FFP Bakal Diubah, United Bisa Terancam Akibat Utang Besar
Editor Bolanet | 10 Oktober 2014 05:11
- Aturan Financial Fair Play gagasan UEFA menuai banyak kritik. Ada banyak klub yang menyebut aturan itu hanya menguntungkan klub-klub besar saja.
Aturan itu menyatakan bahwa sebuah klub tidak boleh mengeluarkan uang melebihi pendapatan mereka. UEFA akan menghukum sebuah tim yang melakukan investasi berlebihan. Namun UEFA tidak mempermasalahkan jika sebuah klub memiliki utang besar.
Hal ini nampaknya disadari oleh para petinggi Konfederasi Sepakbola Eropa itu. Sekjen UEFA Gianni Infantino menyatakan bahwa kini EUFA akan mempertimbangkan untuk memasukkan faktor utang ke dalam aturan Financial Fair Play.
Kami memang hanya fokus pada kerugian finansial klub saja. Membayar utang juga bisa menimbulkan kerugian. Tapi tentu, kami akan mempertimbangkan apakah jumlah utang total akan masuk ke dalam kriteria FFP, ucap Infantino kepada The Telegraph.
Masih menurut The Telegraph, klub besar yang paling khawatir jika utang total masuk ke perhitungan FFP adalah Manchester United. The Red Devils saat ini memiliki utang sebesar 350 juta pound. Angka itu ada akibat beban utang yang ditimpakan kepada The Red Devils oleh Keluarga Glazers sebesar 790 juta pound pada 2005 lalu.
Manchester City yang saat ini diganjar hukuman akibat belanja terlalu besar juga protes dengan aturan FFP. City merasa tak layak dapat hukuman karena mereka sama sekali tak memiliki utang.
Kami tak punya utang, tak membayar sepeser pun kepada lembaga lain. Bagi saya, itu adalah model yang bisa bertahan. Tapi teman-teman di UEFA punya pikiran lain. Pandangan kami berbeda, terang Chairman City Khaldoun Al Mubarak. (tel/hsw)
Aturan itu menyatakan bahwa sebuah klub tidak boleh mengeluarkan uang melebihi pendapatan mereka. UEFA akan menghukum sebuah tim yang melakukan investasi berlebihan. Namun UEFA tidak mempermasalahkan jika sebuah klub memiliki utang besar.
Hal ini nampaknya disadari oleh para petinggi Konfederasi Sepakbola Eropa itu. Sekjen UEFA Gianni Infantino menyatakan bahwa kini EUFA akan mempertimbangkan untuk memasukkan faktor utang ke dalam aturan Financial Fair Play.
Kami memang hanya fokus pada kerugian finansial klub saja. Membayar utang juga bisa menimbulkan kerugian. Tapi tentu, kami akan mempertimbangkan apakah jumlah utang total akan masuk ke dalam kriteria FFP, ucap Infantino kepada The Telegraph.
Masih menurut The Telegraph, klub besar yang paling khawatir jika utang total masuk ke perhitungan FFP adalah Manchester United. The Red Devils saat ini memiliki utang sebesar 350 juta pound. Angka itu ada akibat beban utang yang ditimpakan kepada The Red Devils oleh Keluarga Glazers sebesar 790 juta pound pada 2005 lalu.
Manchester City yang saat ini diganjar hukuman akibat belanja terlalu besar juga protes dengan aturan FFP. City merasa tak layak dapat hukuman karena mereka sama sekali tak memiliki utang.
Kami tak punya utang, tak membayar sepeser pun kepada lembaga lain. Bagi saya, itu adalah model yang bisa bertahan. Tapi teman-teman di UEFA punya pikiran lain. Pandangan kami berbeda, terang Chairman City Khaldoun Al Mubarak. (tel/hsw)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala Dunia 64 Tim Berpotensi Ubah Peta Ekonomi Sepak Bola Global
Piala Dunia 21 Juli 2026, 19:40
LATEST UPDATE
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
-
Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 11:00
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34














