Malam Petaka di Istanbul dan Hilangnya Karakter Juventus
Afdholud Dzikry | 18 Februari 2026 08:56
Bola.net - Luciano Spalletti tidak bisa menyembunyikan amarahnya usai Juventus hancur lebur di markas Galatasaray, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. Pelatih berkepala plontos itu menilai timnya tampil sangat buruk di leg pertama playoff Liga Champions.
Kekalahan telak 5-2 menjadi tamparan keras bagi skuad Si Nyonya Tua. Padahal, mereka sempat memimpin laga lewat aksi Teun Koopmeiners.
Spalletti lantas memberikan kritik pedas terkait mentalitas para pemainnya di lapangan. Ia merasa Juventus telah mengalami kemunduran yang sangat drastis.
Kini Bianconeri harus mendaki gunung terjal pada leg kedua playoff UCL nanti. Mereka wajib menang telak jika ingin lolos ke fase berikutnya.
Juventus Mengalami Kemunduran

Juventus sejatinya sempat tampil menjanjikan dengan membalikkan keadaan sebelum turun minum. Namun, performa mereka justru terjun bebas pada babak kedua.
Hilangnya karakter bermain menjadi sorotan utama sang pelatih dalam laga ini. Spalletti menilai anak asuhnya gagal menjaga konsistensi permainan.
"Kami mengakhiri babak pertama dengan buruk, mencoba kembali ke bentuk permainan dan mengubah beberapa hal, tetapi kami benar-benar merosot dalam hal karakter," ujar Spalletti.
"Itu bukan satu langkah mundur, tetapi tiga langkah mundur malam ini," tegas Spalletti.
Petaka Pergantian Pemain

Momen kunci kehancuran Juventus bermula dari keputusan menarik keluar Andrea Cambiaso. Bek sayap itu diganti karena sudah mengantongi kartu kuning.
Juan Cabal masuk sebagai pengganti namun justru menjadi biang kerok kekalahan. Pemain ini malah menerima kartu merah hanya dalam tempo singkat.
"Jelas, Cambiaso berisiko terkena kartu kuning kedua di akhir babak pertama, dalam pertandingan seperti ini ketika Anda memiliki seseorang yang terkena kartu, bijaksana untuk melakukan sesuatu dengan pergantian pemain," buka Spalletti.
"Namun, kami menerima dua kartu kuning lagi dalam 15 menit pertama, lalu kami melakukan kerusakan lebih lanjut pada diri kami sendiri dengan tidak mengenali bahaya dalam situasi tersebut," tambah Spalletti.
Filosofi Menyerang yang Gagal
Spalletti menegaskan bahwa Juventus tidak memiliki pemain untuk strategi bertahan total. Mereka dipaksa menyerang agar beban lini belakang menjadi ringan.
Namun strategi ini menjadi bumerang ketika kualitas operan pemain menurun drastis. Akibatnya, gawang Juventus menjadi bulan-bulanan para pemain Galatasaray.
"Saya yakin bahwa kami dapat meringankan beban pertahanan jika kami berhasil memainkan sepak bola," kata Spalletti.
"Jika kami memasang barikade dan melakukan serangan balik, kami tidak memiliki pemain yang cocok untuk pendekatan semacam itu, kami tidak memiliki pemain yang cukup solid untuk tidak membiarkan apa pun lewat," lanjut Spalletti.
Spalletti Minta Perbaikan di Leg Kedua
Kekalahan ini membuat langkah Juventus di Liga Champions menjadi sangat berat. Mereka butuh kemenangan 3-0 untuk memaksakan perpanjangan waktu.
Spalletti menuntut para pemainnya untuk berhenti banyak bicara dan mulai bertindak. Fans Juventus layak mendapatkan respons nyata di lapangan.
"Tentu saja kami akan mencoba mendaki gunung itu, mencoba mengatur kebangkitan," ucap Spalletti.
"Jelas, kami harus memikul tanggung jawab atas apa yang terjadi dan atas keputusan yang kami ambil selama pertandingan," tutup Spalletti.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Streaming Frosinone vs Juventus - Minggu 23 Agustus 2026
Liga Italia 23 Agustus 2026, 14:41
-
Arsenal Mundur Perlahan dari Transfer Victor Osimhen?
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 19:40
-
Michele Di Gregorio Menuju Bournemouth, Juventus Siap Lepas Sang Kiper
Liga Italia 22 Agustus 2026, 11:04
-
Fabio Capello Sebut Inter Milan Tak Punya Rival di Serie A
Liga Italia 21 Agustus 2026, 21:00
-
Prediksi Frosinone vs Juventus, 23 Agustus 2026
Liga Italia 21 Agustus 2026, 17:05
LATEST UPDATE
-
Barcelona Sudah Sepakati Transfer Dominik Livakovic, Tapi Ada Perubahan Rencana
Liga Spanyol 25 Agustus 2026, 21:23
-
Prediksi Real Madrid vs Sociedad 27 Agustus 2026
Liga Spanyol 25 Agustus 2026, 19:19
-
Daftar 16 Sponsor Persib Bandung di Musim 2026/2027
Bola Indonesia 25 Agustus 2026, 17:42
-
Detail Jersey Persib 2026/2027: Dari Biru Penuh Makna hingga Third yang Berani
Bola Indonesia 25 Agustus 2026, 16:46
-
Gustavo Almeida Berpeluang jadi Top Skor BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 25 Agustus 2026, 16:42
-
PSS Sleman Belum Terkalahkan di Laga Pramusim
Bola Indonesia 25 Agustus 2026, 15:59
-
Cole Palmer Kembali Bangkit, Awali Musim Baru dengan Gol dan Assist
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 14:00
-
Gabriel Martinelli Dekati Pintu Keluar Arsenal, Al Hilal Siapkan Tawaran Besar
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 13:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00







