Begitu Besarnya Tekad Balas Dendam Inter Milan di Final Liga Champions, Ada Apa?
Editor Bolanet | 30 Mei 2025 08:33
Bola.net - Benjamin Pavard mengaku harus beradaptasi dengan gaya bermain baru saat bergabung dengan Inter Milan pada 2023 lalu. Bek asal Prancis itu juga merasakan keinginan kuat rekan-rekannya untuk membalas kekalahan di Final Liga Champions 2023.
Inter akan menghadapi PSG di Final Liga Champions 2025 di Munich, dan Pavard mengungkapkan kesiapannya lewat wawancara eksklusif dengan L'Equipe. Pertandingan ini menjadi momen penting bagi para pemain yang pernah merasakan pahitnya kekalahan dua tahun lalu.
PSG digadang-gadang sebagai tim tangguh dengan konsistensi yang terus meningkat. Namun, Pavard menegaskan bahwa Inter Milan tidak akan sekadar menjadi penonton di pertandingan puncak nanti.
PSG Tim Kuat, Tapi Inter Siap Berjuang

Pavard mengakui kualitas PSG sebagai tim yang solid dengan pelatih berkelas dunia. Meski mengagumi permainan mereka, ia menegaskan bahwa Inter datang ke Munich bukan untuk kalah.
"PSG adalah tim hebat. Mereka telah membuktikannya selama bertahun-tahun, dan sekarang mereka bahkan lebih konsisten," kata Pavard seperti dikutip Gazzetta.
"Mereka punya pelatih yang brilian, salah satu yang terbaik di dunia. Kami menikmati permainan mereka, tapi di hari Sabtu, kami tidak akan hanya menonton," tegasnya.
Pavard sendiri pernah menjuarai Liga Champions bersama Bayern Munich pada 2020, meski saat itu ia absen karena cedera. Kini, ia berpeluang merasakan momen serupa dengan kostum berbeda.
Dendam Tersimpan Usai Final 2023
Meski baru bergabung setelah Final 2023, Pavard merasakan ambisi besar rekan-rekannya yang ingin menebus kekalahan dari Manchester City. Pengalaman pahit itu justru membuat mereka lebih matang.
"Banyak pemain di sini ingin balas dendam setelah final yang kami lewatkan melawan Manchester City. Kekalahan itu mengajarkan banyak hal, dan mereka tumbuh lebih kuat sejak saat itu," ungkap Pavard.
"Kami bisa meraih sesuatu yang luar biasa. Ini mungkin kesempatan terakhir bagi beberapa pemain, tapi yang terpenting, kami sudah bangga dengan perjalanan ini," tambahnya.
Inter dikenal sebagai tim yang kompak meski tidak diisi banyak bintang. Pavard menekankan bahwa kekuatan utama mereka terletak pada kerja sama dan kesediaan untuk menderita bersama.
Taktik Fleksibel Inter Kunci Melawan PSG
Pavard menjelaskan bahwa Inter mampu menyesuaikan gaya bermain, baik dengan tekanan tinggi maupun bertahan dalam blok rapat. Fleksibilitas ini menjadi senjata utama mereka.
"Kami bisa menekan, tapi juga bisa bertahan rendah. Yang terpenting adalah tidak kebobolan. Terkadang kami harus mundur dan menderita untuk menang," ujarnya.
Posisi Pavard sendiri sering berubah-ubah, tergantung kebutuhan taktik pelatih Simone Inzaghi. Ia bisa beroperasi sebagai bek kanan, wing-back, atau bahkan membantu lini tengah.
"Peran saya hybrid. Kadang saya jadi bek kanan, kadang wing-back. Bahkan gelandang bisa turun jadi bek tengah," jelas Pavard.
"Kuncinya adalah menjaga keseimbangan defensif. Pelatih sangat menekankan hal itu. Saat saya maju, Barella akan menutupi ruang saya. Semua sudah dipelajari dengan detail," pungkasnya.
Pavard: Adaptasi dan Kebanggaan Bersama Inter
Bergabung dengan Inter mengharuskan Pavard mempelajari sistem baru, dan ia mengaku menikmati proses tersebut. Ia pun bangga menjadi bagian dari tim yang penuh semangat ini.
"Saya perlu mempelajari gaya bermain ini. Di sini, semua diatur dengan sangat rinci, tapi tetap ada kebebasan kecil untuk berekspresi," katanya.
Pavard dan kawan-kawan kini tinggal selangkah lagi dari trofi bergengsi. Apakah dendam terhadap Manchester City akan terbalaskan lewat kemenangan atas PSG? Jawabannya akan terungkap di Munich akhir pekan ini.
Jangan Sampai Ketinggalan ini Bolaneters!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Usai Cabut dari Real Madrid, Tujuan Xabi Alonso Berikutnya Terungkap
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 04:30
-
Kabar Panas dari Stamford Bridge: Chelsea Siap Lepas Gelandang Juara Piala Dunia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 03:29
-
Prediksi Copenhagen vs Napoli 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Olympiakos vs Leverkusen 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:02
LATEST UPDATE
-
Marc Guehi Tiba, Pep Guardiola Gembira
Liga Inggris 20 Januari 2026, 08:25
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 08:25
-
Gagal Penalti tapi Cetak Brace, Nico Paz Jadi Mimpi Buruk Lazio di Olimpico
Liga Italia 20 Januari 2026, 08:07
-
Solusi Krisis Lini Belakang, Man City Resmikan Marc Guehi Seharga 20 Juta
Liga Inggris 20 Januari 2026, 08:01
-
Usai Cabut dari Real Madrid, Tujuan Xabi Alonso Berikutnya Terungkap
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 04:30
-
Kabar Panas dari Stamford Bridge: Chelsea Siap Lepas Gelandang Juara Piala Dunia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 03:29
-
Prediksi Copenhagen vs Napoli 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Olympiakos vs Leverkusen 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:02
-
Prediksi Sporting CP vs PSG 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:01
-
Prediksi Inter vs Arsenal 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Tottenham vs Dortmund 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26



