Klopp Sebut Perubahan Taktik yang Mengantarkan Liverpool ke Semifinal Liga Champions
Richard Andreas | 18 April 2019 09:00
Bola.net - - Bos Liverpool, Jurgen Klopp mengaku puas dengan kemenangan 4-1 atas Porto pada leg kedua perempat final Liga Champions 2018/19, Kamis (18/4) dini hari WIB tadi. Kemenangan itu mengantarkan Liverpool ke semifinal dengan agregat 6-1.
Skor akhir mengindikasikan bahwa Liverpool menang mudah, tetapi Klopp membantah anggapan tersebut. Dia mengakui timnya sangat kerepotan menghadapi cara bermain Porto, keunggulan 1-0 di babak pertama membuktikan betapa ketatnya laga berjalan.
Liverpool baru bermain lebih nyaman ketika Klopp melakukan sejumlah perubahan di babak kedua. Mereka sukses mencetak tiga gol lagi dan mengunci kemenangan dengan meyakinkan.
Apa saja perubahan-perubahan taktik yang dilakukan Klopp? Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Permainan Porto
Pertama-tama, Klopp menjelaskan betapa sulitnya menghadapi permainan Porto. Juara Portugal itu lebih banyak memainkan bola-bola panjang langsung ke jantung pertahanan Liverpool, yang artinya bek-bek Liverpool harus ekstra hati-hati ketika menyambut bola udara.
"Saya sudah mengatakan sebelumnya bahwa laga ini akan sangat sulit, jadi saya sudah tahu, dan saya tidak terkejut. Mereka banyak memainkan bola-bola panjang, ada banyak duel fisik dan sebagai bek anda harus bermain hati-hati," tutur Klopp di Liverpool Echo.
"Kami mungkin tidak memberikan reaksi yang cukup baik pada second balls, dan mereka mendapatkan bola terlalu banyak di lini tengah."
"Kami berusaha mengubah sistem beberapa kali dan di paruh waktu kami mencoba 4-4-1-1, dan itu membantu. Kami menutup lini tengah dengan baik dan itu berarti mereka tidak bisa memanfaatkan bola," sambungnya.
Origi-Firmino
Perubahan ini juga termasuk pergantian Divock Origi dengan Roberto Firmino. Origi tidak terlalu efektif di babak pertama, dan Firmino yang menggantikannya bisa membuktikan diri dengan mencetak satu gol di babak kedua.
"Bobby [Firmino] tidak punya masalah kebugaran dan karena dia tidak punya masalah, kami memulai laga dengan Divock. Kami bertahan sebagai unit dan lini serang kami tidak terlalu bagus, kami harus mengubahnya di paruh waktu."
"Akan tetapi ini bukan masalah Divock. Dia berlatih sangat baik. Perkembangan jalannya pertandingan yang mungkin tidak menguntungkan striker," tandasnya.
Kecerdikan Klopp membaca arah permainan bakal sangat dibutuhkan di partai semifinal mendatang, saat mereka melawan Barcelona.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Liverpool Singkirkan Chelsea di Carabao Cup, Andoni Iraola Full Senyum
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 14:40
-
Andoni Iraola Puas Liverpool Singkirkan Chelsea, Soroti Performa Pemain Muda
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 10:23
LATEST UPDATE
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
News 31 Oktober 2026, 17:13
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







