Mantan Petinggi MU Dapat Restu UEFA Kontrol Lisensi Klub
Editor Bolanet | 18 Juni 2013 12:50
- Mantan Chief Executive Manchester United David Gill mendapat mandat dari badan sepakbola resmi Eropa UEFA untuk mengontrol masalah keuangan dari klub-klub Eropa.
Gill yang keluar dari Setan Merah pada tahun lalu kemudian menjadi salah satu anggota eksekutif UEFA. Dengan jabatan barunya ini Gill memiliki hak untuk menentukan layak tidaknya suatu klub ikut kompetisi melalui sebuah badan bernama Club Licensing Committe.
Komite inilah yang akan memutuskan sebuah klub layak atau tidak untuk mengikuti kompetisi antar klub Eropa yakni Liga Champions dan Liga Europa.
Dengan adanya kebijakan Financial Fair Play dari UEFA, maka klub-klub kaya raya seperti dan Manchester City bisa terkena masalah jika keuangan mereka tidak sehat.
Gill sendiri ketika menjabat sebagai petinggi Barclays Premier League pernah mengeluarkan ide agar aturan Financial Fair Play juga diterapkan di Liga Inggris.
Chelsea dan Manchester City yang merupakan rival utama United di Premier League kini sedang berjuang agar mereka tidak merugi melebihi 38 juta pounds, batas yang ditetapkan Financial Fair Play pada akhir musim depan. (dym/pra)
Gill yang keluar dari Setan Merah pada tahun lalu kemudian menjadi salah satu anggota eksekutif UEFA. Dengan jabatan barunya ini Gill memiliki hak untuk menentukan layak tidaknya suatu klub ikut kompetisi melalui sebuah badan bernama Club Licensing Committe.
Komite inilah yang akan memutuskan sebuah klub layak atau tidak untuk mengikuti kompetisi antar klub Eropa yakni Liga Champions dan Liga Europa.
Dengan adanya kebijakan Financial Fair Play dari UEFA, maka klub-klub kaya raya seperti dan Manchester City bisa terkena masalah jika keuangan mereka tidak sehat.
Gill sendiri ketika menjabat sebagai petinggi Barclays Premier League pernah mengeluarkan ide agar aturan Financial Fair Play juga diterapkan di Liga Inggris.
Chelsea dan Manchester City yang merupakan rival utama United di Premier League kini sedang berjuang agar mereka tidak merugi melebihi 38 juta pounds, batas yang ditetapkan Financial Fair Play pada akhir musim depan. (dym/pra)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tempat Menonton Juventus vs Benfica 22 Januari 2026, Streaming UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:59
LATEST UPDATE
-
BRI Super League: Begini Kesiapan Persib Jelang Lawan PSBS Biak pada Pekan ke-18
Bola Indonesia 21 Januari 2026, 19:37
-
Bicara Hati ke Hati, Cara Intim Duo Yamaha Bangun Chemistry Jelang MotoGP 2026
Otomotif 21 Januari 2026, 18:54
-
Tempat Menonton Juventus vs Benfica 22 Januari 2026, Streaming UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:59
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06













