Ketika Jose Mourinho Ejek Bek Real Madrid di Lorong Ruang Ganti

Afdholud Dzikry | 30 Januari 2026 09:47
Ketika Jose Mourinho Ejek Bek Real Madrid di Lorong Ruang Ganti
Manajer Manchester United, Jose Mourinho, saat pertandingan Liga Inggris melawan Stoke City di Old Trafford, Senin (15/1/2018). (c) AP Photo/Rui Vieira

Bola.net - Jose Mourinho kembali menjadi sorotan usai melontarkan komentar pedas pasca laga Benfica kontra Real Madrid, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. The Special One tak segan menyindir mantan anak asuhnya sendiri.

Momen tersebut terjadi saat Mourinho bertemu Dean Huijsen di lorong stadion. Bek muda itu kini membela Real Madrid setelah hengkang dari AS Roma.

Advertisement

Benfica sukses membantai raksasa Spanyol itu dengan skor 4-2 di Liga Champions. Namun, Mourinho merasa skor tersebut belum cukup menggambarkan jalannya laga.

Menurut pelatih asal Portugal itu, Los Blancos tampil sangat buruk. Ia menilai Madrid sangat beruntung tidak kebobolan lebih banyak gol malam itu.

1 dari 4 halaman

Sindiran Menohok di Lorong

Sindiran Menohok di Lorong

Bek Real Madrid, Dean Huijsen di laga melawan Sevilla pada lanjutan Liga Spanyol, 21 Desember 2025 lalu. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Mourinho tertangkap kamera berbincang serius dengan Huijsen usai peluit panjang. Sang pemain tampak kecewa berat dengan hasil memalukan tersebut.

Dalam wawancaranya, Mourinho membeberkan isi percakapan mereka. Ia memberikan analisis jujur yang cukup menyakitkan bagi sang bek muda.

Hubungan personal yang dekat membuat Mourinho berani bicara blak-blakan. Ia tak mau memaniskan kata-kata meski teman bicaranya sedang sedih.

"Dean adalah pemain saya di Roma, dia berteman dengan anak-anak saya," buka Jose Mourinho kepada TNT Sports.

"Tapi saya katakan padanya, 'Kamu beruntung! Kamu beruntung hanya kalah 4-2', karena bisa saja lebih (banyak gol)," tegasnya.

2 dari 4 halaman

Gol Ajaib Sang Kiper

Laga ini memang berjalan sangat dramatis hingga detik-detik akhir. Benfica membutuhkan selisih gol besar untuk lolos ke babak play-off.

Keajaiban terjadi di menit-menit akhir pertandingan yang menegangkan. Kiper Benfica, Anatoliy Trubin, maju membantu serangan.

Trubin mencetak gol sensasional lewat skema tendangan bebas yang kacau. Gol tersebut memastikan langkah Benfica ke babak selanjutnya.

Gol dari seorang kiper ini menjadi simbol kehancuran pertahanan Madrid. Huijsen dan kolega tampak tak berdaya menahan gempuran tuan rumah.

3 dari 4 halaman

Jejak Singkat di Roma

Mourinho dan Huijsen memang memiliki sejarah singkat namun berkesan. Mou yang membawa bek Spanyol itu ke Olimpico pada Januari 2024.

Kala itu, Huijsen dipinjam dari Juventus untuk memperkuat lini belakang Roma. Namun, kebersamaan mereka tak berlangsung lama.

Mourinho dipecat hanya beberapa minggu setelah kedatangan Huijsen. Meski singkat, chemistry antara mentor dan murid ini tetap terjaga.

Kini takdir mempertemukan mereka kembali di panggung Eropa sebagai lawan. Sayangnya, reuni ini berakhir pahit bagi Huijsen.

4 dari 4 halaman

Potensi Reuni Lawan Inter

Drama Mourinho di Liga Champions tampaknya belum akan berakhir. Ia berpotensi bertemu wajah-wajah lama lainnya di babak play-off.

Inter Milan disebut-sebut sebagai calon lawan berikutnya. Nerazzurri akan menghadapi pemenang antara Benfica atau Bodo/Glimt.

Jika skenario ini terjadi, laga akan berjalan sangat emosional. Mourinho adalah legenda Inter yang pernah mempersembahkan Treble Winners.

Patut dinantikan apakah tuah Mourinho akan berlanjut. Yang jelas, psywar khas dirinya sudah mulai memanaskan kompetisi.