuskan mengakhiri petualangannya di ibu kota Prancis dan memilih Real Madrid, semata demi satu ambisi: meraih trofi Liga Champions. Itu keputusan besar yang dianggap sebagai langkah terakhir menuju puncak karier.
Namun, takdir berkata lain. Madrid disingkirkan Arsenal di perempat final Liga Champions. Ironisnya, Arsenal kemudian dihentikan PSG di semifinal—yang melaju hingga meraih treble winners secara gemilang.
Trofi yang dikejar Mbappe justru datang ke lemari mantan klubnya. Pertanyaan pun mengemuka: andai Mbappe masih di Paris, akankah semua ini tetap terjadi?
PSG Juara, Kolektivitas Jadi Jawaban
Kemenangan PSG di final Liga Champions sungguh luar biasa. Di Allianz Arena, Munich, mereka tampil senasional saat membantai Inter Milan 5-0. Mereka bukan hanya menang—tapi mendominasi total.
Gol dari Achraf Hakimi dan Desire Doue di babak pertama membuka jalan. Setelah jeda, PSG kian buas. Doue mencetak gol kedua, lalu disusul torehan Khvicha Kvaratskhelia dan Senny Mayulu yang menyempurnakan kemenangan.
Di balik pesta gol itu, ada pondasi yang kokoh: kerja tim. PSG 2024/2025 tampil sebagai unit komplet—dari keputusan taktis, kerja keras, hingga harmonisasi antara pemain muda dan berpengalaman.
Andai Mbappe Masih di Paris
Pertanyaan "bagaimana jika" menjadi diskusi hangat di berbagai forum sepak bola. Dalam tayangan ESPN FC, analis Stewart Robson memberi jawaban yang mengejutkan tapi lugas. “Saya rasa mereka tidak akan sebagus ini kalau Mbappe masih di tim,” ujar Robson.
Menurutnya, meski Mbappe pemain hebat dan mencetak banyak gol di Madrid, intensitas kerja sang superstar masih belum cukup. “Jika satu pemain tidak menekan atau merebut bola, yang lain juga sulit mendekat,” tambahnya.
Bagi Robson, keberhasilan PSG terletak pada kekompakan. “Di seluruh lapangan—intensitas, energi, atletisme pemain PSG—sungguh luar biasa. Mereka membuat keputusan yang tepat dengan campuran pemain muda dan berpengalaman. Kapan menekan, kapan menahan, kapan main satu sentuhan, kapan mulai dari belakang. Itu penampilan tim yang komplet,” tegasnya.
Tanpa Ikon, PSG Lebih Seimbang
Pernyataan Robson tak lantas meremehkan kualitas Mbappe. Dia tetap salah satu striker terbaik dunia. Namun, PSG musim ini bukan lagi tim yang bergantung pada satu nama besar.
Luis Enrique membentuk skuat egaliter. Semua pemain memiliki peran penting, baik dalam menyerang maupun bertahan. Tidak ada ruang untuk ego individu—yang ada adalah struktur tim yang rapi dan kerja kolektif tanpa kompromi.
Dalam kerangka itu, kepergian Mbappe justru membuka jalan. PSG menjadi tim yang tidak menunggu keajaiban satu pemain, tapi menciptakan keajaiban bersama-sama.
Mbappe: Ironi Seorang Superstar
Mbappe pergi demi mimpi yang tak tercapai. Di saat bersamaan, mimpi itu justru mewujud di tempat yang dia tinggalkan. Inilah ironi yang hanya bisa ditulis oleh sepak bola.
Tanpa dirinya, PSG tak runtuh. Sebaliknya, mereka menemukan jati diri baru—lebih efisien, lebih fokus, dan lebih sulit dikalahkan. Proyek besar klub tak lagi bergantung pada satu ikon.
Apakah PSG akan tetap juara jika Mbappe masih di sana? Tidak ada yang tahu. Namun, yang pasti, mereka berhasil meraih puncak Eropa tanpa membutuhkan sentuhan magis dari sang superstar di laga yang paling menentukan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Luis de la Fuente Sebut Mikel Oyarzabal Layak Dapat Pengakuan Lebih
Piala Dunia 26 Juni 2026, 15:15
-
Belanda Lolos sebagai Juara Grup, Ronald Koeman Tetap Tak Puas
Piala Dunia 26 Juni 2026, 14:15
-
Julian Nagelsmann Bela Pemain Jerman usai Tumbang dari Ekuador
Piala Dunia 26 Juni 2026, 13:43
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026, 27 Juni 2026
Piala Dunia 27 Juni 2026, 00:50
-
Tempat Menonton Norwegia vs Prancis di Piala Dunia 2026, 27 Juni 2026
Piala Dunia 27 Juni 2026, 00:45
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Senegal vs Irak, 27 Juni 2026
Piala Dunia 26 Juni 2026, 23:45
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Norwegia vs Prancis, 27 Juni 2026
Piala Dunia 26 Juni 2026, 23:30
-
MU Kirim Pemandu Bakat ke Laga Uruguay vs Cape Verde, Amati Pemain Mana?
Liga Inggris 26 Juni 2026, 22:45
-
Login! Manchester United Ramaikan Perburuan Julian Alvarez
Liga Inggris 26 Juni 2026, 22:30
-
Elliot Anderson Selangkah Lebih Dekat Jadi Pemain Manchester City
Liga Inggris 26 Juni 2026, 22:14
-
Here We Go! Real Madrid Jual Lagi Nico Paz ke Como, Cuan 600%
Liga Spanyol 26 Juni 2026, 22:00
-
Bomber PSG Ini Selangkah Lagi Gabung Juventus
Piala Dunia 26 Juni 2026, 20:00
-
Inikah Pembelian Pertama Ruben Amorim di AC Milan?
Liga Italia 26 Juni 2026, 19:00
-
Kabar Gembira MU! Aurelien Tchouameni Buka Kans Pindah ke Old Trafford!
Liga Inggris 26 Juni 2026, 18:30
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41







