Jelang AS Monaco vs PSG: Ruang Ganti yang Memanas dan Harapan Bernama Dro Fernandez
Editor Bolanet | 16 Februari 2026 11:41
Bola.net - Raksasa Prancis, PSG, tengah berada dalam kondisi siaga satu. Skuad asuhan Luis Enrique ini bersiap melakoni leg pertama play-off Liga Champions kontra AS Monaco dengan membawa segunung kekhawatiran.
Kekalahan pahit baru saja menampar wajah mereka dengan keras. Les Parisiens secara mengejutkan tumbang 1-3 di tangan tim kejutan, Rennes, pada laga Sabtu, 14 Februari 2026 pekan lalu.
Hasil minor di Roazhon Park tersebut bukan sekadar hilangnya tiga poin bagi sang juara bertahan. Penampilan yang jauh dari standar itu justru menelanjangi kelemahan fundamental tim yang tadinya digadang-gadang sudah kembali ke jalur kemenangan.
Kini, ada empat titik lemah krusial yang mendadak terekspos ke publik Eropa. Luis Enrique pun berpacu dengan waktu untuk membenahi mentalitas skuadnya sebelum lonceng duel hidup-mati melawan wakil kerajaan tersebut berbunyi.
Mengikis Ego, Mengembalikan Kolektivitas
Kekuatan utama PSG musim lalu yang murni bertumpu pada kolektivitas mendadak luntur. Para pemain tampak bermain untuk pencapaian pribadi alih-alih berlari mengorbankan diri demi lambang di dada.
Ketegasan Luis Enrique sebenarnya sudah teruji saat ia tak segan membuang Ousmane Dembele dari skuad jelang laga krusial kontra Arsenal tahun lalu. Namun, egoisme ini rupanya kembali menjangkiti ruang ganti setelah mereka sempat tampil brilian di kancah domestik.
Rasa frustrasi pun memuncak dan tak terbendung di internal tim. Dembele secara terbuka menyoroti sikap mementingkan diri sendiri dari beberapa rekan setimnya, memicu percikan ketegangan yang sangat berbahaya tepat sebelum laga fase gugur Liga Champions bergulir.
Penyakit Kronis di Depan Gawang
Transisi serangan boleh saja membombardir pertahanan lawan, tetapi penyelesaian akhir PSG saat ini berada di titik nadir. Mereka membuang terlalu banyak peluang emas yang seharusnya bisa mengubah jalannya pertandingan.
Kemandulan ini sejatinya sudah menjelma menjadi penyakit mematikan sejak pergantian tahun. Puncaknya terlihat jelas saat melawan Rennes, di mana barisan penyerang bertabur bintang itu berulang kali dipaksa gigit jari oleh rentetan penyelamatan krusial kiper Brice Samba.
Dampak dari tumpulnya insting membunuh ini harus dibayar teramat mahal oleh kubu Paris. Mereka harus rela terlempar dari persaingan delapan besar kompetisi elite Eropa dan melorot ke posisi kedua klasemen Ligue 1 akibat rentetan kegagalan tersebut.
Mencari Hantu Le Classique
Konsistensi mental bertanding menjadi teka-teki terbesar yang belum bisa dipecahkan Enrique musim ini. Tim raksasa ini bisa tampil bak monster di satu laga, lalu mendadak loyo saat menghadapi tekanan di pertandingan berikutnya.
Pembantaian lima gol tanpa balas atas Marseille di Le Classique sempat memunculkan euforia kebangkitan yang meyakinkan. Kala itu, gairah dan intensitas tinggi yang ditunjukkan para pemain menyiratkan pesan ancaman yang sangat kuat bagi seluruh rival.
Sayangnya, mentalitas petarung itu menguap tak bersisa saat mereka menginjakkan kaki di tanah Brittany pekan lalu. Demi mempertahankan mahkota kebesaran Eropa, PSG wajib memanggil kembali gairah tempur yang sama seperti saat mereka menghancurkan rival abadi mereka di Parc des Princes.
Secercah Harapan Bernama Dro Fernandez
Di balik malam yang suram di markas Rennes, terselip satu pelipur lara bagi para pendukung setia yang memadati stadion. Aliran bola lini serang mereka terbukti masih sangat dinamis dan konsisten memproduksi ancaman mematikan.
Luis Enrique juga bergerak cepat melebur talenta muda, Dro Fernandez, ke dalam sistem permainan utama. Rekrutan anyar bulan Januari dari Barcelona ini kembali menunjukkan sentuhan tajamnya saat masuk sebagai pemain pengganti, meski belum mampu membalikkan keadaan.
Penampilan impresif sang wonderkid perlahan memberi jaminan bahwa keran peluang tidak pernah benar-benar mengering. Jika barisan penyerang Les Parisiens kembali menemukan sepatu tajam mereka Selasa nanti, rentetan peluang emas itu bisa saja menjadi badai yang menenggelamkan ambisi AS Monaco.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Monaco vs PSG 18 Februari 2026
Liga Champions 16 Februari 2026, 10:52
-
Prediksi Benfica vs Real Madrid 18 Februari 2026
Liga Champions 16 Februari 2026, 10:28
-
Prediksi Galatasaray vs Juventus 18 Februari 2026
Liga Champions 16 Februari 2026, 09:43
-
Hattrick dan Rekor Baru: Teror Mauro Icardi untuk Juventus Jelang Duel Liga Champions
Liga Champions 14 Februari 2026, 05:04
LATEST UPDATE
-
Saat Ini, Szoboszlai Termasuk Salah Satu Pemain Terbaik Dunia!
Liga Inggris 16 Februari 2026, 13:43
-
Kalah dari Gresik Phonska Plus, Bandung BJB Tandamata Gantung Asa ke Seri Bogor Proliga 2026
Voli 16 Februari 2026, 13:36
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 18-19 Februari 2026
Liga Champions 16 Februari 2026, 13:30
-
Gokil! Feyenoord Buat Pemusatan Latihan Darurat Demi Raheem Sterling
Liga Eropa Lain 16 Februari 2026, 13:13
-
Kemenangan Krusial di Bojonegoro Antar Surabaya Samator ke Final Four Proliga 2026
Voli 16 Februari 2026, 13:11
-
Atletico Kalah Telak dari Rayo Vallecano: Oblak Murka, Simeone Beda Pandangan
Liga Spanyol 16 Februari 2026, 12:45
-
Ibaratkan Tinju, Conte Klaim Napoli Harusnya 'Menang Angka' Lawan Roma
Liga Italia 16 Februari 2026, 12:23
-
Vinicius Junior Bicara Kontrak, Mbappe, dan Tekanan di Real Madrid
Liga Spanyol 16 Februari 2026, 12:15
-
Ada Bek Kanan Jago, Beruntungnya Real Madrid Punya Trent Alexander-Arnold
Liga Spanyol 16 Februari 2026, 11:47
-
Jelang AS Monaco vs PSG: Ruang Ganti yang Memanas dan Harapan Bernama Dro Fernandez
Liga Champions 16 Februari 2026, 11:41
-
Prediksi Dortmund vs Atalanta 18 Februari 2026
Liga Champions 16 Februari 2026, 11:41
-
Harry Kane Bidik Rekor Gol Lewandowski di Bundesliga
Bundesliga 16 Februari 2026, 11:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
-
5 Pelatih yang Bisa Gantikan Thomas Frank di Tottenham, Ada Xabi Alonso dan Xavi
Editorial 11 Februari 2026, 19:03
-
3 Calon Pengganti Dani Carvajal di Real Madrid, Termasuk Pemain Man Utd
Editorial 10 Februari 2026, 21:00



