Kandasnya Perlawanan Inter Milan

Gia Yuda Pradana | 25 Februari 2026 08:11
Kandasnya Perlawanan Inter Milan
Pemain Inter Milan Nicolo Barella (kiri) berebut bola pada laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt di San Siro, Milan, Italia, Selasa, 24 Februari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Bola.net - Laga Inter vs Bodo/Glimt berakhir dengan kepedihan bagi publik tuan rumah yang memadati Stadion San Siro. Meskipun tampil dominan, skuad asuhan Cristian Chivu harus mengakui keunggulan wakil Norwegia dengan skor tipis 1-2.

Laga Inter vs Bodo/Glimt ini memastikan langkah tim tamu melaju ke babak 16 besar Liga Champions untuk pertama kalinya. Agregat akhir 2-5 memperlihatkan betapa efektifnya strategi yang diterapkan oleh sang lawan dalam dua pertandingan.

Advertisement

Upaya maksimal para pemain tidak cukup untuk membendung skema serangan balik yang sangat rapi. Kekalahan ini menjadi evaluasi besar bagi tim sebelum kembali fokus ke kompetisi domestik.

1 dari 3 halaman

Efektivitas Serangan Balik Tim Tamu

Efektivitas Serangan Balik Tim Tamu

Pemain Bodo/Glimt Hakon Evjen merayakan gol pada laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt di San Siro, Milan, Italia, Selasa, 24 Februari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Jens Petter Hauge membuka keunggulan pada menit ke-58. Keadaan semakin sulit bagi tuan rumah setelah Hakon Evjen menggandakan keunggulan timnya pada menit ke-72.

Harapan sempat muncul ketika Alessandro Bastoni memperkecil ketertinggalan dalam duel Inter vs Bodo/Glimt ini pada menit ke-76. Tuan rumah terus menekan hingga menit akhir, tetapi pertahanan kokoh lawan sangat sulit untuk ditembus kembali.

2 dari 3 halaman

Pengakuan dari Sisi Teknis Pemain

Pengakuan dari Sisi Teknis Pemain

Pemain Inter Milan Marcus Thuram (kanan) berebut bola dengan pemain Bodo/Glimt Hakon Evjen pada laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt, 24 Februari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

"Kalah seperti ini adalah bagian dari sepak bola, hal itu biasa terjadi," ungkap Nicolo Barella kepada Sky Sport. Ia menyatakan bahwa timnya seharusnya mencetak gol pertama, tapi mereka gagal mewujudkannya di lapangan.

Gelandang Italia tersebut juga memberikan ucapan selamat kepada lawan yang berhasil menang dalam dua pertemuan sekaligus. "Kami sudah mencoba, tetapi mereka lebih baik dari kami," pungkasnya dengan nada yang penuh kekecewaan.

3 dari 3 halaman

Faktor Keberuntungan yang Menghilang

Faktor Keberuntungan yang Menghilang

Pemain Inter Milan Francesco Pio Esposito (tengah) berebut bola dengan pemain Bodo/Glimt Odin Bjortuft (kanan) di play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt, 24 Februari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Yann Bisseck menyatakan bahwa faktor keberuntungan tidak berpihak pada tuan rumah dalam laga Inter vs Bodo/Glimt ini. Ia merasa bola seolah enggan masuk ke gawang lawan meskipun tekanan bertubi-tubi terus diberikan oleh rekan-rekannya.

Bek tersebut mengakui bahwa lawan telah melakukan tugas mereka dengan sangat disiplin sepanjang pertandingan berlangsung. Namun, ia menegaskan bahwa tim harus segera bangkit karena hari esok selalu membawa tantangan baru.

Luis Henrique menegaskan bahwa seluruh penggawa tim sudah mengerahkan segala kemampuan terbaik mereka di depan pendukung sendiri. Pertandingan Inter vs Bodo/Glimt ini membuktikan bahwa kerja keras saja terkadang tidak cukup tanpa penyelesaian akhir yang tajam.

Kekalahan di San Siro ini resmi menutup perjalanan wakil Italia di ajang paling bergengsi Eropa pada musim ini. Akan tetapi, semangat juang para pemain tetap diapresiasi oleh para pendukung setia yang hadir hingga laga usai.

Sumber: UEFA.com

LATEST UPDATE