Juventus Tidak Patok Target Tinggi di Liga Champions, Pesimis atau Realistis?
Yaumil Azis | 22 Februari 2022 02:16
Bola.net - Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, konsisten dengan opininya soal Liga Champions. Bahwasanya ajang tersebut sangat sulit buat ditaklukkan dan butuh keberuntungan yang besar untuk memenangkannya.
Tidak semua tim bisa memenangkan Liga Champions secara konsisten. Kompetisi itu memang selalu menghadirkan juara baru setiap musimnya. Dalam sejarah, hanya Real Madrid yang bisa memenangkannya dua musim berturut-turut.
Itupun, mereka cuma bisa melakukannya sekali. Mereka juga tahu persis rasanya menjadi juara Liga Champions dan gagal mempertahankannya di musim berikutnya. Seperti yang terjadi pada musim 2014/15 lalu.
Mungkin, kala berhasil meraih juara dua musim berturut-turut, Real Madrid sedang dipeluk erat oleh Dewi Fortuna. Dan saat pelukan itu lepas, langkah mereka terhenti di babak 16 besar dari klub kuda hitam, Ajax Amsterdam.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Harus Bagus dan Beruntung
Sebenarnya sudah bukan rahasia lagi kalau resep menjuarai Liga Champions adalah keberuntungan. Semua klub papan atas Eropa selalu membenahi skuat dengan membeli pemain mahal, tapi itu tak ada artinya di hadapan Dewi Fortuna.
Namun kadang, publik melupakan itu. Ketika sebuah klub melakukan pembelian besar, publik terburu-buru meyakini bahwa trofi Liga Champions bisa mudah untuk dimenangkan. Kekecewaan mendalam pun dirasakan ketika harapannya gagal terwujud.
Allegri tidak pernah lelah menggaungkan pentingnya faktor keberuntungan dalam perjalanan Juventus di Liga Champions, bahkan sejak periode pertama kepelatihannya. Apalagi di fase gugur, yang semuanya dipertaruhkan dalam duel dua leg saja.
"Target pertamanya adalah melampaui fase grup. Selain itu, anda tidak punya peluang untuk menang. Pada fase ini, kami harus menjadi bagus dan beruntung," katanya di konferensi pers jelang laga leg pertama 16 besar Liga Champions.
Villarreal tak Boleh Diremehkan
Juventus dinaungi sedikit keberuntungan musim ini. Mereka mendapatkan lawan yang, di atas kertas, mampu dikalahkan, yakni Villarreal. Leg pertama akan digelar pada hari Rabu (22/2/2022) di El Madrigal.
Namun Bianconeri beserta pendukungnya tidak boleh sampai sesumbar. Sebab dalam sejarah Liga Champions juga terdapat kisah-kisah klub kuda hitam yang mampu mengalahkan para raksasa seperti Ajax di tahun 2019 lalu.
Allegri tahu persis kekuatan Villarreal. Itulah sebabnya ia meyakini bahwa pertandingan besok bakal berjalan berat buat anak asuhnya. Demi kemenangan, penampilan terbaik adalah wajib hukumnya.
"Pertandingan besok akan sulit, terlepas dari yang banyak orang pikirkan. Villarreali dilatih dengan baik, mereka punya tim yang cemerlang. Kami harus bermain dengan baik sebagai sebuah tim," pungkasnya.
(Football Italia)
Baca juga:
- Max Allegri: Tekanan ke Dusan Vlahovic Terlalu Besar, Saya Harus Lindungi Dia
- Juventus Kalahkan Manchester United untuk Transfer Nicolo Zaniolo?
- Inter Milan dan Juventus Saling Sikut untuk Memphis Depay
- Arsenal Coba Daratkan Alvaro Morata di Musim Panas 2022?
- Cristiano Ronaldo dan Para Pemain dengan Mahar 100 Juta Euro atau Lebih
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barcelona Butuh Pemimpin untuk Wujudkan Mimpi Liga Champions Hansi Flick
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:06
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Persik 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:30
-
Prediksi BRI Super League: Persita vs Bali United 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:20
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persebaya 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:08
-
Presiden Real Madrid Pasang Badan untuk Vinicius Junior di Tengah Kritik
Liga Spanyol 22 April 2026, 18:45
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37















