Kemarahan Real Madrid, Kemarahan Arbeloa: Wasit Slavko Vincic Merusak Pertandingan!

Afdholud Dzikry | 16 April 2026 07:50
Kemarahan Real Madrid, Kemarahan Arbeloa: Wasit Slavko Vincic Merusak Pertandingan!
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa berbicara dengan Jude Bellingham saat laga leg kedua perempat final Liga Champions melawan Bayern Munchen, 16/4/2026) dini hari. (c) AP Photo/Lennart Preiss

Bola.net - Real Madrid harus mengubur mimpi mereka untuk meraih gelar juara Liga Champions musim 2025/2026. Langkah Los Blancos terhenti secara dramatis di babak perempat final Liga Champions usai disingkirkan Bayern Munchen.

Laga yang berlangsung sengit pada Kamis, 16 April 2026 dini hari itu berakhir dengan skor 4-3 untuk kemenangan Bayern. Hasil tersebut memastikan Madrid kalah agregat 6-4 dari tim asuhan Vincent Kompany tersebut.

Advertisement

Pertandingan sebenarnya berjalan sangat menarik dengan tensi tinggi sejak menit awal. Namun, laga indah ini harus ternoda oleh keputusan wasit Slavko Vincic yang dianggap sangat kontroversial oleh kubu tamu.

Gelandang muda Eduardo Camavinga mendapatkan kartu merah di pengujung babak kedua. Momen pengusiran pemain asal Prancis ini dianggap menjadi titik balik yang menghancurkan perjuangan Madrid.

1 dari 3 halaman

Keputusan Wasit yang Sulit Diterima

Keputusan Wasit yang Sulit Diterima

Skuad Real Madrid memprotes keputusan wasit dalam laga versus Bayern Munchen di leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026, Kamis (16/4/2026). (c) AP Photo/Matthias Schrader

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya yang mendalam setelah laga berakhir. Ia merasa anak asuhnya telah dirugikan oleh keputusan wasit Slavko Vincic yang mengusir Camavinga.

Pemain tengah tersebut menerima kartu kuning kedua pada menit ke-86 setelah dianggap melanggar Harry Kane. Padahal, Camavinga baru saja mendapatkan kartu kuning pertamanya delapan menit sebelumnya.

"Para pemain sangat terluka. Terutama karena cara kami kalah. Saya mengucapkan selamat kepada Bayern atas kemenangan luar biasa mereka, namun kami ingin mereka mengalahkan kami dengan cara yang berbeda," ujar Alvaro Arbeloa.

"Itu adalah pengusiran yang tidak bisa dijelaskan dan tidak ada yang memahaminya, sehingga muncul rasa ketidakadilan serta kemarahan. Semua kerja keras dan upaya tim terbuang percuma karena keputusan wasit," lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Tudingan Kelalaian Wasit Slavko Vincic

Tudingan Kelalaian Wasit Slavko Vincic

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa. (c) AP Photo/Lennart Preiss

Arbeloa melontarkan tudingan serius terkait proses pengambilan keputusan wasit asal Slovenia tersebut. Ia menilai Slavko Vincic sempat lupa bahwa Camavinga sudah mengantongi kartu kuning.

Menurut pengamatan Arbeloa, kartu merah baru dicabut setelah adanya tekanan atau pengingat dari pemain lawan. Situasi ini membuat suasana ruang ganti Madrid dipenuhi rasa kesal yang luar biasa.

"Saya pikir dia memberikan kartu justru karena pemain Bayern harus mengingatkannya bahwa itu adalah kartu yang kedua. Tapi itu bukan kartu kuning. Saya tidak tahu, atau mungkin dia memang tidak pernah bermain sepak bola," sindir Arbeloa.

"Menurut saya, yang lebih buruk adalah dia tidak tahu pemain tersebut sudah mendapat kartu kuning, karena itu adalah kesalahan ganda. Dia menghancurkan pertandingan yang indah ini," tegas sang pelatih.

3 dari 3 halaman

Pupusnya Ambisi La Decimosexta

Kekalahan ini terasa semakin menyakitkan karena ambisi besar klub untuk terus mencetak sejarah di Eropa. Real Madrid terpaksa gagal melaju lebih jauh demi mengejar trofi Liga Champions ke-16 mereka.

Meskipun sangat kecewa, Arbeloa tetap memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemain dan dukungan para suporter. Ia melihat perjuangan keras di lapangan tidak sebanding dengan hasil akhir yang menyakitkan.

"Tidak ada yang mengerti seorang pemain diusir keluar lapangan karena tindakan seperti itu. Pada titik tersebut, pertandingan sudah berakhir. Ini adalah tindakan tidak adil dan kami sangat sakit hati," ungkap Arbeloa.

"Sangat menyakitkan bagi saya bahwa tahun ini kami tidak akan memenangkan La Decimosexta. Sekarang, kami harus segera bangkit dan bersiap untuk pertandingan berikutnya," pungkasnya.

LATEST UPDATE