Guardiola Mengaku Sempat Dibuat Panik Oleh Taktik Gila Mourinho di Laga Benfica vs Madrid, Ada Apa Nih?
Editor Bolanet | 29 Januari 2026 14:15
Bola.net - Josep Guardiola mengungkap kepanikan yang terjadi di ruang ganti Manchester City, Kamis (29/1/2026) dini hari. Seluruh skuad The Citizens dibuat senam jantung saat menonton laga Benfica vs Real Madrid.
Nasib Man City untuk lolos otomatis ke 16 besar UCL memang sangat bergantung pada hasil laga tersebut. Mereka terancam terlempar dari delapan besar jika Real Madrid mampu menyamakan kedudukan.
Momen paling menegangkan terjadi saat Jose Mourinho melakukan taktik nekat di masa injury time. Pelatih Benfica itu menyuruh kipernya maju menyerang meski sedang unggul.
Perjudian gila Mourinho itu sempat membuat Guardiola bingung dan ketakutan. Namun, strategi itulah yang akhirnya menyelamatkan City dari babak playoff.
Detik-detik Menegangkan

Skuad Man City berkumpul di ruang ganti usai laga mereka melawan Galatasaray berakhir. Mata mereka tertuju pada layar yang menayangkan menit akhir drama di Lisbon.
Kala itu Benfica unggul 3-2, namun Madrid terus menggempur. Jika skor menjadi 3-3, City akan terlempar dari zona lolos otomatis.
Guardiola mengaku syok melihat kiper Benfica, Anatoliy Trubin, justru maju ke kotak penalti lawan.
"Kami semua ada di sana jadi kami tidak tahu Benfica butuh gol untuk lolos," buka Guardiola menceritakan situasi.
Ia khawatir serangan balik Madrid akan menghancurkan harapan timnya.
"Jadi ketika kiper maju, kami bilang, 'kenapa kamu maju?' karena Madrid bisa menyamakan skor dan kami tersingkir," lanjutnya cemas.
Terima Kasih Mourinho!

Ketakutan Guardiola akhirnya berubah menjadi sorak sorai kegembiraan. Trubin sukses mencetak gol keempat Benfica lewat sundulan, memastikan skor 4-2.
Gol itu tak hanya meloloskan Benfica, tapi juga mengamankan posisi City di peringkat delapan. Guardiola pun memuji masterclass strategi rival lamanya itu.
"Tapi itu strategi yang bagus bagi Jose untuk mencetak gol keempat, kan!" seru Guardiola lega.
Ketika ditanya apakah ia akan mengirim pesan terima kasih pada Mourinho, Guardiola menjawab tegas.
"Ya, tentu saja," akunya singkat.
Lega Hindari Jadwal Neraka

Terlepas dari drama di Lisbon, City sendiri sukses menuntaskan tugasnya dengan baik. Mereka mengalahkan Galatasaray 2-0 lewat gol Erling Haaland dan Rayan Cherki.
Namun, fokus utama Guardiola adalah rasa syukur bisa menghindari babak playoff. Ia mengakui format baru Liga Champions sangatlah brutal.
"Sangat senang bisa finis di delapan besar mengingat bagaimana Liga Champions sekarang," ujar pelatih asal Spanyol itu.
"Ketika saya mulai 16 atau 17 tahun lalu, Liga Champions adalah kompetisi tipe lain. Hari ini setiap tim benar-benar sangat tangguh," tambahnya.
Tumbal Kemenangan
Kemenangan City malam itu sayangnya harus memakan korban. Winger andalan mereka, Jeremy Doku, mengalami cedera betis usai tampil gemilang.
Meski begitu, Guardiola tetap melihat sisi positif dari hasil keseluruhan. Timnya kini punya waktu istirahat lebih panjang hingga Maret.
"Saya sangat senang kami tidak bermain di tahap playoff dan semoga kami bisa tiba di Maret (16 besar) dengan kondisi terbaik," tutup Guardiola.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 16 Maret 2026, 09:35
LATEST UPDATE
-
Finalissima Argentina vs Spanyol Resmi Batal, Lionel Messi Kecewa
Bola Dunia Lainnya 16 Maret 2026, 13:19
-
Joan Laporta Kembali Pimpin Barcelona: Raih 68% Suara dalam Pemilu Klub
Liga Spanyol 16 Maret 2026, 11:14
-
Liverpool, Sang Juara Bertahan yang Buruk
Liga Inggris 16 Maret 2026, 10:47
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
















