Curhat Vinicius Junior Usai Jadi Korban Rasisme di Laga Benfica vs Real Madrid: Dasar Pengecut

Ari Prayoga | 18 Februari 2026 12:53
Curhat Vinicius Junior Usai Jadi Korban Rasisme di Laga Benfica vs Real Madrid: Dasar Pengecut
Pemain Real Madrid, Vinicius Junior, berargumen dengan Jose Mourinho, usai mencetak gol pada laga playoff Liga Champions antara Benfica vs Real Madrid di Lisbon, Portugal, Rabu (18/2). (c) AP Photo/Pedro Rocha

Bola.net - Kemenangan tipis 1-0 yang diraih Real Madrid di markas Benfica, Estadio da Luz, Rabu (18/2/2026) seharusnya menjadi sorotan utama. Namun, laga panas di Lisbon itu kembali menyisakan cerita kelam: dugaan aksi rasisme yang diarahkan kepada Vinicius Junior.

Sekitar satu jam setelah peluit panjang dibunyikan, penyerang asal Brasil tersebut mengunggah pernyataan tegas melalui Instagram. Ia mengecam perlakuan yang diterimanya sepanjang pertandingan, termasuk hinaan rasial dari tribun serta lemparan benda yang sempat mengenainya.

Advertisement

Rasis pada dasarnya adalah pengecut. Mereka perlu menutupi mulut dengan jersey untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka,” tulis Vinicius, merujuk pada momen ketika pemain Benfica, Prestianni, terlihat menutup mulutnya saat berbicara sebelum Vinicius menghampiri wasit untuk melaporkan insiden tersebut.

1 dari 3 halaman

Kritik Sistem dan Penegakan Aturan

Kritik Sistem dan Penegakan Aturan

Gianluca Prestianni dari Benfica berebut bola dengan pemain Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga playoff 16 Besar Liga Champions, Rabu (18/2). (c) AP Photo/Pedro Rocha

Kemarahan Vinicius tidak hanya tertuju kepada individu yang diduga melakukan penghinaan. Ia juga menyindir sistem yang dianggapnya belum maksimal melindungi pemain dari tindakan diskriminatif.

“Mereka dilindungi oleh pihak lain yang secara teori punya kewajiban untuk menghukum,” lanjutnya, dalam pernyataan yang dinilai sebagai kritik terhadap otoritas pertandingan dan badan sepak bola Eropa.

Dalam pertandingan tersebut, wasit asal Prancis, François Letexier, sempat mengaktifkan protokol anti-rasisme setelah Vinicius melaporkan insiden di tengah laga. Pertandingan dihentikan sementara sebelum akhirnya dilanjutkan kembali. Namun, menurut Vinicius, prosedur tersebut tidak berjalan efektif.

“Hanya protokol yang dieksekusi dengan buruk dan tidak menghasilkan apa pun,” tulisnya.

Selain itu, ia juga mempertanyakan kartu kuning yang diterimanya usai merayakan gol kemenangan Madrid. “Saya mendapat kartu kuning karena merayakan gol. Sampai sekarang saya tidak mengerti alasannya,” tambahnya.

2 dari 3 halaman

Madrid Menang, Tapi Isu Rasisme Kembali Membayangi

Madrid Menang, Tapi Isu Rasisme Kembali Membayangi

Pemain Real Madrid, Vinicius Junior, merayakan gol pembuka timnya dalam pertandingan play-off Liga Champions kontra Benfica, Rabu (18/2/2026). (c) AP Photo/Pedro Rocha

Di atas lapangan, Madrid sebenarnya tampil disiplin dan matang. Skuad asuhan Carlo Ancelotti mampu mengendalikan tempo permainan dalam atmosfer yang tidak bersahabat. Kemenangan 1-0 menjadi modal penting bagi Los Blancos dalam persaingan Eropa musim ini.

Namun, sorotan publik kembali tersedot pada isu yang selama beberapa tahun terakhir terus menghantui karier Vinicius: rasisme.

Di pertengahan pertandingan, ia terlihat berlari ke arah Letexier untuk melaporkan dugaan ucapan rasis yang dilontarkan lawan. Tayangan televisi memperlihatkan momen ketika Prestianni berbicara sambil menutup mulutnya. Tak lama kemudian, wasit menghentikan pertandingan sebagai bagian dari prosedur resmi.

Selain dugaan insiden di lapangan, terdengar pula nyanyian bernada penghinaan dari sebagian suporter tuan rumah, serta lemparan benda ke arah Vinicius dari tribun.

3 dari 3 halaman

Ketegasan Vinicius

Ketegasan Vinicius

Pemain Real Madrid Vinicius Junior (kiri) usai mencetak gol pada laga play-off Liga Champions antara Benfica vs Madrid di Lisbon, Portugal, Selasa, 17 Februari 2026 (c) AP Photo/Pedro Rocha

Meski kecewa, Vinicius menegaskan bahwa ia sebenarnya tidak ingin momen seperti ini menggeser fokus dari kemenangan timnya.

“Saya tidak suka muncul dalam situasi seperti ini, apalagi setelah kemenangan besar ketika seharusnya tajuk utama adalah tentang Real Madrid. Tapi ini perlu dilakukan,” tulisnya.

Pernyataan itu mencerminkan realitas pahit yang kerap ia hadapi: bersinar di atas lapangan, namun terus dipaksa melawan diskriminasi di luar permainan.

Kemenangan di Da Luz mungkin akan tercatat sebagai hasil penting bagi Madrid. Tetapi bagi Vinicius, laga tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangannya bukan hanya soal mencetak gol atau meraih trofi, melainkan juga melawan sesuatu yang jauh lebih besar dari sepak bola itu sendiri.

Sumber: Instagram @vinijr

LATEST UPDATE