Kala Roma Bangkit Dari Kematian Untuk Menjatuhkan Barcelona
Gia Yuda Pradana | 21 April 2018 14:37
Bola.net - - AS Roma akan bertandang ke Anfield untuk menghadapi Liverpool pada leg pertama babak semifinal Liga Champions tengah pekan mendatang. Roma sampai di babak ini setelah di fase sebelumnya menampilkan salah satu aksi comeback terbaik sepanjang sejarah untuk menjatuhkan .
Kala itu, Roma tumbang 1-4 di Camp Nou pada leg pertama. Mungkin tak ada yang mengira kalau Roma mampu bangkit untuk membalikkan keadaan.
Namun Roma ternyata mampu melakukannya. Di Stadio Olimpico, dengan dukungan penuh para Romanisti, Edin Dzeko membuka skor ketika laga baru berjalan enam menit. Roma kemudian mendapatkan hadiah penalti ketika Dzeko dijatuhkan Gerard Pique di kotak terlarang pada menit 57. Kapten Daniele De Rossi maju sebagai algojo dan mengubah skor jadi 2-0. Di menit 82, meneruskan crossing Cengiz Under, Kostas Manolas menyarangkan bola dengan sundulan.
Olimpico bergemuruh, dan Roma akhirnya menang 3-0. Roma lolos dengan keunggulan gol tandang dalam agregat 4-4.
Bahkan sejak fase grup pun, tak ada yang menjagokan kami lolos, karena kami berada satu grup dengan Atletico Madrid yang mencapai semifinal setiap tahun, juga Chelsea yang merupakan salah satu tim besar, kata Dzeko kepada The Telegraph.
Kami bukan favorit untuk lolos dari fase grup, tapi kami melakukannya. Di perempat final, seperti biasa, orang-orang bertanya tentang siapa yang tak ingin kita lawan. Saya bilang, saya tak mau bertemu Barcelona atau Manchester City. Lalu kami dapat Barcelona.
Setelah kalah 1-4 di Camp Nou, Roma dinilai sudah habis. Lagipula, lawan mereka adalah Barcelona, salah satu kandidat juara.
Namun Roma menyiapkan skenario berbeda. Dzeko, yang memberi Roma satu gol tandang di Camp Nou, mencetak gol pembukan di Olimpico. De Rossi dan Manolas, yang masing-masing mencetak satu gol bunuh diri di leg pertama, menebusnya dengan gol-gol penentu kelolosan.
Kami mungkin tanpa sadar berpikir kalau sudah mati, kami sudah tersingkir. Kami berkata, tak ada beban setelah kalah 1-4 di Barcelona.
Kami jelas punya kualitas untuk mengalahkan tim manapun. Namun setelah kalah 1-4, tak ada yang percaya kami bisa comeback. Ternyata stadion penuh. Para tifosi kami hadir di sana, dan kami perlu menjawabnya. Setelah mencetak gol di menit-menit awal, semuanya berubah. Itu memberi kami energi untuk mencetak tiga gol tersebut.
Gol tandangnya juga krusial. Saat skor 3-1 di Barcelona, saya bilang kalau 3-1 bukan hasil yang buruk. Kami bisa mencoba mencetak tiga gol di kandang sendiri. Saat kebobolan gol keempat, kami tahu ini akan sulit, karena kita bicara tentang Barcelona.
Namun pada leg kedua kami menampilkan salah satu permainan terbaik dalam sejarah yang pernah disaksikan para tifosi Roma.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lamine Yamal Mengasah Kemampuan Free Kick dan Finishing di Barcelona
Liga Spanyol 24 September 2026, 06:56
-
Dean Huijsen Resmi Dijatuhi Skorsing Hanya Satu Laga
Liga Spanyol 24 September 2026, 06:10
-
Manuver Deco untuk Bawa JJ Gabriel ke Barcelona
Liga Spanyol 23 September 2026, 23:26
-
Barcelona Resmi Amankan Talenta Portugal Berusia 16 Tahun, Dany Freire
Liga Spanyol 23 September 2026, 22:14
LATEST UPDATE
-
5 Alasan Pau Cubars Jadi Sosok Penting di Lini Belakang Barcelona
Lain Lain 26 September 2026, 10:00
-
Italia Sudah Memberikan Segalanya
Piala Eropa 26 September 2026, 08:54
-
Italia Sebenarnya Punya Peluang, tapi Kecolongan Serangan Balik Belgia
Piala Eropa 26 September 2026, 07:47
-
Kemenangan Belgia atas Italia Terasa Istimewa
Piala Eropa 26 September 2026, 07:43
-
Mengungkap Masalah Italia Saat Kalah dari Belgia
Piala Eropa 26 September 2026, 07:33
-
Tumbangkan Italia, Mika Godts Menikmati Permainan Menyerang Belgia
Piala Eropa 26 September 2026, 07:23
-
Kylian Mbappe Cedera, Zidane: Bisa Serius dan Absen di Laga Berikutnya
Piala Eropa 26 September 2026, 06:50
-
Turki vs Prancis: Jangan Hanya Melihat Skor Akhir
Piala Eropa 26 September 2026, 06:42
-
Instruksi Zinedine Zidane kepada Para Pemainnya saat Prancis Hadapi Turki
Piala Eropa 26 September 2026, 06:30
-
Membandingkan Debut Zidane, Mancini, Van Bommel, Xavi, Klopp, dan Jorge Jesus
Piala Eropa 26 September 2026, 06:20
-
Hasil Italia vs Belgia: Periode Kedua Mancini Diawali dengan Kekalahan
Piala Eropa 26 September 2026, 05:34
-
Hasil Turki vs Prancis: Cedera Mbappe Warnai Debut Kemenangan Zidane
Piala Eropa 26 September 2026, 05:28
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33




