Mengapa Selebrasi Lepas Baju Dihukum Kartu Kuning? Ini Sejarah dan Alasannya
Serafin Unus Pasi | 4 November 2026 19:27
Bola.net - Sepak bola bukan hanya tentang gol, kemenangan, dan kekalahan. Ada pula emosi yang menyertainya. Tak jarang, seorang pemain meluapkan kegembiraan dengan berlari ke pinggir lapangan, melompat ke arah suporter, hingga melakukan selebrasi yang terkadang di luar kebiasaan. Salah satu yang cukup sering terlihat adalah melepas jersey atau baju setelah mencetak gol.
Namun, tahukah Anda bahwa selebrasi tersebut bisa berujung kartu kuning? Bahkan, bukan tidak mungkin seorang pemain harus meninggalkan lapangan lebih cepat hanya karena melakukan selebrasi buka baju.
Hal itu kembali menjadi perbincangan setelah pertandingan Manchester United melawan AS Roma pada matchday keempat fase liga Liga Champions 2026/2027, Rabu (4/11/2026) dini hari WIB.
Dalam pertandingan di Old Trafford tersebut, Manchester United berhasil mengamankan kemenangan dramatis 3-2. Setan Merah sempat tertinggal dua gol lebih dahulu melalui Matias Soule dan Donyell Malen pada babak pertama.
Namun, situasi berubah selepas jeda. Bruno Fernandes memperkecil ketertinggalan melalui titik putih sebelum Matheus Cunha tampil sebagai pahlawan lewat dua golnya pada menit ke-83 dan 86.
Gol kedua Cunha sekaligus memastikan kemenangan comeback Manchester United. Pemain asal Brasil itu pun larut dalam kegembiraan. Ia berlari merayakan gol di hadapan pendukung Setan Merah sebelum melepas jersey yang dikenakannya.
Akan tetapi, kegembiraan tersebut harus dibayar mahal. Wasit langsung mengeluarkan kartu kuning karena tindakan Cunha melanggar Laws of the Game. Beberapa menit kemudian, ia kembali mendapatkan kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap Leonardo Balerdi.
Dua kartu kuning tersebut membuat Cunha harus meninggalkan lapangan lebih cepat meskipun Manchester United tetap mempertahankan kemenangan 3-2. Andai selebrasi Cunha tidak diberi kartu kuning, ia seharusnya bisa tetap berada di atas lapangan hingga akhir laga.
Lantas, mengapa tindakan melepas baju saat merayakan gol bisa diganjar kartu kuning? Apakah aturan ini sudah berlaku sejak dahulu?
Sejarah Aturan Kartu Kuning untuk Selebrasi Buka Baju

Selebrasi melepas jersey sebenarnya bukan sesuatu yang baru dalam sepak bola. Jauh sebelum aturan tersebut diberlakukan secara tegas, sejumlah pemain sudah melakukannya sebagai bentuk luapan kegembiraan setelah mencetak gol penting.
Pada era 1990-an, misalnya, selebrasi semacam ini sudah mulai mendapatkan perhatian wasit. Salah satu contoh yang cukup terkenal adalah Claudio Bellucci ketika membela Sampdoria pada semifinal Piala Winners 1994/1995. Ia mendapatkan kartu kuning setelah melepas bajunya saat merayakan gol penting ke gawang Arsenal.
Tino Asprilla juga pernah mengalami hal serupa ketika membela Newcastle United melawan Metz pada ajang Piala UEFA 1996. Ia mendapatkan kartu kuning setelah melepas jersey dan mengibarkannya di atas tiang sepak pojok.
Meski demikian, pada masa itu belum terdapat ketentuan yang secara universal dan tegas mewajibkan wasit memberikan kartu kuning setiap kali pemain melepas jersey. Keputusan masih dapat bergantung pada interpretasi wasit terhadap tindakan yang dilakukan pemain.
Perubahan besar terjadi pada 2004. International Football Association Board (IFAB), badan yang bertanggung jawab menetapkan Laws of the Game, secara resmi memasukkan ketentuan tersebut ke dalam regulasi permainan.
Melalui Law 12, pemain yang melepas jersey ketika merayakan gol wajib mendapatkan kartu kuning karena dianggap melakukan tindakan tidak sportif atau unsporting behaviour.
Dalam penjelasan regulasi musim 2005/2006, IFAB bahkan memberikan definisi yang lebih spesifik. Tindakan melepas jersey mencakup menarik baju hingga melewati kepala atau menutupi kepala menggunakan jersey tersebut.
Artinya, sejak aturan itu diberlakukan, wasit tidak lagi memiliki keleluasaan untuk membiarkan pemain melakukan selebrasi buka baju tanpa hukuman kartu kuning.
Menariknya, aturan tersebut tetap berlaku sekalipun gol yang dirayakan kemudian dianulir. Dengan kata lain, jika seorang pemain melepas jersey setelah mencetak gol, lalu VAR memutuskan gol tersebut tidak sah, kartu kuning tetap diberikan.
Mengapa Selebrasi Buka Baju Dihukum Kartu Kuning?

