Dianggap Gagal di PSG dan Arsenal, Unai Emery Harusnya Diberi Waktu!
Richard Andreas | 27 April 2022 06:30
Bola.net - Unai Emery menorehkan pencapaian luar biasa dengan menuntun Villarreal ke panggung semifinal Liga Champions 2021/22. The Yellow Submarine jadi underdog di antara tim-tim top.
Tidak ada yang menduga Emery bisa membawa Villarreal mencapai torehan tertinggi mereka di panggung UCL. Laju Villarreal pun luar biasa, mereka mengalahkan Juventus di babak 16 besar dan Bayern Munchen di perempat final.
Selanjutnya, Kamis (28/4/2022) besok Villarreal akan menghadapi Liverpool di semifinal. Di atas kertas Villarreal kalah segalanya, tapi Emery mungkin memberikan kejutan.
Dipecat Arsenal dan PSG
Laju apik Villarreal ini juga membuktikan bahwa Unai Emery adalah pelatih berkualitas. Terlebih, dia pun berhasil mempersembahkan trofi Liga Europa untuk Villarreal musim lalu.
Keberhasilan Villarreal ini bertolak belakang dengan dua klub terakhir Emery. Pelatih asal Spanyol ini dianggap gagal saat menangani PSG (2016-2018) dan Arsenal (2018-2019).
Emery berhasil menuntun Arsenal sampai ke final Liga Europa di musim pertamanya, meski tidak juara. Namun, dia tetap dianggap tidak cukup bagus dan akhirnya dipecat pada November 2019 lalu.
Layak diberi waktu

Rapor buruk Emery ddi Arsenal dan di PSG ini pun jadi perhatian Francis Coquelin. Gelandang Villarreal ini yakin pelatihnya layak mendapatkan kesempatan lebih di dua klub top tersebut.
Ketika ditanya apakah Emery layak mendapatkan waktu lebih, Coquelin menjawab: "Sudah sangat jelas. Lihat saja PSG, lihat kondisi mereka sekarang, dan terbukti mereka tidak lebih baik dari masa ketika Emery masih di sana."
"Sayangnya, sepak bola tidak bisa bersabar. Untuk kasus Unai, saya kira dia terkendala bahasa. Dia harus berkomunikasi dengan pemainnya."
"Lebih mudah baginya di sini [Spanyol], jauh lebih sulit di PSG dan di Arsenal," imbuhnya.
Kalahkan Bayern
Coquelin jadi bagian tim yang mengalahkan Bayern di babak perempat final Liga Champions lalu. Menurutnya, saat ini Villarreal punya keunggulan karena ada banyak mantan pemain Premier League di sana, Emery pun pernah bekerja di Inggris.
"Jika Anda mengamati tim seperti Bayern, jelas mereka bagus secara teknis, tapi fisik mereka pun sangat tangguh," sambung Coquelin.
"Mereka akan sangat cocok di Inggris. Dan saya kira pengalaman kami bermain di Inggris bisa membantu di sini [UCL]."
"Pelatih sudah pernah bekerja di sana dan ada banyak pemain yang mengenal Liga Inggris. Semoga pengalaman ini membantu kami lawan Liverpool," tandasnya.
Sumber: Goal
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Siulan Suporter di Bernabeu Cuma Bikin Real Madrid Lemah
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 11:03
-
Madrid vs Monaco: Arbeloa Pasang Target 8 Besar UCL dan Misi Damai dengan Suporter
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 10:22
-
Mbappe Muak Lihat Rekannya di Madrid Dibully: Kritik Timnya, Jangan Orangnya!
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 10:10
LATEST UPDATE
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
-
Alfeandra Dewangga Siap Bawa Persib Cetak Sejarah Juara 3 Kali Berturut-turut
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 12:30
-
Conte Puji Hojlund Setinggi Langit, Tapi Emosi Jiwa Soal Jadwal Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 12:11
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 20 Januari 2026, 12:09
-
Ingat 2 Trofi UCL! Arbeloa Semprot Fans Madrid yang Hobi Cemooh Vinicius Jr
Liga Champions 20 Januari 2026, 11:17
-
Siulan Suporter di Bernabeu Cuma Bikin Real Madrid Lemah
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 11:03
-
Bersama Michael Carrick, MU Diyakino Sanggup Tembus Liga Champions
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:40
LATEST EDITORIAL
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19










