Arsenal Andalkan Kekuatan Bola Mati Saat Hadapi Bayer Leverkusen di Liga Champions
Aga Deta | 11 Maret 2026 22:06
Bola.net - Arsenal datang dengan kepercayaan diri tinggi menjelang babak 16 besar Liga Champions melawan Bayer Leverkusen. Tim asuhan Mikel Arteta juga memiliki senjata khusus yang sangat efektif musim ini.
Lebih dari 20 gol telah dicetak Arsenal melalui situasi bola mati sepanjang musim ini. Statistik tersebut menjadikan mereka salah satu tim paling berbahaya dari situasi set piece.
Keunggulan tersebut membuat Arsenal percaya diri menghadapi Bayer Leverkusen. Situasi bola mati berpotensi kembali menjadi faktor penting dalam pertandingan tersebut.
Tim asal London itu telah berulang kali membuktikan efektivitas strategi tersebut. Pendekatan yang konsisten membuat mereka tetap mampu bersaing dalam perebutan gelar.
Arsenal Fokus pada Strategi Bola Mati

Arsenal dikenal sebagai spesialis bola mati musim ini di Premier League. Tim berjuluk The Gunners tidak terlalu mempedulikan kritik terkait kemampuan mereka mencetak gol dari permainan terbuka.
Efektivitas dari tendangan sudut menjadi salah satu kekuatan terbesar tim. Pendekatan tersebut membuat Arsenal mampu meraih banyak hasil positif sepanjang musim.
Alih alih menghindari kritik, Arsenal justru memanfaatkan kekuatan tersebut secara maksimal. Strategi yang sama bahkan berpotensi kembali digunakan pada pertandingan Liga Champions.
Statistik Gol Set Piece yang Mengesankan

Sebagian besar tim biasanya mampu mencetak gol dari tendangan sudut atau tendangan bebas. Namun Arsenal memilih fokus pada keduanya secara bersamaan musim ini.
Hingga 2 Maret, Arsenal telah mencetak 21 gol dari situasi bola mati di Premier League. Catatan tersebut menjadi yang terbanyak dibanding klub lain.
Keberhasilan itu didukung oleh disiplin pemain dalam melakukan penjagaan. Selain itu, kekuatan duel udara dan kualitas pengumpan juga sangat menentukan.
Peran Penting Nicolas Jover

Nicolas Jover memegang peran penting dalam keberhasilan strategi bola mati Arsenal. Pelatih asal Prancis tersebut dikenal sebagai spesialis set piece.
Para pengambil bola mati seperti Bukayo Saka dan Declan Rice biasanya mengarahkan umpan kepada pemain yang kuat dalam duel udara. Viktor Gyokeres, William Saliba, dan Gabriel sering menjadi target utama.
Hasilnya sangat efektif bagi tim asal London tersebut. Arsenal bahkan telah mencetak 16 gol dari situasi tendangan sudut di Premier League.
Reputasi mereka dalam situasi tendangan sudut kini sangat dikenal oleh lawan. Dampak psikologis dari situasi tersebut juga sering memberi tekanan kepada tim lawan.
Menghadapi Leverkusen pada Kamis (12/3/2026) dini hari WIB, Arsenal diperkirakan tetap menggunakan pendekatan yang sama. Meski tetap berusaha mencetak gol dari permainan terbuka, mereka akan sangat berbahaya dari tendangan bebas dan tendangan sudut.
Sumber: Flashscore
Klasemen Liga Champions 2025/2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Link Nonton Live Streaming Piala Dunia 2026: Yordania vs Argentina
Piala Dunia 28 Juni 2026, 05:21
-
Link Nonton Live Streaming Piala Dunia 2026: Aljazair vs Austria
Piala Dunia 28 Juni 2026, 05:15
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Belanda vs Maroko 30 Juni 2026
Piala Dunia 28 Juni 2026, 04:54
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Jerman vs Paraguay 30 Juni 2026
Piala Dunia 28 Juni 2026, 04:44
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Brasil vs Jepang 30 Juni 2026
Piala Dunia 28 Juni 2026, 04:23
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Afrika Selatan vs Kanada 29 Juni 2026
Piala Dunia 28 Juni 2026, 03:50
-
Link Nonton Live Streaming Piala Dunia 2026: RD Kongo vs Uzbekistan
Piala Dunia 28 Juni 2026, 02:11
-
Link Nonton Live Streaming Piala Dunia 2026: Kolombia vs Portugal
Piala Dunia 28 Juni 2026, 02:06
-
Link Nonton Live Streaming Piala Dunia 2026: Panama vs Inggris
Piala Dunia 28 Juni 2026, 01:19
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41