Pertanyaan berikutnya adalah mengapa tindakan yang terlihat sederhana seperti melepas jersey harus mendapatkan hukuman kartu kuning?
Bukankah selebrasi merupakan bagian dari ekspresi kegembiraan seorang pemain setelah mencetak gol? Apalagi, dalam pertandingan sepak bola, gol sering kali menjadi momen emosional yang melibatkan pemain, suporter, hingga seluruh elemen klub.
Namun, IFAB memiliki sejumlah pertimbangan di balik regulasi tersebut.
Salah satunya berkaitan dengan upaya menjaga agar perayaan gol tidak berkembang menjadi tindakan provokatif. Dalam pertandingan dengan tensi tinggi, selebrasi yang berlebihan berpotensi memancing reaksi negatif dari pemain lawan maupun suporter. Hal ini dapat memicu keributan yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
Selain itu, ada pula pertimbangan mengenai norma dan sensitivitas budaya. Memperlihatkan bagian tubuh dengan melepas pakaian dapat dianggap tidak pantas dalam sejumlah kebudayaan. Sepak bola merupakan olahraga global yang dimainkan dan disaksikan masyarakat dengan latar belakang budaya berbeda. Karena itu, regulasi dibuat agar para pemain tetap menjaga batasan dalam mengekspresikan kegembiraan.
Pertimbangan lainnya berkaitan dengan pesan atau simbol yang ingin disampaikan pemain melalui jersey yang dikenakannya.
Dalam sejumlah kesempatan, pemain menggunakan momen selebrasi untuk memperlihatkan pesan politik, slogan, atau bentuk penghormatan tertentu yang sebelumnya tersembunyi di balik seragam pertandingan. Salah satu contoh terkenal adalah Mario Balotelli ketika membela Manchester City. Ia pernah memperlihatkan tulisan "Why Always Me?" pada bagian dalam kausnya saat merayakan gol ke gawang Manchester United pada 2011.
Ada pula pertimbangan komersial. Jersey merupakan bagian penting dari identitas klub sekaligus media promosi bagi sponsor yang bekerja sama dengan tim. Ketika seorang pemain melepas seragamnya, logo sponsor yang seharusnya terlihat selama pertandingan ikut menghilang.
Terakhir, regulasi ini juga berkaitan dengan upaya mengendalikan durasi selebrasi. Perayaan gol yang terlalu berlebihan dapat menghambat dimulainya kembali pertandingan. Dalam sepak bola profesional, setiap detik memiliki arti penting, terutama ketika sebuah tim sedang berusaha mengejar ketertinggalan atau mempertahankan keunggulan.
Bukan Satu-satunya

Meski demikian, perlu dipahami bahwa melepas jersey bukan satu-satunya bentuk selebrasi yang dapat membuat pemain mendapatkan kartu kuning. Berdasarkan Law 12 IFAB, tindakan seperti memanjat pagar pembatas dan mendekati penonton hingga menimbulkan masalah keamanan, melakukan selebrasi yang provokatif, serta menutupi kepala atau wajah dengan masker atau benda serupa juga dapat diganjar kartu kuning.
Pada akhirnya, pemain tetap memiliki kebebasan untuk merayakan gol dengan caranya masing-masing. Berlari ke sudut lapangan, melakukan selebrasi khas, hingga menghampiri suporter tetap diperbolehkan selama tidak melanggar ketentuan yang berlaku.
Sebab, dalam sepak bola, kegembiraan mencetak gol memang layak dirayakan. Namun, ada aturan yang harus tetap dihormati. Matheus Cunha menjadi salah satu contoh terbaru bahwa sebuah gol kemenangan yang dirayakan terlalu ekspresif bisa berakhir dengan konsekuensi yang tidak diinginkan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Matheus Cunha Terancam Dapat Sanksi Tambahan Usai MU Kalahkan Roma
Liga Champions 4 November 2026, 19:23
-
Prediksi Sunderland vs Dinamo Zagreb 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 19:20
-
Prediksi Sparta Praha vs Bournemouth 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 19:00
-
Tertinggal Dua Gol, Ini Pesan Michael Carrick saat Jeda yang Bangkitkan MU
Liga Champions 4 November 2026, 18:43
-
Prediksi Crystal Palace vs Hoffenheim 6 November 2026
Liga Champions 4 November 2026, 18:40
LATEST UPDATE
-
Ketika Shea Lacey Buat Michael Carrick Terpukau
Liga Champions 4 November 2026, 20:40
-
Real Madrid Capai Kesepakatan dengan Wonderkid Manchester United Ini
Liga Spanyol 4 November 2026, 20:20
-
MU Kalahkan AS Roma, Nasib Michael Carrick Belum Aman dari Pemecatan!
Liga Inggris 4 November 2026, 20:04
-
Bradley Barcola Yakin Belum Tunjukkan Performa Terbaiknya Bersama Liverpool
Liga Inggris 4 November 2026, 20:03
-
Mengapa Selebrasi Lepas Baju Dihukum Kartu Kuning? Ini Sejarah dan Alasannya
Liga Champions 4 November 2026, 19:27
-
Matheus Cunha Terancam Dapat Sanksi Tambahan Usai MU Kalahkan Roma
Liga Champions 4 November 2026, 19:23
-
Prediksi Sunderland vs Dinamo Zagreb 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 19:20
-
Prediksi Sparta Praha vs Bournemouth 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 19:00
-
Tertinggal Dua Gol, Ini Pesan Michael Carrick saat Jeda yang Bangkitkan MU
Liga Champions 4 November 2026, 18:43
-
Prediksi Crystal Palace vs Hoffenheim 6 November 2026
Liga Champions 4 November 2026, 18:40
-
Slavia Praha Siap Buat Perhitungan dengan Arsenal
Liga Champions 4 November 2026, 17:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




