Dari Harapan ke Kehancuran: 45 Menit yang Kelam bagi Newcastle di Camp Nou
Asad Arifin | 19 Maret 2026 12:27
Bola.net - Newcastle United harus menerima kenyataan pahit di Liga Champions 2025/2026. Bertandang ke Camp Nou pada leg kedua babak 16 Besar, mereka dihancurkan Barcelona dengan skor 7-2, Kamis (19/3) dini hari WIB.
Hasil ini memastikan langkah Newcastle terhenti. Mereka kalah agregat 8-3 setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 di leg pertama.
Padahal, Newcastle sempat memberi perlawanan sengit. Mereka tampil kompetitif pada babak pertama dan beberapa kali mampu menyamakan kedudukan.
Namun, semua berubah drastis setelah jeda. Babak kedua menjadi mimpi buruk yang sulit dilupakan bagi The Magpies.
Babak Pertama Penuh Harapan

Newcastle menunjukkan karakter kuat sejak awal laga. Mereka tidak gentar menghadapi tekanan dari Barcelona.
Tim asuhan Eddie Howe bahkan mampu mencetak dua gol penyeimbang. Situasi ini menunjukkan mereka masih punya peluang untuk bersaing.
Meskipun tertinggal 3-2 sebelum turun minum, Newcastle tetap dalam permainan. Mereka mampu menciptakan peluang dan mengganggu pertahanan lawan.
Newcastle lebih dari sekadar bersaing dalam sebagian besar duel dua leg ini. Mereka menunjukkan semangat dan determinasi tinggi.
Babak Kedua yang Menghancurkan

Segalanya berubah setelah babak kedua dimulai. Newcastle kehilangan kontrol permainan dan mulai melakukan kesalahan fatal.
Salah satu momen paling krusial terjadi saat Jacob Ramsey terpeleset. Ia tanpa sengaja memberikan bola kepada Raphinha di area berbahaya.
Situasi itu langsung dimanfaatkan dengan baik. Raphinha mencetak gol dengan tenang tanpa mampu dihentikan Aaron Ramsdale.
"Bahkan mengubah gaya bermain menjadi lebih rendah dan lebih dalam serta ruang yang lebih kompak pun tidak banyak membantu upaya kami," keluh pelatih kepala Newcastle itu.
Kesalahan yang Dibayar Mahal

Kesalahan individu menjadi titik balik. Newcastle tidak mampu mengatasi tekanan yang semakin intens dari Barcelona.
Gol demi gol terus bersarang ke gawang mereka. Pertahanan yang sebelumnya cukup solid berubah rapuh.
Anthony Elanga menjadi salah satu pemain yang merasakan langsung kerasnya malam itu. Ia tampak terpukul setelah laga berakhir.
"Sangat disayangkan kami kalah dengan cara seperti ini," katanya kepada TNT Sports. "Kami seharusnya bisa bermain lebih baik. Ini hanyalah pertandingan yang penuh kesalahan."
Pelajaran Besar untuk Newcastle

Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga. Newcastle menunjukkan bahwa mereka bisa bersaing, tetapi belum konsisten selama 90 menit.
Perbedaan kualitas terlihat saat tekanan meningkat. Barcelona mampu memanfaatkan setiap celah yang ada.
Bagi Newcastle, pengalaman ini tetap penting. Mereka mendapat gambaran jelas tentang level tertinggi di Eropa.
Liga Champions musim ini berakhir pahit. Namun, fondasi untuk berkembang ke depan tetap ada.
Sumber: BBC Sport
Baca Ini Juga:
Dominasi Beralih dari Inggris ke Spanyol! Peta Kekuatan Negara di 8 Besar Liga Champions 2025/2026
Robert Lewandowski: Elu Kebobolan Dua Gol, Tapi Cetak Tujuh Gol, You Still Win The Game!
Rapor Pemain Liverpool vs Galatasaray: Dominik Szoboszlai Pimpin Malam Sempurna di Anfield
Cedera Horor Noa Lang di Anfield: Jari Putus jadi Bagian Malam Kelam Galatasaray di Tengah Pesta Liverpool
Tragedi Wakil Inggris di 16 Besar Liga Champions: 4 Kekalahan Telak yang Mengguncang, Chelsea Paling Parah!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Statistik Persebaya vs Arema: Bajul Ijo Tak Dominan, tetapi Sangat Efektif
Bola Indonesia 4 Agustus 2026, 23:11
-
Hasil Piala Presiden 2026: Persebaya Lolos ke Final Usai Kalahkan Arema FC
Bola Indonesia 4 Agustus 2026, 22:08
-
Pindah ke PSG atau Bertahan di Barcelona? Ini Kata Ferran Torres
Liga Spanyol 4 Agustus 2026, 21:00
LATEST UPDATE
-
Memahami Perubahan Sikap Real Madrid dalam Saga Kontrak Vinicius Junior
Liga Spanyol 6 Agustus 2026, 15:48
-
Lini Tengah Arsenal Belum Stabil, tapi Kekalahan Bukan Alasan untuk Panik
Liga Inggris 6 Agustus 2026, 15:03
-
Marcus Rashford Bisa Berjumpa Lagi dengan Ruben Amorim, Begini Ceritanya
Liga Inggris 6 Agustus 2026, 14:19
-
Jose Mourinho Turun Tangan Langsung dalam Nego Kontrak Vinicius di Real Madrid
Liga Spanyol 6 Agustus 2026, 13:45
-
Singapura Tanpa Gelandang Andalan Saat Hadapi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Tim Nasional 6 Agustus 2026, 13:32
-
Luka Modric Berharap Rafael Leao Bertahan di AC Milan
Liga Italia 6 Agustus 2026, 13:00
-
Cahya Supriadi Dinilai Layak Jadi Kiper Utama Timnas Indonesia, Ini Alasannya
Tim Nasional 6 Agustus 2026, 12:23
-
Timnas Indonesia Masih Bisa Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026, Ini Syaratnya
Tim Nasional 6 Agustus 2026, 12:17
-
Timnas Indonesia Wajib Menang, Ini Rekor Garuda Saat Bertandang ke Singapura
Tim Nasional 6 Agustus 2026, 12:12
-
Bernardo Tavares Hormati Persib, Persebaya Tetap Percaya Diri Tatap Final
Bola Indonesia 6 Agustus 2026, 11:40
-
Igor Tolic Belum Tentukan Starter Persib untuk Final Kontra Persebaya
Bola Indonesia 6 Agustus 2026, 11:20
-
Xabi Alonso Bahagia Lihat Mykhailo Mudryk Kembali Bermain
Liga Inggris 6 Agustus 2026, 11:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
-
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang Bisa Diburu Liverpool
Editorial 29 Juli 2026, 13:16





